Peran Strategis Kaum Milenial dalam Menangkal Paham Intoleran, Radikalisme dan Terorisme | Detik Sumsel
Pemprov
Rumah Mimbar Harmonisasi Indonesia (Ramai.ID) saat menggelar diskusi secara webinar di hotel Aston Palembang

Peran Strategis Kaum Milenial dalam Menangkal Paham Intoleran, Radikalisme dan Terorisme

Palembang, Detik Sumsel — Rumah Mimbar Harmonisasi Indonesia (Ramai.ID) kembali menggelar diskusi Forum Ngopi (Ngobrol Pemuda Indonesia) dengan Tema “Sinergitas pemuda dalam pembentukan karakter kebangsaan, guna menangkal paham intoleransi, radikalisme dan aksi terorisme” sekaligus launching website.

Acara Forum Ngopi dilaksanakan Online via zoom dan offline dengan peserta terbatas dan tetap mengedepankan protokol kesehatan di hotel Aston Jl. Basuki Rahmad Kecamatan Kemuning Palembang Sabtu (11/9/2021)

Koordinator Ramai.ID Imam Santoso mengatakan peran strategis kaum milenial menjadi agent of change menjadi pionir dalam menangkal intoleransi dan radikalisme, revolusi digital, menjadi luar biasa dimasa sekarang ini.

“Generasi muda tidak terlepas dari gadget dari dunia media sosial, kita harus aktif dalam kegiatan positif menyebarkan konten perdamaian dengan menggaungkan nilai-nilai pancasila dan wawasan kebangsaan,”ujarnya.

Imam santoso menambahkan kita harus waspada terhadap oknum yang mengambil kesempatan dengan kemenangan Taliban di Afghanistan, mereka terus memberikan semangat dan membangkitkan masyarakat khususnya anak muda, jangan sampai kita terpengaruh dengan isu-isu bertebaran di media sosial, Indonesia berbeda jauh dengan negara Afghanistan jangan samakan Indonesia dengan Afghanistan. “Kita harus bersyukur mempunya 4 pilar kebangsaan dalam menjaga kedaualatan bangsa negara Indonesia,”bebernya.

Menurutnya intoleransi dan radikalisme menjadi ancaman nyata terhadap generasi muda di Indonesia, dengan hal ini perlunya sikap kritis dan kewaspadaan untuk menjaga diri sendiri dan lingkungan sekitar.

Direktur pencegahan BNPT RI, Brigjen Pol. R. Ahmad Nurwahid, S.E., M.M. mengatakan peran pemuda diposisikan menjadi ujung tombak strategis dalam menangkal paham intoleransi dan radikalisme disekitarnya, pemuda harus berperan aktif dalam menghormati ,mengedepankan toleransi, perdamaian dan kerharmonisan di tengah-tengah masyarakat.

“Paham radikal ini bisa masuk ke individu-individu bukan dikaitkan dengan suatu agama, semua orang bisa mempunyai potensi menjadi radikal, ini musuh negara dan musuh agama, kita diajarkan dan diwajibkan untuk menghargai, memberi kasih sayang dan bertoleransi, mencintai tanah air dan menghormati pemimpin yang sah,”katanya.

“Kelompok intoleransi, radikal harus diperangi bersama jika konflik semakin besar kita akan menjadi seperti negara-negara yang mengalami perang saudara seperti di Libya, Suriah, Afghanistan, Somalia, Nigeria, Yaman, Irak dan sebagainya, Dimana konflik itu di duhulukan radikalisme dan terorisme yang mengatasnamakan agama,”jelasnya.

Perwakilan Polda Sumatera Selatan, diwakilkan AKBP Iralinsah selaku bidang humas Polda Sumsel mengatakan Polri tidak bisa berjalan sendiri tanpa adanya peran pemuda, perlunya sinergitas pemuda dalam menjaga toleransi antar umat beragama, jangan jadikan perbedaan penghalang kita untuk memberikan kasih sayang dan kepedulian terhadap sesama.

Pendiri NII Crisis Center, Ken Setiawan mengatakan peran media sosial sangat luar biasa dalam penyebaran intoleransi dan paham radikalisme, dimana yang pertama mudah diakses, audiensi yang luas, bisa menggunakan nama samaran, kecepatan informasi, media yang interaktif, murah, bersifat multi media dan internetlah telah menjadi sangat mudah agar menjadi sumber pemberitaan.

“Dengan ini target mereka bukan hanya kalangan bawah saja untuk menjajakan pahamnya ada juga dokter, dosen yang terkena dimasjid-masjid bahkan ada di pasar-pasar pakai Toa dengan menanamkan sugesti bahwa merekalah yang bisa memberikan solusi dihari ini,”katanya.

Hadir Tamu Kehormatan Ramai.ID, Direktur Intelkam Polda Sumsel, Kombes Pol. Ratno Kuncoro, SIK., MSi, C.C.J.E. Sekaligus untuk meresmikan website www.Ramaiofficial.com
Dan Ramai.ID memberikan kesempatan beliau untuk memberikan pesan-pesan terhadap pemuda.

“Pemuda harus ikut dalam memerangi dan ikut melaksanakan dalam menjaga keharmonisan dimasyarakat, kelompok ini masuk ke kampus-kampus melakukan doktrinasi bukan melalui kekerasan, agar mereka berbeda pandangan terhadap pancasila, dan ini bukan hanya tugas-tugas polri, Bnpt tapi tugas generasi muda”. Ujarnya.

Ratno kuncoro, menambahakan “Negara Indonesia dikenal dengan negara majemuk , negara pluralisme yang terdiri dari suku, ras, agama , budaya dan golongan. Jangan sampai kita seperti negara-negara timur yang terpecah belah dan perang saudara, peran pemuda harus bisa ikut menjaga kerukunan dan perdamaian.(oji).

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Merasa Terancam Saat Didatangi dan Ditantang Berkelahi, Joko Polisikan CN

Palembang, Detik Sumsel — Karena merasa dirinya terancam Joko (34) warga komplek Taman Bukit Raflesia, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *