Pengusaha Batubara Kembali Tersenyum, Keran Ekspor Terbuka Lagi | Detik Sumsel

PKN
Pemprov

Pengusaha Batubara Kembali Tersenyum, Keran Ekspor Terbuka Lagi

Palembang, Detik Sumsel – Asosiasi pengusaha batubara Sumatera Selatan, menyambut baik kebijakan Pemerintah yang kembali membuka keran eskpor batubara terhitung 12 Januari 2022 secara bertahap kemarin.

“Kami sangat menyambut baik kebijakan pemerintah yang secara perlahan kembali membuka keran ekspor batubara,” jelas Ketua Asosiasi pengusaha Batubara Sumatera selatan, Andi Asmara ketika dibincangi detiksumsel, Jumat (14/01).

Seperti diketahui, sebelumya pemerintah menetapkan larangan ekspor sejak 1 Januari hingga 31 Januari 2022. Larangan ekspor batu bara ini dilakukan oleh pemerintah, sebagai respons dari terancamnya pasokan batu bara untuk pembangkit listrik PT PLN (Persero).

Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan, jika larangan ekspor batu bara tidak dilakukan, hampir 20 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) PLN dengan daya sekitar 10.850 mega watt (MW) akan padam.

Ditambahkabya, Kebijakab larangan ekspor kemarin secara tidak langsung membawa hikmah, karena pasar ekspir semakin bertambah tidak hanya ke negara tujuan ekspor selama ini India dan Tiongkok tapi ada beberapa negara juga mulai tertarik dengan batubara dari Sumsel.

Baca Juga :   Permudah Penggunaan Uang Elektronik, BI Luncurkan Aplikasi QRIS

Meski sudah dibuka keran ekspor namun hingga kini ekspor belum dilakukan sebab masih harus menunggu aturan lebih lanjutan dari pemerintah.

Setidaknya pencabutan larangan ekspor ini cukup membuat nama baik Indonesia bagus di mata luar negeri sebab jika dilakukan dalam jangka waktu lama dampaknya tidak bagus juga bagi ekspor Indonesia secara keseluruhan di mata dunia,” ujarnya.

Sejak larangan ekspor kemarin muncul dua negara baru pasar batubara yakni Jepang dan Korea.

Bicara produksi, para pengusaha batubara Sumse mampu memasok sekira 50 ton batubara, jumlah tersebut belum termasuk produksi dari PT Bukit Asam.

Dan sebanyak 20 persen pasokan batubara yang dihasilkan untuk memenuhi pembangkit milik PT PLN dan sisanya diekspor.

Tapi diakui Andi produksi batubara juga tergantung dengan kondisi cuaca, saat ini produksi batubara di Sumsel saat ini juga belum bisa maksimal. Hal ini dipengaruhi musim penghujan yang intensitasnya cukup tinggi.

Baca Juga :   Pengajuan Restrukturisasi Kredit Mulai Berkurang

Akibatnya stock file di beberapa daerah rata-rata kosong. Sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku, jika hujan turun, maka aktifitas penambangan batubara harus dihentikan.

Kondisi tersebut membawa dampak cukup besar. Pasalnya truk angkutan dan alat berat harus berhenti beroperasi.

“Saya juga sempat ke daerah untuk melihat stok file batubara. Ternyata memang banyak yang kosong,” katanya.

Menurut Andi, di Sumsel, para pengusaha tambang batubara hanya punya waktu efektif delapan bulan. Sementara dari Desember hingga Maret, pihaknya kesulitan melakukan aktifitas penambangan lantaran curah hujan yang cukup tinggi.

Kondisi stok batubara yang kosong memberikan pengaruh terhadap pasokan untuk 17 pembangkit listrik dipulau jawa harus mematikan aliran listrik untuk 10 juta pelanggan PLN.

Kalau di Sumatera Selatan aman, karena kita berada di mulut tambang jadi tidak kekurangan stok.

Ditambahkanya, sekarang PT.BA mampu produksi 25 ton sampai 50 ton batubara, sedangkan sisanya dikelola tambang swasta.(May)



H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Harga Avtur Naik,Tiket Palembang-Pangkalpinang Jadi Rp600 Ribu Lebih

Palembang, Detik Sumsel — Terhitung sejak awal bulan yang lalu, tarif tiket pesawat naik sebesar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.