Pantau Kualitas Limbah dengan SPARING, Berikan Solusi Tanpa Repot Ke Lokasi

Iklan detik Sumsel

Palembang, Detiksumsel.com — Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengeluarkan aturan penggunaan Sistem Pemantauan Kualitas Air Limbah Secara Terus Menerus dan Dalam Jaringan (SPARING) lantaran bahayanya air limbah industri.

Tambang di Sumsel yang sudah aktif mencapai 40 tambang dari sekitar 130 izin dimana ketika semua tambang tersebut berproduksi maka limbah pun akan semakin banyak maka diperlukan sistem monitoring dan kontroling dibantu menggunakan teknologi.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Balai Besar Pengujian Mineral dan Batubara, Dr Julian Ambossadur Shiddiq ST MT ketika dibincangi, Selasa (6/12/2022).

“Monitoring akan lebih sulit kalau tidak di bantu dengan teknologi untuk memantau air limbah yang diproduksi,”ujar Julian.

Julian menerangkan SPARING memiliki fungsi untuk mengukur kadar debit pembuangan air limbah secara otomatis, selain itu teknologi teresebut bisa berfungsi untuk mengukur batas jumlah unsur pencemar dalam air limbah.

“Sebelum dilepas untuk menjamin dan memastikan yang di lepas ke badan air tidak mencemari atau mengurangi kualitas baku mutu air,” terangnya.

Diketahui awalnya pihak Balai tahun kemarin merilis SPARING seharga 540 juta satu unit namun sekarang telah dipangkas sehingga menjadi 375 juta dengan garansi satu tahun.

“Dan jaminan ketersediaan sparepart itu tiga tahun minimal,” tuturnya.

Senada dengan hal itu Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sumatera Selatan, Hendriansyah ST MSi mengatakan SPARING memberikan solusi tanpa harus repot ke lokasi dengan alat yang terpasang langsung bisa mengecek kualitas air yang dikeluarkan pada saat di kantor dapat diketahui.

“Selama ini dilakukan secara konvensional artinya di ukur di outletnya itu pH nya berapa TSS nya berapa dan unsur unsur lainnya tapi sekarang kita bisa langsung tau dan bisa ke lapangan untuk stop dulu mengeluarkan airnya dengan real time kalau melebihi ambang batas,” katanya.

Menurutnya pencatatan juga lebih akurat, bisa di monitoring setiap saat dimana tidak harus 24 jam menunggu di outlet namun cukup memasang alat tersebut.

“Kalau sudah dipasang informasi tentang kualitas airnya itu langsung masuk ke sistem bisa langsung di baca dan di rekam,” tukasnya.

Komentar