Perusahaan Ditutup, PT SIG Tidak Bayar Tunggakan Upah dan Pesangon Karyawan | Detik Sumsel
Detik
Karyawan PT Sako Indah Gemilang saat berkumpul di kantor sekretariat Serikat Buruh Sriwijaya di perumahan Selincah Residen Kecamatan Kalidoni Palembang

Perusahaan Ditutup, PT SIG Tidak Bayar Tunggakan Upah dan Pesangon Karyawan

Palembang, Detik Sumsel — Sebanyak 142 orang karyawan PT Sako Indah Gemilang (SIG) menuntut pihak perusahaan segera membayar tunggakan upah lima bulan serta pesangon yang belum dibayarkan PT SIG. Bahkan PT SIG sudah mengumumkan secara resmi perihal penutupan perusahaan dengan alasan rugi.

Untuk memperjuangkan haknya para karyawan ini telah mendatangi kantor Serikat Buruh Sriwijaya agar tuntutan mereka bisa dipenuhi pihak perusahaan.

Ketua Umum Serikat Buruh Sriwijaya Ramlianto mengatakan karyawan PT SIG melapor ke kantor Serikat Buruh Sriwijaya bahwa perusahaan PT SIG secara resmi sudah menyatakan ditutup. Pengumuman penutupan ini ditulis dan ditempel dikantor security PT SIG yang beralamat di Sako Kenten Palembang.

“Dengan ditutup perusahaan secara resmi, maka sesuai dengan Undang – undang. Maka pihak perusahaan dalam hal ini PT diwajibkan membayar pesangon seluruh karyawan sesuai dengan ketentuan UU No 13 tahun 2003 tentang tenaga kerja,”katanya kepada wartawan Sabtu (4/12/2021).

Selain membayar pesangon, kata Ramlianto pihak PT SIG juga harus membayar tunggakan upah karyawan selama lima bulan yang belum dibayar sampai saat ini. Terkait tuntutan pesangon dan tunggakan upah ini Serikat Buruh Sriwijaya sudah melaporkan ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumsel.

“Namun laporan kami di Disnakertrans sampai hari ini belum ada kejelasan. Seharusnya sesuai dengan kepmen nomor 33 tahun 2016 dinas tenaga kerja harus memberi tahukan kepada serikat buruh yang membuat laporan namun sampai hari ini belum proses perkembangan laporan kami,”bebernya.

Ditegaskan Ramlianto, jika memang PT SIG tidak membayar tunggakan upah dan uang pesangon 142 karyawannya. Maka Serikat Buruh Sriwijaya akan melakukan upaya hukum dan aksi unjuk rasa agar para pihak terkait mendengar aspirasi karyawan PT sampai hak – hak para karyawan bisa diberikan.

Sementara itu, Damiri salah satu karyawan PT SIG yang sudah dua puluh tahun bekerja meminta kepada PT SIG untuk membayar pesangon karena perusahaan secara resmi sudah ditutup.

“Selain uang pesangon kami juga menuntut PT SIG membayar gaji kami yang belum dibayar selama lima bulan terhitung dari bulan tujuh tahun 2021 gaji kami belum dibayar. Jika tidak dibayar tunggakan upah dan pesangon kami akan melakukan aksi unjuk rasa sampai tuntutan kami diberikan,”katanya.

Saat dikonfirmasi lewat pesan Whatsapp Owner PT Sako Indah Gemilang Awi belum memberikan tanggapan terkait penutupan PT SIG dan tunggakan gaji dan uang pesangon karyawan yang belum dibayarkan.(oji)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Polda – Polres Disebut Terima Aliran Dana Proyek di Muba, Ini Tanggapan Kapolda Sumsel

Palembang, Detik Sumsel — Kesaksian tersangka Herman Mayori, Kadis PUPR Muba dalam sidang yang digelar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *