Pengembang di Palembang Sasar Pasar Menengah Bawah | Detik Sumsel
Detik
Market Kawasan kota terpadu Citra Grand City Palembang.

Pengembang di Palembang Sasar Pasar Menengah Bawah

Palembang, Detik Sumsel – Pengembang kawasan kota terpadu, Citra Grand City Palembang, menyasar penjualan di segmen rumah menengah bawah dengan membangun cluster dengan harga yang dipatok di bawah Rp 500 juta per unit.

Kondisi tersebut tidak terlepas dari tren pasar perumahan di Kota Palembang yang lebih banyak mengarah ke rumah murah.

Deputi General Manager Citra Grand City Palembang, Ilina, mengatakan pihaknya sudah menjual sekitar 500 unit rumah dengan luas bangunan mulai dari 44 meter persegi tersebut sejak dikembangkan pada 2015 dulu.

“Kami bangun dua cluster untuk tipe rumah menengah ke bawah diawali cluster Tropical Valley dan berlanjut ke Green Valley,” katanya di sela pembukaan acara GCG Market Festival 2018, Minggu (28/10).

Menurut Ilina, segmen pasar yang dibidik pihaknya adalah kaum milenial yang tertarik menjadikan properti sebagai aset dan investasi. Oleh karena itu, dalam memenuhi selera generasi muda, Citra Grand City mengusung konsep eco culture dalam setiap kluster yang dibangun.

“Dalam mengembangkan kluster kami selalu mengikuti tren pasar di Palembang, termasuk segmen apa yang paling diminati saat ini ternyata rumah tipe kecil. Kita tidak bisa jadi salah satu segmen saja,” jelasnya.

Dia mengatakan Citra Grand City terus merampungkan pembangunan 200 unit rumah di klaster Green Valley yang ditarget selesai hingga akhir tahun ini.

Akan tetapi, Ilina melanjutkan, pengembang Ciputra Group itu tetap memerhatikan dua kelas lainnya, yakni menengah atas dan menengah.

Sementara itu, Project Manager Citra Grand City Palembang, Gunadi Wirawan, mengatakan pihaknya optimistis penjualan perumahan di Palembang tetap tumbuh pada tahun ini.

“Penjualan kami cukup menggembirakan dibanding tahun sebelumnya meski terjadi sedikit penurunan. Akan tetapi kami optimistis dengan pasar Palembang,” katanya.

Keyakinan tersebut, kata dia, mengingat kebutuhan akan hunian di kota itu terus meningkat sehingga peluang bagi pengembang dalam menyediakan hunian masih tinggi. Sebelumnya,  Real Estate Indonesia (REI) Sumsel mencatat sekitar jumlah backlog saat ini mencapai sekitar 350 ribu unit rumah.

Ketua DPD REI Sumsel Bagus Pranajaya mengatakan dengan meningkatnya gairah industri perumahan juga akan berdampak positif terhadap penurunan backlog perumahan di Sumsel. “Sekitar 80 persen anggotanya bergerak di sektor rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR),” katanya.

Sebetulnya, untuk menurunkan backlog tersebut peningkatan capaian penjualan rumah dari REI sendiri rata-rata mengalami peningkatan sekitar 20 persen setiap tahun.

Di mana tahun 2016 sekitar 8 ribu unit, lalu 2017 kurang lebih 10 ribu unit, dan tahun 2018 ini ditargetkan mencapai 12 ribu unit. (May)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Stok Beras di Sumsel Babel Aman Hingga Lima Bulan Kedepan

Palembang, Detik Sumsel- Di awal tahun, Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik Divisi Regional Sumatra Selatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *