Pasar Saham Meningkat Hingga 50 Persen Selama Pandemi | Detik Sumsel

PKN
Pemprov
Media gathering Bursa Efek Indonesia Sumsel dan insan pers

Pasar Saham Meningkat Hingga 50 Persen Selama Pandemi

Palembang, Detik Sumsel — Selama masa Pandemi 2,5 tahun Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumatera Selatan mencatat pertumbuhan pasar modal khususnya saham melaju pesat hingga 50 persen.

“Selama 2,5 tahun masa pendemi pertumbuhan nasabah pasar modal saham mencapai 50 persen,” kata Kepala BEI Sumsel, Hari Mulyano saat kegiatan media gathering, Jumat (29/07/2022).

Ia mengatakan, secara nasional pertumbuhan nasabah pun pesat.

Pada 2020 ada 800 juta nasabah dan saat ini sudah mencapai 4 juta nasabah sedangkan di Sumsel yang awalnya hanya 50 ribu nasabah saat ini sudah mencapai 97 ribu nasabah.

“Pandemi membuat investasi di pasar saham jadi pilihan,” katanya

Baca Juga :   Kemarau Panjang, Debit Sungai Lematang Mendangkal

Ditambahkan, transaksi investor pasar modal mencapai Rp 51,216 triliun dibandingkan tahun sebelumnya hanya Rp 17 triliun.

Dari data tersebut tertinggi di kota Palembang mencapai Rp 47 triliun pada 2020 lalu.

Menurutnya, ada banyak catatan menarik terkait perkembangan pasar modal khususnya investor di pasar saham.

Yang pasti kenaikan ini karena pandemi yang menimbulkan keterbatasan dalam beraktivitas termasuk kegiatan berusaha, sebagai upaya untuk mempertahankan pendapatan dan kebutuhan untuk menumbuhkan dana penting untuk menjaga pemenuhan kebutuhan investasi dan dana masa mendatang.

“Maka pilihan yang paling memungkinkan terkait pembatasan aktivitas adalah beraktivitas di pasar modal khususnya saham yang dapat dilakukan dari mana saja” ujarnya.

Baca Juga :   Tersangka Herman Mayori Sebut Proyek di Muba Tidak Gratis

Ia mengatakan, dari total nasabah tersebut hampir 50 persen nasabah kaum milenial atau berusia dibawah 30 tahun. Kebanyakan mereka mahasiswa hingga pekerja.

“Ini searah dengan perkembangan dengan gaya hidup yang serba cepat dan mudah melalui gadget,” katanya

Hanya saja, investor muda ini perlu mendapatkan edukasi dan peningkatan literasi terutama mengenai resiko. Jangan sampai mereka terjebak karena ikut ikutan atau panik.

“Makanya perlu dilakukan kegiatan edukasi kepada investor ini agar paham dengan instrumen pasar modal yang di ambil,” tutupnya. (May)



H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Sebagian Lahan Rencana IKL Diklaim Warga Bukan Milik PT Arta Prigel

Lahat, Detik Sumsel — Proses pembangunan Ibu Kota Lahat (IKL) baru di Kecamatan Lahat Selatan, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.