Permudah Pelunasan Haji, BNI Syariah Terapkan Layanan Mobile Banking | Detik Sumsel
Pemprov
Sejumlah nasabah BNI Syariah mengantri untuk melakukan pembayaran iuran haji. (Maya/detiksumsel.com)

Permudah Pelunasan Haji, BNI Syariah Terapkan Layanan Mobile Banking

Palembang, Detik Sumsel-BNI Syariah Palembang terus berupaya  mensosialisasikan program pelunasan biaya haji melalui layanan mobile banking bagi calon jemaah haji (CJH).

Pasalnya, sejak diluncurkan 31 Maret kemarin, secara nasional baru tujuh nasabah yang memanfaatkan kemudahan fasilitas tersebut, untuk melakukan pelunasan haji lewat layanan mobile banking.

“Kami bersyukur di BNI Syariah ada 450 CJH dari total kuota 7.035 CJH di Sumsel yang berangkat haji dan sebanyak 30 nasabah diantaranya sudah melakukan pelunasan haji,” ujar Popi Peri Muniko, Operasional Manager BNI Syariah Palembang, Senin (01/04).

Dia menjelaskan, selama ini pelunasan biaya haji di BNI Syariah dilakukan secara manual, dengan cara langsung kantor BNI Syariah. Karena itulah, kedepan pihaknya berharap nasabah bisa lebih memaksimalkan layanan mobile banking.

“Di Palembang belum ada nasabah yang melakukan pelunasan lewat mobile banking, mungkin karena masih baru dan banyak nasabah yang belum tahu. Padahal lewat aplikasi ini nasabah tidak perlu antri,” ungkapnya.

Padahal lanjut dia, membayar melalui mobile bangking cukup mudah. Hanya dengan membuka aplikasi BNI Mobile di handphone, lalu pilih menu produk dan jasa lainnya. Lulu pilih menu pelunasan haji regular dan pilih rekening yang akan didebet.

“Kemudian masukkan nomor porsi, lalu cek kesesuaian data. Setelah itu masukkan password dan cek atau unduh struk di menu untuk bukti transfer,”paparnya.

Sementara itu, untuk mengantisipasi banyaknya calon jamaah yang akan melakukan pelunanan biaya haji secara langsung. Pihaknya telah menambah jumlah counter teller menjadi tiga, yang khusus melayani nasabah regular maupun nasabah haji.

“Jadi memang kita bedakan antara counter untuk nasabah regular dan pelunasan haji, begitu juga dengan nomor antrian. Sehingga nasabah tidak bingung,” harapnya.

Lebih jauh dijelaskannya untuk pelunasan biaya haji pihaknya telah membaginya menjadi dua tahap. Pertama dimulai 19 Maret-15 April, yang diperuntukkan bagi jemaah haji yang telah melakukan pelunasan BPIH tahun 2018 atau tahun sebelumnya yang menunda keberangkatan.

Sedangkan untuk tahap kedua dimulai pada 30 April-10 Mei, yang  dilaksanakan jika pelunasan tahap satu masih ada kuota pada masing-masing provinsi dan diperuntukkan bagi jemaah haji dengan beragam kondisi.

“Seperti mengalami gagal sistem pada pelunasan haji tahap pertama, berstatus pernah haji yang telah berusia 18 tahun atau sudah menikah, pengajuan pendamping jamaah haji lanjut usia minimal 75 tahun yang telah melunasi biaya haji tahap pertama,”ucapnya.

Lalu pengajuan penggabungan suami/istri/anak kandung/orang tua, terpisah yang salah satunya telah melunasi di tahap pertama.

Serta pengajuan lanjut usia minimal 75 tahun, yang dapat disertai dengan satu orang pendamping dan cadangan, yang berasal dari jamaah haji yang berhak lunas pada 2020 sebanyak lima persen.

“Nasabah yang melakukan pelunasan hanya membayar Rp. 8.429.575 dari setoran awal yang sudah dibayar sebesar Rp. 25 juta dengan total biaya haji Rp33,5 juta,”tandasnya.(May)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL
Lakukan Penukaran Uang

Check Also

Penuhi Permintaan, Olymplast Plastik Resmi Berproduksi di Palembang

Penuhi Permintaan, Olymplast Plastik Resmi Berproduksi di Palembang Palembang, Detik Sumsel – Tingginya permintaan konsumen …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *