Pertashop, Harapan Baru Warga Pelosok Daerah | Detik Sumsel
BNI"
Warga Desa Sumber Jaya melakukan pengisian BBM di salah satu Pertashop. (Maya/detiksumsel.com)

Pertashop, Harapan Baru Warga Pelosok Daerah

#Pertamina Wujudkan Energi Berkeadilan Seluruh Indonesia

Palembang, Detik Sumsel — Selama bertahun-tahun, warga Desa Sumber Jaya Kecamatan Pringsewu Kabupaten Lampung Selatan harus menempuh jarak 30 kilometer untuk mendapatkan bahan bakar jenis Pertamax di SPBU terdekat dari desa mereka. Meski mayoritas warga berprofesi sebagai petani, warga memilih untuk menggunakan BBM Ron 92 atau Pertamax untuk kendaraannya.

Lokasi SPBU yang jauh dari desa mereka, tidak menjadi masalah, asalkan kendaraan mereka mendapatkan bahan bakar jenis terbaik untuk merawat mesin kendaraan tetap terjaga. Namun, sejak dua bulan lalu, kehadiran Pertashop di Desa Sumber Jaya seolah menjadi penyelamat bagi warga setempat. Warga tak perlu harus menempuh perjalanan hingga 30 km hanya untuk mendapatkan Pertamax 2-3 liter.

Seperti diakui Rasiono (44), seorang warga yang mengaku sangat terbantu dengan gebrakan Pertamina dengan menghadirkan Pertashop di desa-desa terpencil, seperti Desa Sumber Jaya. Biasanya, pria yang sehari-hari bekerja menggarap sawah dan pedagang keliling ini, harus menghabiskan bahan bakar untuk mendapatkan bahan bakar demi menuju SPBU terdekat.

“Biasanya kami harus menempuh perjalanan jauh, hanya untuk mendapatkan 3-4 liter Pertamax untuk motor kami. Belum lagi, kami juga sering kehabisan bensi di jalan atau pada malam hari, jujur selama ini kami sangat kesulitan,” ujarnya pada Detiksumsel, beberapa waktu lalu.

Ia bertutur, pernah karena terpaksa menggunakan bahan bakar ‘Kopi Susu’ atau bahan bakar campuran. Hasilnya, kendaraannya mudah mogok, tidak mudah distarter, dan kualitas mesin kendaraannya menurun karena menggunakan bahan tak sesuai standar.

Kehadiran Pertashop yang berdiri dengan kokohnya di jalan utama desa, menjadi harapan baru bagi warga desa. Kami sangat terbantu, apalagi harga Pertamax yang dijual di SPBU sama dengan harga yang dijual di pertashop. “Kami sangat senang adanya Petshaop ini karena kami tidak perlu jauh lagi membeli BBM.”katanya

tak menjadi masalah bagi warga. “Memang ada selisih Rp 200 per liter lebih mahal dibanding di SPBU, tetapi selisih itu tidak sebanding dengan jarak tempuh selama ini,” ungkap Rasiono.

Warga dari desa lain, yang juga merupakan Sekretaris Desa Karang Jaya, Muhammad Wastowo mengaku menyambut baik kehadiran Petrashop yang merupakan kerjasama BUMDes dan Pertamina untuk mendistribusikan BBM bersubsidi. Sebagai salah satu pengurus BUMDes, Wastowo mengatakan, kehadiran Petrashop ini juga membuka peluang kerja bagi warga setempat serta memberi keuntunan bagi desa. Margin sebesar Rp 800 per liter dari penjualan bahan bakar masuk ke Pendapatan Asli Desa (PAD).

“Dari margin yang masuk ini, kita bisa mengembangkan usaha seperti oli motor, kelengkapan mesin, hingga ke briling sehingga bisa menciptakan peluang kerja bagi warga desa yang selesai sekolah,” jelasnya.

Meski begitu, ia memastikan meskipun setiap tiga hari sekali, Pertamina melakukan pengisian ulang BBM sebanyak 3200 liter, hal itu tak mematikan usaha pengisian BBM dari Pertamini. “Ini sangat membantu kita dan ke depan kita berharap dapat membuka usaha lain di satu tempat dengan Petrashop,” katanya.

Sementara itu, Region Manager Comrel dan CSR Pertamina Sumbagsel, Dewi Sri Utami mengatakan, Pertamina saat ini memang fokus untuk menjangkau wilayah terpencil yang belum dilayani oleh SPBU reguler. Saat ini tak kurang ada 28 unit Pertashop yang telah beroperasi di wilayah Sumbagsel, dengan rincian empat unit di Sumsel, dua unit di Bangka Belitung, 10 unit di Jambi, delapan unit di Lampung, dan empat di Bengkulu.

“Kami terus mendorong pembangunan Pertashop ini dan sekarang beberapa unit lainnya sedang dalam proses instalasi, persiapan lahan, dan ada yang sedang memasuki fase kerja sama,” jelasnya.

Ia menjelaskan, Pertashop merupakan lembaga penyalur resmi Pertamina dengan skala yang lebih kecil, untuk melayani kebutuhan BBM berkualitas seperti Pertamax, Bright Gas, dan pelumas yang belum terlayani oleh penyalur resmi Pertamina lainnya seperti SPBU. Pertashop menghadirkan produk dengan kualitas dan harga yang sama dengan SPBU, takaran yang tepat serta memperhatikan adanya faktor keamanan. Adapun BBM dipasok melalui Fuel Terminal atau TBBM Pertamina terdekat.

“Dengan harga dan kualitas yang sama dengan SPBU, diharapkan keberadaan Pertamina makin dirasakan manfaatnya khususnya oleh masyarakat pedesaan,” ujarnya.

Ditambahkannya, kehadiran Pertashop ini menjadi bagian penting program One Village One Outlet (OVOO) yang bertujuan untuk menjangkau wilayah terpencil yang belum terlayani oleh SPBU reguler, sehingga masyarakat mendapat hak yang sama untuk memcukupi kebutuhan energinya seperti masyarakat perkotaan.

“Pertashop dibangun dengan skema kerjasama antara Pertamina dengan BUMDes. Keberadaan program ini dapat mendorong perekonomian di pelosok, serta membantu terwujudnya energi berkeadilan di Indonesia,” jelas Dewi.

Konsep kerjasama ini memiliki tiga kategori, yakni Gold, Platinum, dan Diamond. Gold berkapasitas penyaluran BBM 400 liter per hari, dengan luas lahan 144 meter persegi. Platinum berkapasitas penyaluran BBM 1.000 liter per hari, dengan luas lahan 200 meter persegi. Sementara untuk jenis Platinum berkapasitas penyaluran 3.000 liter per hari, dengan luas lahan 500 meter persegi.

Untuk mendapatkan informasi serta persyaratan pembangunan Pertashop, masyarakat dapat mengakses web Pertamina melalui https://spbu.pertamina.com/ atau dapat menghubungi Call Center pertamina 123. (May)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL
Lakukan Penukaran Uang

Check Also

Nikmati Pergantian Tahun Dengan Flavour Night Dinner Exvelton

Palembang, Detik Sumsel – Momen pergantian malam tahun baru menjadi salah satu malam yang spesial …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *