Pembayaran Lunas, Konsumen Ini Tempuh Jalur Hukum Laporkan Pemilik Perumahan | Detik Sumsel

PKN
Pemprov
Korban, Yuliani (30) tunjukan surat laporan kepolisian miliknya

Pembayaran Lunas, Konsumen Ini Tempuh Jalur Hukum Laporkan Pemilik Perumahan

Palembang, Detik Sumsel – Niat hati memiliki rumah yang layak, namun ini malah membuat kecewa. Korban, Yuliani (30) warga Jl DI Panjaitan Lorong Pahlawan I Kecamatan Plaju hanya bisa pasrah dan menempuh jalur hukum terkait hal tersebut.

Bagaimana tidak, pembelian rumah dengan sistem cash berjangka dan telah lunas bulan November 2021 hingga saat ini tidak ada kejelasan. Bahkan hingga kini, rumah yang diidamkannya belum juga diserahterimakan terlapor, QUS pemilik perumahan di kawasan Kelurahan Talang Jambe ke korban.

Kejadian tersebut membuat korban mengalami kerugian Rp 137 juta dan melaporkan hal tersebut ke piket SPKT Polrestabes Palembang.

“Awalnya saya membeli salah satu rumah yang ada di salah satu perumahan kawasan Jl Talang Jambe Kelurahan Talang Jambe ke terlapor seharga Rp 137 juta. Pembelian rumah sendiri pada tahun 2019 sistemnya berjangka atau tempo dua tahun. Karena itu, sesuai perjanjian yang disepakatinya dengan terlapor, pembayaran rumah tadi dilunasi bulan November 2021 silam dan yang menerimanya langsung terlapor,” ujar korban, Yuliani, Rabu (27/7/2022).

Meskipun semua pembayaran sudah lunas dan secara langsung ke terlapor yang juga pemilik perumahan tersebut, namun ketika ditanyakan kapan rumah dan sertifikatnya diserahkan, terlapor selalu menghindar dan cuma bisa berjanji saja. Bahkan perjanjian jual beli rumah sendiri dilakukan tanggal 5 Januari 2019 sekitar pukul 11.00 wib lokasi di Kantor PT PPP Kelurahan 35 Ilir. Adapun yang menandatanganinya di saat itu, langsung korban dan terlapor.

“Pertama saya datangi tidak lama setelah pelunasan, akan diserahterimakan sekitar dua pekan setelah pelunasan. Namun saat itu tetap tidak ada, hingga akhirnya datang lagi ke kantornya di Kelurahan 35 Ilir bulan Januari 2022, jawabannya juga sama dan janji mau mengembalikan uang saja. Tapi itu tidak dilakukan seluruhnya dan bulan Juni itu hanya mentransfer Rp 10 juta, berbeda dengan janji sebelumnya mengembalikan sebesar Rp 60 juta. Karena itu, uang saya kembalikan ke kantornya di Kelurahan 35 Ilir dan diterima staff terlapor, Kiki. Sejak itu tidak ada kabar dari korban kembalikan uang saya ataupun menyerahkan rumah dan sertifikat rumah ke saya,”Katanya.

Baca Juga :   Imbang Lawan Mitra Kukar, Sriwijaya FC Belum Aman

Meskipun saat ini, laporannya sudah ada di Polrestabes Palembang, namun dirinya jua tetap memberikan kesempatan ke terlapor untuk memiliki itikad baik mengembalikan semua uangnya ataupun serahkan rumah dan sertifikat dari rumah yang sudah dibeli tersebut ke dirinya tersebut. Dengan kata lain, berharap terlapor tersebut laksanakan kewajiban yang ada padanya, berdasarkan kesepakatan yang dibuat sebelumnya.

“Kita hingga sekarang masih terus berikan kesempatan ke terlapor, agar beritikad baik dengan mengembalikan seluruh uang yang sudah disetorkan untuk melunasi jual beli rumah sesuai kesepakatan yang sekaligus menjadi kewajiban saya atau menyerahkan sertifikat dan rumah sesuai kewajiban dari terlapor ke saya. Untuk proses hukumnya ini, saya kembalikan ke pihak kepolisian,” tegasnya.

Terpisah, terlapor, QUS mengungkapkan, ia mengakui kalau saat ini pembayaran atas rumah yang dibeli oleh Yuliani sudah lunas dan juga sertifikat atas rumah sekarang ini sudah diagunkan ke lembaga pembiayaan tersebut. Namun demikian, bukan berarti pihaknya menipu korban. Sebab sebagian uang pembayaran rumah dan uang muka tersebut sudah digunakan untuk bangun rumah tersebut. Tidak hanya itu, pelapor juga dalam proses pembayarannya lewat transfer ke salah satu karyawan dan bukan melaluinya secara langsung. Bahkam dari catatan pembukuan, sempat menunggak dalam membayarnya.

“sangat lucu kalau kita dikatakan menipu tersebut, sebab ini ranah perdata. Pasalnya kewajiban saya menyediakan rumah untuk pelapor sudah saya lakukan. Bahkan uang muka dan pembayaran sudah dibangunkan rumah. Tidak hanya itu saja, untuk renovasi rumah tersebut, korban mentransfer uang Rp 15 juta ke karyawan dan semuanya juga sudah dikerjakan. Namun memang, untuk sertifikat rumah sudah diagunkan lembaga pembiayaan, ini sudah diproses untuk bisa kita ambil sertifikat milik pelapor. Semua ini butuh waktu,” jelasnya.

Di samping itu, sebagai itikad baik dirinya itu, bahkan dirinya juga sudah mentransfer ke rekening pelapor tersebut langsung tadi sebesar Rp 10 juta menggunakan uang dari kantong pribadi dan tidak pakai uang perusahaan. Tidak hanya itu, dirinya juga di bulan juni lalu sempat ditemui seorang pria yang mengaku sebagai adik dari terlapor tadi. Bahkan ketika itu, menyanggupi untuk mengembalikan uang milik terlapor tadi. Namun yang menjadi permasalahan saat ini, pelapor mau dikembalikan uang atau sertifikat rumah.

Baca Juga :   Saksi Istri Muddai Ungkap Harta Yang Disita Bukan Milik Muddai Seluruhnya

“Tentu semua ini akan kita selesaikan, tapi harus jelas dulu. Mau dikembalikan bentuk sertifikat atau uang cash. Kalau mau uang cash, tentu akan kita kembalikan. Namun itu tunggu sampai bulan agustus, sebab ini sudah sampaikan ke pria yang mengaku ia adik pelapor, tempo dua bulan dari bulan Juni lalu tersebut. Sebab kita juga hendak menjual kembali rumah yang sudah dibeli terlapor. Kita juga sudah mentransfer Rp 10 juta sebagai bukti itikad baik. Tapi uang ini sifatnya titipan. Kalau mau sertifikat, ya harus menunggu sebab sudah mengajukan ke lembaga pembiayaan untuk diambil lagi dari lembaga pembiayaan tadi. Karena ini pada awalnya bundel, maka kalau diambil satu harus dari kantor pusat. Ini butuhkan waktu yang tidak sebentar,” terangnya.

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Tri Wahyudi yang dibincangi oleh detiksumsel membenarkan adanya laporan dari korban terkait dugaan tipu gelap yang terlapornya Qodri Usman Siregar. Adapun untuk laporannya sendiri, akan dipelajari dan ditindaklanjuti dengan melakukan olah TKP sekaligus meminta keterangan saksi yang ada di saat kejadian.

“Laporan korban sudah diterima petugas piket SPKT Polrestabes Palembang yang dalam waktu dekat akan dilakukan olah TKP. Di samping itu, kita juga kumpulkan barang bukti dan meminta keterangan dari saksi dan warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut. Hasil olah TKP inilah nantinya yang akan ditindaklanjuti anggota di lapangan dengan lakukan penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya. (Haris Widodo)



H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Sebagian Lahan Rencana IKL Diklaim Warga Bukan Milik PT Arta Prigel

Lahat, Detik Sumsel — Proses pembangunan Ibu Kota Lahat (IKL) baru di Kecamatan Lahat Selatan, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.