Pemilihan Kades Diduga Tidak Netral, Oknum Polisi Dilaporkan ke Propam, Ini Kata Kapolres Ogan Ilir

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan

Indralaya, Detiksumsel.com – Kapolres Ogan Ilir, AKBP Andi Baso Rahman, buka suara terkait adanya pelaporan seorang oknum polisi ke Propam Polres Ogan Ilir, karena diduga tidak netral pada Pemilihan Kepala Desa Tebing Gerinting Selatan.

Menurut Andi Baso, pihaknya akan mengkaji apa yang menjadi pokok permasalahan sebagaimana yang dilaporkan Advokat, Dirwansyah, ke Propam Polres Ogan Ilir.

“Kita akan kaji dulu bahasanya, apa masuk unsur pelanggaran ketidaknetralan seperti yang diduga pelapor atau tidak,” ungkap Andi Baso, Kamis (6/10/2022).

Andi Baso menegaskan, bahwa dirinya sudah mengimbau kepada personel Polri di Jajaran Polres Ogan Ilir, bahwa memasuki tahun politik ini khususnya kegiatan Pilkades pada wilayah hukum Polres Ogan Ilir, agar personel Polri melaksanakan tugasnya sebagai pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat. Kemudian, melakukan pengamanan setiap kegiatan masyarakat dan imbauan kamtibmas.

“Tetap netral dalam pelaksanaan Pilkades khususnya, dan Pilpres yang akan datang,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, seorang advokat bernama Dirwansyah melaporkan oknum polisi yang bertugas di Polres Ogan Ilir, Aipda HR, ke Propam Polres Ogan Ilir karena diduga melakukan pelanggaran disiplin sebagai seorang anggota Polri.

Dimana, Aipda HR, meninggalkan komentar di salah satu postingan akun Facebook milik calon Kades Tebing Gerinting Selatan nomor urut 1, Hijazi Anam Uju’e. Adapun kata-kata yang dituliskan Aipda HR, yakni, “Nak ikak baru mantul kando, jgn cak si anu sok hebat ahirnyo hahaha”.

Dirwansyah menduga, kata-kata yang dituliskan oknum polisi tersebut di akun Facebook calon Kades Tebing Gerinting Selatan nomor urut 1, diarahkan kepada calon Kades Tebing Gerinting Selatan nomor urut 2.

Pasalnya, Pilkades di Tebing Gerinting Selatan hanya diikuti oleh dua calon. Yakni, Hijazi nomor urut 1, dan Makmun calon Kades dengan nomor urut 2.

Pasalnya, Pilkades di Tebing Gerinting Selatan hanya diikuti oleh dua calon. Yakni, Hijazi nomor urut 1, dan Makmun calon Kades dengan nomor urut 2.

“Kami berharap laporan ini ditindaklanjuti, sehingga pelaksanaan Pilkades di Desa Tebing Gerinting Selatan berjalan kondusif,” harapnya.

Lanjut Dirwansyah Pilhan Calon Kades Tebing Gerinting Selatan hanya Ada 2 Pertama Hijazi dan kedua Makmun Dikatakan tidak netral.

“Jangankan duduk ditempat calon kades memberikan komentar saja tidak boleh, itu kata yang memihak untuk membuat suatu kegaduhan, karena Terduga Sebagai Oknum penegak hukum garda terdepan untuk melakukan penindakan terhadap hukum masalah disiplin Polri,” kata dia.

Diduga ada unsur kesengajaan dilakukan Oknum Aipda HR Terhadap Paslon 02 melakukan Penyerangan terhadap kehormatan harkat serta martabat keluarga 02, atas kasus yang terdahulu perselisihan di salah satu media massa pada saat Pengundian nomor Urut Calon Kades Tebing Gerinting Selatan, itu sudah ada Sebab Akibat yang dilakukan Aipda HR penyerangan terhadap karakter Psikologi masyarakat agar tidak tertarik memilih Calon Kades 02.

Dirwansyah mengambil pendapat dan analisis kejadian sebelumnya sebab akibat antara Aipda HR Terjadi, ditakutkan ada Dendam lain, mengapa ada sikap tegas untuk melaporkan Kepada Polres Ogan Ilir Masalah disiplin anggota Polri, masalah Netralitas dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia artinya Keadaan dan Sikap Netral tidak memihak.

“Kenetralan dan Bahasa “Kando” tersebut dan tanda Emoji balasan dari Calon Kades Tebing Gerinting Selatan 01, telah jelas dan terang benderang adanya keberpihakan yang kita sebut sebelumnya tidak Netral yang artinya dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, “Netral artinya tidak berpihak sesuai Konstitusi, Undangan – Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,” ucapnya.

Dikatakan, dirinya diberikan kuasa untuk melaporkan yang terkandung sebagai dasar hukum Undang-undang Nomor 2 Tahun 2002, Tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, Pasal 28 ayat 1, ayat 2 dan ayat 3 Jo. Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2003 Pasal 3 Huruf a, Pasal 4 huruf a dan huruf F dan Pasal 5 Huruf a dan huruf b.

“Saya berpendapat hukum pada pasal- pasal peraturan perundang-undangan cukup jelas, dan pendapat sederhana saya bisa digunakan untuk mengambil sikap tegas untuk penindakan kedisiplinan terhadap terduga HR,” tungkasnya. (AL)

Komentar