Pemkot Pagaralam Bakal Intervensi Kenaikan HET Gas 3 Kg | Detik Sumsel
Detik
Pemprov
Gas Elpiji 3 Kg

Pemkot Pagaralam Bakal Intervensi Kenaikan HET Gas 3 Kg

Pagaralam, Detik Sumsel- Tidak menentunya Harga Eceran Tertinggi (HET) Elpiji 3 Kg di agen dan pasaran di Kota Pagaralam. Membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam melalui Dinas Perindag dalam waktu dekat mewacanakan akan intervensi menaikan harga (HET) gas elpiji 3 kilogram, mengingat kontruk tanah di kota Pagaralam yang berbukitan.

Kepala Dinas Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pagaralam, Dawam mengatakan, pihaknya bersama telah duduk bersama pihak Hiswana Migas Pagaralam terkait persoalan tersebut.

“Pasca kenaikan harga eceren tertinggi (HET) kemarin, harganya sekarang tak menentu mengingat kota Pagaralam sebagai kota perbukitan. Dengan itu pihaknya bersama Hiswana Migas akan berembuk untuk menaikan HET elpiji 3 kilo,” katanya Kamis (4/2).

Dawam menambahkan, saat ini harga eceran tertinggi gas elpiji 3 kilogram ditingkat agen yang ditentukan oleh pemkot Pagaralam yakni dengan harga yang bervariatif.

“Sebagai contoh di Kecamatan Dempo Selatan radius 120 Km dari Felling station bekisaran dengan harga Rp 18.700 berbeda dengan Kecamatan Pagaralam Utara Rp 16.700,- melihat Radius kurang dari 120 Km.”jelasnya.

Agar bisa dikendalikan kami akan menaikan harga eceran tertinggi gas 3 kilo di tingkat agen sampai ke Pangkalan dalam waktu dekat ini. Penentuan besaran harga kenaikan tersebut, berdasarkan beberapa faktor salah satu penyebabnya yakni besarnya biaya transportasi.

“Kami sudah hitung dan mempertimbangkan harga angkut yang dilakukan mereka, makanya kami berencana menaikan harga yang bervariatif.”terangnya.

Ia memaparkan, permintaan masyarakat Kota Pagaralam untuk dalam satu bulan bisa mencapai sebanyak puluhan ribu tabung gas elpiji 3 kilo dilihat dari jumlah permintaan dan agen dengan tabung yang berbeda. Menurutnya, di Kota Pagaralam terdapat 4 agen gas elpiji untuk memenuhi kebutuhan semua gas di masyarakat kota Pagaralam.

“Kita dari Disperindag hanya bisa mengurus dan memantau harga agen dan pangkalan saja, sedangkan untuk harga eceran gas di masyarakat kita belum bisa lakukan, karena masing-masing pedagang atau warung mengambil keuntungannya bervariasi,” pungkasnya. (rendi)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Sebelum Mengubur dan Cor Mayat Apriyanti Tersangka Nopi dan Amir Pergi Kelokalisasi Kampung Baru

Palembang, Detik Sumsel — Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel Senin (18/10/2021) merekonstruksi kasus pembunuhan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *