Perusahaan di Lahat Mayoritas Belum Miliki Alat Sparing | Detik Sumsel
BNI"
Sekretaris DLH Lahat, Dodi Nasoha sampaikan ke pihak perusahaan terkait penggunaan Alat Sparing, foto istimewa. 

Perusahaan di Lahat Mayoritas Belum Miliki Alat Sparing

Lahat, Detik Sumsel – Kendati sudah masuki tahun ke dua arahan memberlakukan aturan terkait penerapan Sistem Pemantauan Kualitas Air Limbah secara Terus Menerus dan Dalam Jaringan (Sparing). Nyatanya dari sekian banyak perusahaan tambang, industri dan perkebunan, baru empat perusahaan yang menerapkan Peraturan Menteri ESDM tersebut.

Sesuai arahan Presiden RI, melalui Permen KLHK No P.93/Menlhk/Setjen/Kum.1/8/2017 dan No P.80/Menlhk/Sekjen/kum.1/10/2019, pelaku usaha (perusahaan) wajib memiliki Alat Sparing dan melaporkan kegiatan pengukuran kadar/debit pembuangan air limbah ke air permukaan.

“Perusahaan mau tidak mau harus siap. Karena setiap perusahaan pasti melakukan pembuangan limbah ke air permukaan,” terang Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lahat, Agus Salmat ST, melalui Sekretaris, Dodi Nasoha, Minggu (17/10). Aturan ini juga untuk membuat pelaku usaha agar bisa mandiri dan disiplin, dalam menjalankan tanggung jawab terhadap air limbah.

Didampingi, Indra Buana SH, Kasi Perencanaan dan Kajian Dampak Lingkungan, Dodi membeberkan, prinsip kerjanya alat Sparing dipasang di titik penaatan, yang nantinya akan terkoneksi ke KLHK melalui satelit. Dengan begitu parameter kualitas air limbah dan debit air limbah, bisa dilaporkan secara otomatis dan terus menerus.

“Jika kadarnya di atas dari yang ditetapkan, perusahaan wajib melakukan perbaikan terhadap pengolahan air limbahnya. Jika masih kondisinya tidak juga normal, jelas akan ada sanksi yang akan diberikan,” beber Indra Buana.

Indra Buana mengatakan, sebelumnya Jumat (15/10), pihak Puslitbang Teknologi Mineral dan Batu Bara, Kementrian ESDM, Ir Nendaryano MT, Dr Ir Zulfahmi MT, Alimando ST MT, telah memberikan sosialisasi terkait penekanan menggunakan alat Sparing, kepada perusahaan di Kabupaten Lahat.

Empat perusahaan yang telah menggunakan alat Sparing tersebut diataranya, PT BA, PT GGB, PT MAS dan PT BAU. Selain pelaku usaha yang harus memiliki alat tersebut, Pemerintah Daerah (DLH) Lahat juga harus menyiapkan pusat data pemantauan air limbah.

“Walaupun semua sudah sentralisasi ke pemerintah pusat. Daerah juga tetap berpartisipasi dalam pemantauan dan pengendalian dampak lingkungan,” terang Indra Buana. (heru)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL
Lakukan Penukaran Uang

Check Also

1700 Anak Di OKU Dapat Makanan Tambahan Sehat

Baturaja, Detik Sumsel – Sebanyak 1700 anak-anak PAUD menerima makanan tambahan sehat dalam kegiatan pemberian …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *