Pelaku Pencurian Sarang Burung Walet di Tanjung Lago Diringkus, Sempat Letuskan Senpira Saat Dipergoki Korban | Detik Sumsel
Detik
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel Kompol Agus Prihadinika SIK menunjukkan barang bukti milik pelaku pencurian sarang burung walet

Pelaku Pencurian Sarang Burung Walet di Tanjung Lago Diringkus, Sempat Letuskan Senpira Saat Dipergoki Korban

Palembang, Detik Sumsel — Jumadi Imron (33) pelaku pencurian sarang burung walet di Desa Mulia Sari, Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin ini akhirnya diringkus anggota Unit II Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel.

Imron ditangkap tanpa perlawanan dirumahnya di Jalan A Nakowi Dusun II, Kelurahan Kenten Laut, Kecamatan Talang Kelapa Kamis (13/1/2021).

Dalam aksinya Imron tidak sendirian melainkan bersama dua orang rekannya yang masih buron. Saat beraksi mencuri sarang burung walet di gedung yang berada di Desa Mulia Sari, Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin Selasa (11/1/2022) pukul 03.30 WIB milik Asep Indra Dinata ketiga pelaku sempat dipergoki namun salah satu pelaku langsung meletuskan senjata apinya.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel Kompol Agus Prihadinika SH S.IK mengatakan pelaku pencurian sarang burung walet di Desa Mulia Sari, Kecamatan Tanjung Lago berjumlah tiga orang. Korbannya Asep Iskandar Dinata (28) warga Jalur 17 Jalan Tanjung Api-Api KM 32, Kabupaten Banyuasin membuat laporan polisi.

Dari laporan tersebut anggota Unit 2 Subdit III yang dipimpin langsung Kanit 2 Kompol Bakhtiar SH langsung melakukan penyelelidikan dan penyidikan hingga mengetahui keberadaan tersangka.

“Tersangka Jumadi Imron (33) kita tangkap di rumah nya di Jalan A Nakowi Dusun II, Kelurahan Kenten Laut, Kecamatan Talang Kelapa tanpa adanya perlawanan,” ujarnya Sabtu (15/1/2022).

Dikatakan Kompol Agus, dari pengakuan tersangka pada saat melakukan aksinya ia bersama dua temannya yang saat ini masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Tersangka mengakui karena aksinya diketahui korban lantas ia dan dua temannya melarikan diri, karena korban terus mengejar dan berteriak maling lantas salah satu teman tersangka meletuskan senjata api ke atas sehingga korban berhenti mengejar dan ketiga tersangka melarikan diri,” ungkapnya.

Kompol Agus mengungkapkan modus yang digunakan ketiga tersangka beraksi pada dini hari sekitar pukul 03.30 saat itu korban sedang tidur.

“Saat sedang beraksi, korban yang tidur terbangun mendengar suara berisik yang ditimbulkan para tersangka. Mendengar korban berteriak para pelaku lantas melarikan diri,” tutupnya.

Dalam kasus ini polisi menyita barang bukti berupa satu jaket warna hitam yang digunakan tersangka saat beraksi, satu buah celana panjang warna hitam, satu tas warna kuning hitam, satu buah pisau, satu buah linggis, satu buah botol cuka parah, satu unit mobil pick up carry warna putih BG 8323 JH dan dua potong sarang walet warna putih.

“Atas ulahnya tersangka dikenakan pasal 363 KUHPidana dan atau pasal 365 KUHPidana,” tutupnya.

Dihadapan polisi tersangka Jumadi mengaku ia baru satu kali melakukan pencurian sarang burung walet.

“Senpira yang dibawa saat mencuri itu milik teman saya yang melarikan diri, karena kami panik di kejar korban lantas teman saya itu meletuskan senpi ke atas hingga kami berhasil melarikan diri,” katanya.

Diakui Jumadi hasil dari penjualan sarang walet uangnya ia digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

“Karena tidak memiliki penghasilan yang cukup bekerja sebagai buruh, lantas saya ikut melakukan pencurian sarang walet,”jelasnya.(oji)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Masyarakat Minta PJ Bupati OKU Segera Ditetapkan 

Baturaja, Detik Sumsel – Hingga saat ini belum ada kejelasan siapa yang bakal menjadi PJ …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *