Pekerja PT Belitang Panen Raya Angkat Suara Terkait Upah dan PHK Sepihak | Detik Sumsel
Banner Iklan Diskominfo
Pemprov
Tim Advokasi pekerja PT BPR dan serikat pederasi pekerja pertanian dan perkebunan memberikan keterangan terkait upah dan phk

Pekerja PT Belitang Panen Raya Angkat Suara Terkait Upah dan PHK Sepihak

Palembang, Detik Sumsel – Para pekerja PT Belitang Panen Raya (PT BPR) Ogan Komering Ilir, angkat bicara terkait hak, dan nasib mereka yang di lakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) oleh pihak perusahaan.

Bahkan permasalahan ini, mencuat setelah tidak ada penyelesaian, setelah dicoba dimediasi oleh pihak pemerintah dalam hal ini Disnaker OKU Timur.

Menurut kuasa hukum para pekerja PT BPR yang di PHK, Didi Efriyadi dari kantor advokat Zulfikar, SH dan Rekan, menerangkan bila pihaknya menerima kuasa dari para pekerja PT BPR setelah tidak adanya penyelesaian masalah.

“Ada 107 pekerja PT Belitang Panen Raya, yang minta pendampingan ke kita, karena permasalah hak, dan PHK sepihak,”ujarnya.

Dilain itu, Mardiansyah, SH selaku kuasa hukum yang diberi kuasa oleh para pekerja PT BPR menerangkan bila ada 4 permasalahan yang dialami para pekerja BPR.

Baca Juga :   Kapolda Sumsel Tegaskan Apel Pagi Wajib Dilaksanakan Anggota

“Pertama masalah Hak, dalam hal ini gaji karyawan tidak sesuai dengan UMK, kedua terkait selisih lembur, yang mana tidak sesuai, ketiga, Peraturan Perusahaan, dalam hal ini kontrak kerja tidak ada, ke empat PHK, dilakukan sepihak oleh perusahaan,”ucapnya.

“Kami minta pihak berwenang memanggil dan melakukan pemeriksaan terkait masalah ini karena sudah berjalan hampir satu tahun,”pinta Mardiansyah lebih lanjut.

Said (28) Salah satu operator pengeringan PT BPR yang di PHK menuturkan bila, pemecatan dirinya seolah – olah di buat – buat.

“Usai saya gabung di serikat pekerja buruh PT BPR, banyak permasalahan. Dan puncaknya saya dituduh menaikan suhu terlalu tinggi sehingga menyebabkan kerusakan,”terangnya.

“Saya saya di beri pilihan ganti rugi uang, saya lupa rincinya tapi jelasnya miliaran, atau dipecat,”sambungnya lebih lanjut.

Hal senada disampaikan Karyawan PT BPR, Hendra (22) juga menuturkan bila permasalahan sering terjadi setelah dirinya mengikuti serikat buruh.

Baca Juga :   Reaktif, Puluhan Hakim Dan Staff PN Palembang Diliburkan

“Puncaknya saya dimutasikan di BPR Kerawang, karena saya menolak maka saya dipecat,”ungkapnya.

Ketika dikonfirmasi DetiSumsel ke bagian HRD PT BPR, Arsat dengan berkilah suara yang diterima tidak jelas.

“Nanti saya telpon kembali ya, karena suara tidak jelas,”ucap Arsat yang suaranya jelas di dengar melalui sambungan seluler.

Terpisah, kuasa hukum PT Belitang Panen Raya Titis Rahmawati membantah bila perusahaan tidak memenuhi hak – hak pegawai.

“Tuntutan tersebut sangat tidak berdasar, dan tidak sesuai dengan fakta karena perusahaan telah sesuai dengan aturan hukum dalam pengupahan buruh tersebut,”jelas Titis kepada awak media melalui pesan WhatsApp.

“Juga larangan terhadap hak – hak buruh perusahaan tidak pernah melakukan hal tersebut,”tandasnya.(Pen)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Sambangi Warga Talang Betutu, Kapolda Sumsel Serahkan Bantuan Sembako dan Masker

Palembang, Detik Sumsel — Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S MM …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *