Perempuan dan KMPA di Muba, Garda Terdepan Sukseskan Restorasi Lanskap Sembilang | Detik Sumsel
Detik
Multi stakeholder yang terlibat dalam restorasi hutan gambut tersebut, yaitu Yayasan Inisiatif Dagang Hijau (IDH), APP Sinar Mas, Gerakan Cinta Desa (G-Cinde) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muba Sumsel.

Perempuan dan KMPA di Muba, Garda Terdepan Sukseskan Restorasi Lanskap Sembilang

Musi Banyuasin, Detik Sumsel- Program pemulihan ekosistem hutan gambut di Sumatera Selatan (Sumsel), menjadi kerja bersama yang sedang diwujudkan multi stakeholder, melalui program Restorasi Lanskap Sembilang di Sumsel-Jambi, terutama di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Sumsel.

Multi stakeholder yang terlibat dalam restorasi hutan gambut tersebut, yaitu Yayasan Inisiatif Dagang Hijau (IDH), APP Sinar Mas, Gerakan Cinta Desa (G-Cinde) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muba Sumsel.

Di Kabupaten Muba Sumsel, ada tiga desa yang disasar untuk merealisasikan program Restorasi Lanskap Sembilang, yaitu di Desa Muara Merang, Desa Telang dan Desa Pagar Besi. Salah satunya di Dusun Pancoran, Desa Muara Merang, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Muba Sumsel.

Menurut Sahal Abdullah Faqih Suyuti, Ketua Umum Kelompok Masyarakat Peduli Api (KMPA) di Dusun Pancoran, program Restorasi Lanskap Sembilang dijalankan, dengan menggandeng para warga di Dusun Pancoran, untuk melakukan restorasi lahan hutan gambut, dengan luasan lahan hampir 25 hektare.

G-Cinde bersama KMPA membentuk Masyarakat Peduli Restorasi (MPR) yang beranggotakan 30 orang. KMPA sendiri adalah binaan APP Sinar Mas, yang terjun dalam pencegahan dan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Muba Sumsel.

“Anggota MPR didominasi oleh kaum perempuan, terutama ibu-ibu yang sehari-hari hanya menjalankan aktivitas sebagai ibu rumah tangga (IRT). Sedangkan anggota KMPA yang terlibat ada sebanyak 109 orang,” ucapnya.

MPR dan KMPA menjadi garda terdepan dalam menyukseskan program Restorasi Lanskap Sembilang di Kabupaten Muba Sumsel. Seperti pembibitan yang dilakukan kaum perempuan dari MPR, di lahan Nursery-Tumbuhan Jenis Tumbuhan Lokal.

Lahan nursery tersebut merupakan program kegiatan Restorasi Ekosistem Hutan, kerjasama antara PT APP Sinar Mas (PT BPP, PT RHM, PT SHP,PT TPJ), Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial ekonomi Kebijakan & Perubahan Iklim, KLHK, IDH dan G-Cinde.

Ribuan jenis bibit pohon ditanam dengan cekatan oleh ibu-ibu anggota MPR. Mulai dari bibit pohon Tembesu Angin, Jelutung, Meranti, Pulai Pipit, Pinang, Durian dan Tumi. Bibit-bibit pohon tersebut, sudah ditanam di lahan hutan gambut, di Kabupaten Muba Sumsel.

Sementara itu, anggota pria MPR dan KMPA melakukan proses selanjutnya dalam restorasi lanskap berkelanjutan di kawasan mitra APP Sinar Mas. Yakni menggarap proses e-radikasi serta pengayaan restorasi dan reboisasi.

“Di bulan Oktober 2021 lalu, kawasan e-radikasi seluas 1.700 hektare lahan yang digarap. Yang terdiri dari 1.400 hektare di lokasi PT RHM, 181 hektare di lokasi PT TPJ dan sisanya di PT SHP,” ujarnya.

Ada juga proses pengayaan atau penanaman di lahan seluas 131 hektare, yakni di 26,4 hektare lahan PT SHP, 24,6 hektare lahan PT. TPJ dan 79,2 hektare lahan PT.RHM.

“Program ini mengubah kebiasaan masyarakat di sini. Dulunya mereka melakukan ilegal logging dan banyak yang pengangguran. Dengan adanya program ini, para warga mendapatkan pekerjaan positif dan bisa mendapatkan pemasukan yang pasti,” katanya.

Aktivitas Budikdamber

Selain pembibitan, kaum perempuan yang tergabung dalam MPR di Dusun Pancoran, juga mengelola Budidaya Ikan Dalam Ember (Budikdamber), yang masuk dalam program dari multi stakeholder tersebut.

Siti Wahyuni (26), warga Dusun Pancoran Desa Muara Merang Muba menjadi salah satu anggota MPR yang mengelola Bumdikdamber. Ada sekitar 14 orang anggota MPR yang mengelola budikdamber, yang sebelumnya mendapatkan pelatihan dan bibit dari G-Cinde.

Sebanyak 8 ember yang dimanfaatkan untuk membudidaya benih lele dan sayur kangkung. Dengan pengelolaan yang tepat di bulan Juli-September 2021 lalu, mereka pun panen ikan lele dan sayur kangkung.

“Sebagian lele kami konsumsi dan bagikan ke warga sekitar, sebagian lagi dijual. Penghasilannya lumayan membantu perekonomian masyarakat. Kami mendapatkan banyak pengetahuan tentang pengelolaan budikdamber dan pembibitan, yang bisa menjadi solusi untuk peningkatan kebutuhan ekonomi keluarga,” ujarnya.

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Tampil Perdana di Luar Sumsel, Ovi Mawardi Juara III Kejuaraan Offroad

Indralaya, Detik Sumsel– Tampil perdana di luar Sumatera Selatan, Ahmad Wazir (AW) Noviadi offroader Sumatera …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *