Pertamina Sosialisasikan B20 dan B30 pada Mahasiswa Unsri | Detik Sumsel
Pemprov
Suasana kegiatan seminar di Unsri (Maya/detiksumsel.com)

Pertamina Sosialisasikan B20 dan B30 pada Mahasiswa Unsri

Palembang, Detik Sumsel – Pertamina Refenery Unit III Plaju mengajak lebih kurang 300 mahasiswa dan dosen fakultas teknik Unsri Palembang, untuk menambah pengetahuan tentang operational dan produksi bahan bakar minyak yang dikelola Pertamina dalam mendorong kemandirian energi Sumbangsel.

Ketua Pelaksana Pertamina RU III Energy Summit, sekaligus Staff Engineer Process RU III Bobi Andika Putra mengatakan, kegiatan seminar dan pemberian paparan kepada mahasiswa dan dosen terkait dengan kinerja dan hasil produksi Pertamina RU III Plaju baru kali pertama.

“Ini pertama kalinya kami menggelar kegiatan dan memberikan wawasan dan pengenalan hasil produksi Pertamina RU III berupa B20 dan B30 kepada mahasiswa. Dalam kegiatan ini ada lebih dari 300 mahasiswa dari jurusan Teknik Kimia, Teknik Mesin, dan Teknik Elektro di Universitas Sriwijaya,”ungkapnya, Jumat (13/12).

Setelah disini, pihaknya juga akan melakukan kegiatan yang sama pada tanggal 16 Desember mendatang di Universitas Lampung.

Ia menambahkan, seminar dan paparan ini dilakukan dalam rangkaian bulan energi dimana setiap tahun dikemas berbagai kegiatan yang berbeda.

“Kami ingin sampaikan kepada mahasiswa terkait isu terkini mengenai produksi bahan bakar minyak. Sehingga harapannya mahasiswa bisa mendapat wawasan yang lebih luas dan bisa lebih mengenali produk-produk Pertamina,”katanya.

Diakuinya, pihaknya memberikan informasi terkait keberhasilan RU III dalam mengolah RBDPO (Refined Bleached Deodorized Palm Oil). Apalagi kilang RU III Plaju diketahui merupakan kilang pertama di dunia dan di Indonesia yang mengolah minyak sawit menjadi bensin dan dikomersialkan.

“RBDPO ini pertama kalinya di dunia. Belum ada kilang yang berteknologi lama seperti di kilang Pertamina RU III tapi sudah bisa mengolah minyak sawit menjadi bensin. Dikomersialkan. Dan kini diikuti oleh kilang yang lain,” ucapnya.

Dengan adanya RBDPO ini, membuat pihaknya mampu menekan angka impor minyak mentah. Selain itu juga kilang tersebut bisa menciptakan bahan bakar minyak yang ramah lingkungan.

Ditambahkanya, mahasiswa harus bisa mengenali terkait isu ini. Karena nantinya mahasiswa akan menjadi sumber daya manusia yang terjun di bidang migas ini.

Selain isu RBDPO, pihaknya juga menjelaskan kepada mahasiswa mengenai B20 dan B30 yang dihasilkan kilang RU III Plaju.

“B20 dan B30 ini merupakan bagian dari program nasional, sebagai upaya mengurangi impor solar. Kita berhasil melakukan uji coba pencampuran solar dengan Fatty Acid Methel Ester (FAME) sebesar 30 persen untuk B30. Sementara B20 sendiri sudah lama dipasarkan, dan semua SPBU di wilayah Sumsel dan sekitarnya sudah menggunakan B20,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya memberikan jabaran kepada mahasiswa terkait efisiensi energi di kilang RU III, berupa program optimasi boiler (ketel uap) dan pihaknya pun berhasil menurunkan tekanan steam pada awal Februari 2019 lalu.

“Harapan kita dengan seminar dan kegiatan ini, mahasiswa bisa mendapat pengetahuan tentang isu yang sedang hangat saat ini agar mereka jangan sampai ketinggalan terkait teknologi dan informasi di RU III. Harapan kami juga agar nantinya mahasiswa bisa melakukan riset, membuat tesis dan sebagainya mengarah ke RU III, akan sangat kami bantu dan fasilitasi,”ungkapnya.(May)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Pastikan Kesiapan Jaringan Broadband dan Layanan Digital di PON XX Papua 2021

Palembang, Detik Sumsel – Telkomsel sebagai leading digital telco company dan bagian dari TelkomGroup selaku …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *