Petani Kopi Petik Merah Pagaralam Terpaksa Jual Harga Murah | Detik Sumsel
Detik
Pemprov
Kopi Petik Merah

Petani Kopi Petik Merah Pagaralam Terpaksa Jual Harga Murah

Pagaralam, Detik Sumsel- Karena memiliki nilai harga yang lebih tinggi dibanding kopi petik campur atau kopi Pelangi, Kopi petik merah saat ini mulai banyak digandrungi oleh sebagian besar petani kopi Kota Pagaralam.

Ini juga didukung dengab adanya ajakan Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam agar para petani Kopi di Pagaralam bisa melakukan panen dengan cara petik merah. Pasalnya beberapa waktu lalu harga jual Kopi petik merah tersebut jauh lebih mahal dari kopi dengan cara panen lama yaitu petik campur.

Informasi yang berhasil dihimpun, bahkan beberapa waktu lalu harga Kopi petik merah mencapai Rp40.000 sampai Rp45.000 perkilogram.

Namun belakangan ini, harganya terus anjlok bahkan hingga hanya berharga Rp20.000 sampai Rp25.000 perkilogram.

Diduga kuat penyebab anjloknya harga kopi petik nerah tersebut karena tidak adanya pasar sendiri bagi para petani yang melakukan panen dengan cara perik merah. Akibatnya petani terpaksa harus menjual kepada pengepul kopi biasa namun dengan harga dibawa pasaran.

Namun ada juga beberapa petani yang bisa menjual hasil panen petik merah dengan harga mahal, Karena sudah memiliki pelanggan tetap diluar Kota Pagaralam seperti pemilik-pemilik cafe.

Jefri (34) salah satu petani Kopi petik merah di Pagaralam mengungkapkan, dengan kondisi tersebut Ia harus rela menjual hasil panen petik merahnya dengan harga hampir sama dengan Kopi panen biasa.

“karena tidak ada yang mau yang membelinya, kita terpaksa jual dengan harga Rp20 ribu perkilogram,” ujarnya, Kamis (28/1)

Ia menuturkan, padahal dengan harga kurang dari Rp35.000 perkilogram maka petani tidak bisa mendapatkan untung. Pasalnya selain cara panennya yang lebih rumit pengolahan pasca panennya juga butuh waktu dan biaya besar.

“Untuk kwalitas Kopi petik merah kami harus membuat tempat menjemurnya dan tidak bisa dijemur ditanah seperti kopi biasa. Itu perlu biaya dan waktu karena jika tidak seperti itu maka kwalitas kopi petik merahnya tidak bagus,” katanya.

Harusnya pemerintah dapat menyediahkan pasar bagi para petani kopi petik merah agar petani bisa semangat dan giat menjadikan kwalitas Kopi Pagaralam semakin bersaing.

Sementara itu, Tomo salah satu pengepul Biji Kopi di Pagaralam mengungkapkan, bahwa memang sulit mencari investor yang mampu membeli Kopi petik merah dengan jumlah banyak serta harga yang mahal.

“Saya sudah tanya kepada para bos-bos kopi di Lampung. Mereka tidak mampu jika harus membeli Kopi petik merah dengan harga tinggi. Pasalnya untung yang didapat tidak besar jika dibandingkan kopi biasa yang selama ini mereka beli,” ungkapnya.

Jika petani ingin harga Kopi petik merah mereka mahal maka harus bisa mencari pembeli sendiri diluar Pagaralam. Karena untuk kebutuhan Kopi petik merah di Pagaralam memang tidak banyak.(rendi)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL
Lakukan Penukaran Uang

Check Also

Safari Berburu Bantu Petani Berantas Hama Babi Hutan

Lahat, Detik Sumsel – Gubernur Sumsel, H Herman Deru didampingi Wakil Bupati Lahat, Haryanto SE …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *