Pemasangan Plang Diatas Lahan Sengketa Diprotes Ahli Waris | Detik Sumsel

PKN
Pemprov
Pemasangan plang tanah sengketa di Jalan Kol H Burlian KM 8 Palembang

Pemasangan Plang Diatas Lahan Sengketa Diprotes Ahli Waris

Palembang, Detik Sumsel — Ahli waris dari almarhum Kgs Nanung memasangan plang di lahan yang bersengketa di Jalan Kol H Burlian, Kelurahan Karya Baru, Kecamatan Alang-Alang Lebar (AAL) KM 8 Palembang, Kamis (19/05).

Plang berukuran besar tersebut dipasang berdasarkan penerbitan surat lahan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Palembang atas nama pelapor berinisial LH.

Selama proses pemasangan plang terlihat salah satu ahli waris Linda Fatimah bersama keluarga besar lainnya memprotes pemasangan di lokasi sengketa dengan membawa kertas karton bertuliskan penolakan penguasaan lahan.

Aksi protes yang dilakukan Linda dan keluarganya sebagai bentuk perlawanan kepada pelapor yang sudah menguasai tanah seluas 2,3 hektar.

Dirinya memintah pemerintah pusat termasuk Kapolda Sumsel karena menilai terlapor sudah membuat dokumen palsu sehingga BPN Palembang menerbitkan surat atas laporan tersebut.

“Sejak kecil kami sudah tahu kalau tanah ini milik keluarga kami, namun tiba-tiba sudah ada surat sertifikat di lahan ini. Kami menentang dan meminta kepada Presiden RI untuk membongkar dan memberantas mafia tanah di Palembang,”kata Linda seraya menangis.

Baca Juga :   8-12 Februari Tes SKD CPNS Muba Dimulai

Saat ini, sambung Linda, pihaknya masih menyimpan surat pancung alas dengan Nomor 39/VIU/1953 tanggal 13 Juli 1953. Dalam surat tersebut ada 9 hektar yang didalamnya ada 2,3 hektar yang kini menjadi lahan sengketa.

“Kami sudah membuat laporan polisi pada tahun 2014 kemarin terkait penyerobotan lahan. Memang ada penyitaan dari pihak kepolisian namun sampai sekarang kami dari pihak keluarga tidak pernah disidik oleh polisi. Dan tiba-tiba BPN mengeluarkan sertifikat tanah,”kesalnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum ahli waris Kgs Nanung Sapriadi Samsudin SH, MH menduga kasus ini sudah terjadi konspirasi dengan cara memberikan laporan dan keterangan palsu di Polda Sumsel. Selain itu, pihaknya juga menduga terlapor sudah membuat dokumen palsu serta melakukan pengerusakan berupa tanam tumbuh di lahan milik Kgs Nanung.

Baca Juga :   Dua Kereta Babaranjang Tabrakan di Penanggiran Muaraenim

“Kami tidak menemukan laporan pelapor terkait kehilangan surat lahan baik di Polda Sumsel maupun Polrestabes Palembang. Sudah kami cek dan tidak ada laporan itu, adanya hanya laporan tindak pidana pencurian,” kata Sapriadi.

Pihaknya menilai, surat tanah yang diklaim hilang oleh terlapor ini bukan berada di lokasi milik kliennya. Untuk itulah pihaknya memastikan pelapor membuat keterangan dan dokumen palsu ke Polda Sumsel.

“Atas dasar fakta itulah, saya meminta kepada Presiden RI melaliu Satgas Khusus Mafia tanah  agar menindak dan membongkar mafia tanah serta membongkar konspirasi ini karena hal ini merupakan kejahatan yang masif, terstruktur dan terencana,”tegasnya.(oji)



H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Sebagian Lahan Rencana IKL Diklaim Warga Bukan Milik PT Arta Prigel

Lahat, Detik Sumsel — Proses pembangunan Ibu Kota Lahat (IKL) baru di Kecamatan Lahat Selatan, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.