Parah, 18.332 KK di Pagaralam Tidak Miliki Jamban | Detik Sumsel
Pemprov
Tim USDP saat melakukan Audensi dengan Walikota Pagaralam. (Foto : Rendi /detik sumsel)

Parah, 18.332 KK di Pagaralam Tidak Miliki Jamban

Pagaralam, Detik Sumsel – Tercatat masyarakatnya Kota Pagaralam 37 persen masih melakukan Buang Air Besar (BAB) secara sembarangan baik disungai maupun dikolam ikan. Hal ini disampaikan

Urban Sanitation Development Program (USDP) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), saat melakukan Audensi dengan Walikota Pagaralam, Rabu (31/10).

Ini juga karena sebanyak 37 persen Kepala Keluarga (KK) tersebut belum memiliki jamban, tidak hanya itu bahkan sebanyak 6.000 KK yang tidak ada pembuangan air limbah.

Jadi dengan jumlah ini Pagaralam berada diperingkat paling bawah yaitu peringkat 4 dari empat Kota yang ada di Sumsel dengan tingkat penduduknya yang tidak memiliki jamban paling tinggi di Sumsel.

Tim USDP Provinsi Sumsel, Yayat Hidayat mengatakan, dari data yang ada sebanyak 18.332 KK di Pagaralam tidak memiliki jamban dan 2.545 merupakan KK miskin.

“Dengan kondisi ini memang Pagaralam masih berada diposisi paling bawah dibandingkan 4 kota lainnya,” ujarnya.

Kepala DKPP Kota Pagaralam, A Parliansyah menyampaikan, namun berdasarkan data Proges Sektor Sanitas yang ada di Pagaralam, sejak 2016 lalu pencapaian Pagaralam masih 45,08 persen atau sekitar 34.161 KK yang sanitasinya belum layak.

“Jika melihat data ini kita mendapatkan target hingga 2022 dari provinsi yaitu 75 persen. Jadi tergat yang harus kita capai yaitu 29,92 persen lagi,” ujarnya.

Sementara itu Walikota Pagaralam, Alpian Maskoni mengatakan, memang jika dilihat dari letak goegrafisnya wajar jika Pagaralam menjadi peringkat terakhir untuk pencapaian tingkat sanitasinya. Pasalnya di Pagaralam masih banyak daerah dataran tinggi yang memang sering kesulitan air.

“Memang dari zaman dahulu warga Pagaralam masih banyak yang buang air besar dikolam ikan yang ada dilingkungan permukiman terutama dikawasan penggiran kota. Namun kedepan ditargetkan semua masyarakat Pagaralam sudah memiliki jamban baim secara individual maupun komunal,” katanya.

Namun untuk mencapai target tersebut Wako mengajak semua OPD terkait untuk gencar melakukan sosialisasikan tentang pentingnya BAB dijamban bukan dikolam.

“Pola pikir masyarakat kita yang harus kita rubah terlebih dahulu agar program ini bisa berjalan dengan baik dan bisa tercapai selama lima tahun kedepan,” harapnya. (rendi)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL
Lakukan Penukaran Uang

Check Also

Diduga Gandir Wanita Muda di Baturaja Ditemukan Tewas Tergantung

Baturaja, Detik Sumsel – Seorang wanita muda ditemukan warga tewas dengan leher tergantung pada pintu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *