Pelaku Begal dengan Parang Depan Museum Balaputradewa Ditangkap, Modusnya Menagih Hutang | Detik Sumsel
Detik
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel Kompol Christoper Panjaitan menunjukkan barang bukti parang yang digunakan pelaku saat melakukan begal didepan Museum Balaputradewa

Pelaku Begal dengan Parang Depan Museum Balaputradewa Ditangkap, Modusnya Menagih Hutang

Palembang, Detik Sumsel – Daryanto (46) dan Apriadi (30) dua sekawan pelaku begal dengan menodongkan parang ini tak berkutik. Setelah anggota Unit 4 Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel menangkapnya dikediamannya masing – masing Kamis (2/12/2021) malam.

Aksi begal kedua tersangka terhadap korban Eko Mardona dilakukan di Lorong Cempedak depan Museum Balaputradewa, Kelurahan Srijaya, Kecamatan Alang – alang Lebar Palembang 26 November 2021 sekitar pukul 19.00.

Kedua tersangka membegal korban dengan menodongkan parang dengan modus menagih hutang. Korban merasa terancam menyerahkan sepeda motor Yamaha Vega R bernomor polisi BG 3507 OM miliknya kepada tersangka.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel Kompol Christoper Panjaitan mengatakan tersangka begal di depan Museum Balaputradewa berjumlah tiga orang. Tidak pelaku menodongkan para ke korban.

“Korban yang merasa terancam menyerahkan kendaraan nya ke tersangka setelah itu tersangka kabur membawa kendaraan korban,”kata Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel Kompol Christopher S Panjahitan Jum’at (3/12/21).

Saat beraksi ketiga tersangka memiliki perannya masing-masing dimana, ada yang membawa kendaraan dan satu orang lagi bertugas mengancam korban dengan senjata tajam jenis parang. Setelah mengancam korban dua tersangka berhasil menguasai kendaraan dimiliki korban.

“Setelah diancam oleh tersangka dengan mengatakan kepada korbannya, “Sinike motor itu kalau tidak ku belah palak kau”. Takut dengan ancaman nya korban memberikan sepeda motornya,” ujarnya.

Dari tangan tersangka petugas mengamankan barang bukti dua unit sepeda motor milik korban dan pelaku, helm dan satu pucuk samurai yang digunakan tersangka mengancam korbannya. Atas perbuatan mereka kami kenal pasal 365 KHUP dengan ancaman penjara diatas 5 penjara.

Sementara tersangka Daryanto membantah dirinya telah membegal korban. Dirinya hanya disuruh oleh temanya untuk menagih hutang uang Rp 2,5 kepada korban. Karena sudah lama korban tidak membayar hutangnya. Saat itu mereka menanggih korban sambil membawa senjata tajam untuk mengancam korban.

“Aku hanya disuruh oleh teman untuk menagih hutang kepada korban, karena tidak ada uangnya motor saja kami ambil dengan mengancam senjata tajam,” elak Yanto.(oji)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Tampil Perdana di Luar Sumsel, Ovi Mawardi Juara III Kejuaraan Offroad

Indralaya, Detik Sumsel– Tampil perdana di luar Sumatera Selatan, Ahmad Wazir (AW) Noviadi offroader Sumatera …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *