Pelajar Empat Lawang yang Dibully Kembali Dirawat di Puskesmas, Tulang Rusuk Patah dan Trauma

Iklan detik Sumsel

Empat Lawang,Detiksumsel.com — Aksi bullying yang dialami korban B (16) siswi kelas X SMA, warga Muara Timbuk, Kecamatan Muara Pinang. Sedangkan dua pelakunya, F, siswi kelas IX SMP dan P, siswi kelas XI SMA. Akibat kekerasan dalam aksi bullying itu, korban alami patah tulang rusuk.

Peristiwa itu ternyata terjadi Minggu (15/1) sekitar pukul 11.00 WIB. Kejadiannya di belakang ruang kelas SMPN 2 Muara Pinang. Dari video singkat itu terlihat korban ditindih dan dicekik lehernya oleh seorang pelaku. Rekannya yang berbaju hitam ikut menjambak rambut korban.

Dikonfirmasi Kepsek SMP 2 Marnita mengatakan, jika kejadian itu viral itu sebenarnya diluar jam sekolah karena sudah libur karena hari Minggu. Namun pihaknya akan memastikan akan memanggil kedua belah pihak untuk dimediasi.

“Kalau untu sangsi belum kita berikan karena kita mau kordinasi ke dinas pendidikan terlebih dahulu untuk mengambil langkah selanjutnya,” katanya.

Ia menambahkan bahwa saat ini siswi yang jadi korban tersebut masih dirawat dalam perawatan.” Dia juga mendapat pendampingan dari dinas perlindungan anak,” tandasnya.

Sementara itu, Menurut pihak keluarga, korban mengalami sakit di dada, kaki, bahu dan kepala akibat dianiaya oleh pelaku, hingga saat ini korban belum bisa berjalan. Korban mengalami trauma, sering menangis histeris tanpa sebab.

“Aku minta Bapak Bupati, Bapak Kapolres, Kapolda, Kapolri dan Bapak Jokowi untuk segera memproses pelaku penganiaya adik aku. Jangan karena kami anak yatim, miskin proses hukumnya lama dan malah tidak diproses,” pinta Meka Puspita kakak kandung korban pada Senin (23/1/ 2023) di Puskesmas Muara Pinang.

Menurut Meka adiknya saat ini sudah 2 hari mendapat perawatan di Puskesmas Muara Pinang akibat penganiayaan yang dilakukan oleh kedua pelaku FL dan PN.

“Adik kami mengeluh sakit di dada, kaki dan perut, ini sudah ke tiga kalinya adik kami masuk ke rumah sakit pasca dianiaya. Adik kami mengalami trauma,” sambung Meka ditemani Ibunya.

Komentar