Pertumbuhan Ekonomi Sumsel Tumbuh 3,93 Persen (yoy) | Detik Sumsel
BNI"

Pertumbuhan Ekonomi Sumsel Tumbuh 3,93 Persen (yoy)

Palembang, Detik Sumsel – Ditengah kondisi global dan domestik yang penuh ketidakpastian akibat pandemi COVID-19, kita patut bersyukur bahwa, perekonomian Provinsi Sumatera Selatan terus tumbuh dan membaik, serta telah memasuki zona pertumbuhan positif.

Pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan di triwulan III 2021 tumbuh positif sebesar 3,93% (yoy), sedikit melambat dibandingkan
triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 5,71% (yoy).

Perlambatan di triwulan ini, dialami oleh hampir seluruh kawasan di tanah air sebagai dampak aktivitas ekonomi yang menurun selama PPKM di triwulan 3. Namun demikian, kami memprediksikan ekonomi akan meningkat kembali di triwulan 4, dan sesuai proyeksi Bank Indonesia, perekonomian sumsel masih dalam tren membaik di sepanjang tahun 2021.

“Kita patut berbangga bahwa Sumatera Selatan berada pada posisi kedua tertinggi apabila dibandingkan dengan provinsi dengan size ekonomi yang sama di kawasan Sumatera.”Jelas Kepala Kantor Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Bagiab Selatan, Hari Widodo disela – sela kegiatan rapat tahunan dengan tema Bangkit dan optimis sinergi dan inovasi untuk pemulihan ekonomi, Rabu (24/11).

Hari menambahkan, kondisi perekonomian ditriwulan III yang mengalami perlambatan, di Sumsel, langsung berimbas dengan kinerja investasi pada triwulan III 2021 mengalami perlambatan (-7,74% (yoy) dari semula 3,67% (yoy)).

Keterlambatan ini dikarenakan oleh perlambatan realisasi anggaran belanja modal pemerintah, serta investasi oleh pelaku usaha, yang terkonfirmasi antara lain dr penurunan penjualan semen sebesar -5,71% (yoy) dan penurunan impor barang modal yang terkontraksi sebesar -60,19% (yoy) pada triwulan III 2021.

Ditambahkanya, perekonomian Sumatera Selatan 2021 yang membaik juga diikuti oleh terjaganya stabilitas sistem keuangan di daerah. Pada triwulan III 2021, kinerja penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) oleh perbankan tercatat tumbuh sebesar 4,18% (yoy). Sejalan dengan hal tersebut, penyaluran kredit pada perbankan juga tercatat tumbuh, yang dikuti dengan rasio NPL yang cenderung stabil dan berada pada batas aman.

Selanjutnya peningkatan Undibursed Loan sebesar 7,86% (yoy) mengindikasikan masih adanya potensi pembiayaan kredit ke sektor produktif yang dapat mendukung perbaikan ekonomi Sumatera Selatan.

“Meskipun belum pulih, namun fungsi intermediasi perbankan mulai membaik,”katanya.

Ia menambahkan, untuk mendorong pemulihan ekonomi, kebijakan sistem pembayaran terus diarahkan untuk mendukung elektronifikasi dan digitalisasi sistem pembayaran dalam berbagai transaksi ekonomi.

Transaksi non tunai melalui Sistem pembayaran BI Real Time Gross Settlement (RTGS) pada triwulan III 2021 mencapai Rp53,44 triliun, sementara nilai kecil melalui Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) mencapai Rp 11,12 triliun.

Perkembangan transaksi e-commerce di Provinsi Sumatera Selatan juga terus meningkat terutama ditengah pandemi.
Secara nominal,total transaksi e-commerce mencapai Rp1,90 triliun atau tumbuh sebesar 65,02% (yoy).

“Peningkatan ini diikuti pula oleh implementasi inovasi sistem pembayaran menggunakan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Total merchant di Sumatera Selatan yang sudah mengimplementasikan QRIS, 325.944 merchant yang menempatkan posisi Sumatera selatan pada posisi kedua merchant terbanyak di wilayah sumatera dan posisi kesepuluh di Indonesia,”tutupnya. (May)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL
Lakukan Penukaran Uang

Check Also

Nikmati Pergantian Tahun Dengan Flavour Night Dinner Exvelton

Palembang, Detik Sumsel – Momen pergantian malam tahun baru menjadi salah satu malam yang spesial …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *