Pemkab OKI Perkuat Kolaborasi Cegah Karhutla Melalui Destana | Detik Sumsel
Banner Iklan Diskominfo
Pemprov
Kepala BPBD OKI Listiadi Martin bersama unsur Forkopimda dan perusahaan yang ada di OKI melangsungkan hybrid meeting dalam menghadapi karhutla yang digelar di Ruang Bende Seguguk OKI, Kamis (24/6/2021).

Pemkab OKI Perkuat Kolaborasi Cegah Karhutla Melalui Destana

Kayuagung, Detik Sumsel-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ilir (OKI) Sumsel memperkuat kolaborasi pencegahan karhutla dengan skema pembinaan desa tangguh bencana (Destana) berbasis klaster.

Tujuannya adalah sebagai upaya deteksi dini, serta pemadaman dini potensi karhutlah bersama perusahaan pemegang konsesi lahan.

“Pola kerja dengan sistem keroyokan jadi prioritas, dimana perusahaan diwajibkan untuk menetapkan desa binaannya, setidaknya 13 Destana yang dapat menjadi objek binaan,” ujar Kepala BPBD OKI Listiadi Martin pada hybrid meeting yang digelar di Ruang Bende Seguguk OKI, Kamis (24/6/2021).

Tak sendiri, lanjut Listiadi, Pemkab OKI tahun ini juga mendapat dukungan penuh dari United Nations Environment Program (UNEP)  Lembaga PBB yang bertanggungjawab pada perbaikan tata kelola lingkungan secara internasional.

Baca Juga :   Tiga Camat di Lahat Diganti, Ini Kata Sekda

“Untuk mencapai target konsesi bebas dari api dan asap, tentu harus diterapkan sistem pencegahan kebakaran hutan secara terintegrasi atau Integrated Fire Management (IFM) dengan berkolaborasi bersama perusahan yang menjadi klaster leader,” terang Fajar Tripradana, Perwakilan Project Manager SIAP-Kemitraan.

Fajar menambahkan kegiatan IFM terbagi dalam empat strategi yaitu pencegahan, persiapan, deteksi dini dan respons cepat.

Sementara itu, Bupati OKI H Iskandar, SE., melalui Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda OKI Drs H Antonius Leonardo, M.Si., mengatakan prioritas kegiatan pencegahan dengan penguatan kapasitas manajemen klaster merupakan upaya kolaborasi dari berbagai pihak.

Baca Juga :   Pulang dari Kebun, Kakek Ilyas Jatuh ke Sungai Komering

“Konsolidasi ini dapat memperkuat kapasitas lintas sektor untuk lebih berfokus pada pencegahan daripada penangulangan terjadi karhutla melalui pendekatan klaster,” papar Anton.

Tahapan selanjutnya, UNEP dan Pemkab OKI akan melakukan pemerataan sumber daya klaster. Program dengan tajuk Strengthening Indonesian Capacity for Anticipatory Peat Fire Management (SIAP-IFM) ini diharapkan dapat mewujudkan OKI Bebas Asap 2021.(Iyan)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Rehab Irigasi Sungai Pangi, Diduga Abal-abal

Lahat, Detik Sumsel – Warga Desa Pandan Arang, Kecamatan Kikim Selatan menduga, proyek rehab irigasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *