PHRI: Hanya Sabar yang Bisa diLakukan Pelaku Usaha Ditengah Covid-19 | Detik Sumsel
Pemprov

PHRI: Hanya Sabar yang Bisa diLakukan Pelaku Usaha Ditengah Covid-19

Palembang, Detik Sumsel – Dari 48 Kabupaten kota yang dipantau Pemerintah pusat menetapkan kota Palembang dan Lubuklinggau sebagai salah satu daerah pengetatan PPKM Mikro di luar pulau Jawa dan Bali.

Pemberlakuan ini tentu saja akan berpengaruh dengan berbagai sektor ekonomi di daerah yabg diterapkan PPKM mikro akan tergangu , bahkan terhenti untuk selama penerapan program PPKM Mikro tersebut.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Sumsel, Herlan Assifuddin mengatakan, pihaknya menyambut baik adanya program pengetatan PPKM. Hal tersebut dilakukan pemerintah tentu untuk menekan penyebaran Covid -19. Sayangnya, adanya kebijakan tersebut berdampak pada operasional hotel dan restoran yang ada di Metropolis dan Lubuklingggau yang terkena pemberlakukan tersebut.

“Kita mengikuti aturan dari pemerintah dan kami  meminta agar seluruh anggota PHRI baik hotel dan restoran mengikuti aturan tersebut. Jangan sampai ada yang melaggar aturan tersebut dan sabar menghadapi kondisi saat ini memang serba sulit diprediksi” Katanya ketika dibincangi via telepon, Selasa (06/07)

Diakuinya, adanya Covid-19 memang sangat berpengaruh terhadap program operasional hotel dan restoran. Tapi mau bagaimana lagi. Pengetatan PPKM tersebut hanya berlaku 14 hari dan semoga dengan berlakuknya aturan tersebut Kota Palembang tidak lagi zona merah dan hijau sehingga aktifitas masyarakat kembali.

“Untuk itu, seluruh pelaku usaha dan masyarakat bisa mematuhi aturan tersebut,”Ungkapnya

Diakuinya , adanya pengetatan PPKM Mikro ini berdampak pada pelalu usaha.  Mengingat, ada beragam pembatasan jam operasional hingga  pembatasan jumlah kunjungan.  Tapi meski begitu, pihak berharap dampaknya tidak terlalu signifikan. Pihaknya meminta terhadap pelaku usaha hotel dan restoran agar menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan.

Misalnya, pelaku usaha bisa melakukan pengurangan karyawan sementara, merumahan karyawan. Tentu dengan gaji yang menyesuaikan kondisi, jam kerja dan kemampuan perusahaan.

“Kita berharap PPKM ini tidak berdampak lebih jauh kepada para pekerja di sektor ini mengingat sejak awal pandemi hotel dan restoran sangat berdampak dan kondisi pun belum kembali normal. meski diakuinya ada dua hotel yang tidak berdampak dengan adanya pandemi,” ucap dia.

Sementara itu Wakil ketua Pusat Perbelanjaan Sumsel,  Agus Ekawani menambahkan, pihaknya kembali sangat menyayangkan dengan adanya kebijakan ini. Namun mau bagaimana lagi. Pelaku usaha pusat perbelanjaan harus mematuhi aturan tersebut.

Pengurangan jam operasional dan pembatasan jumlah masyarakat pun akan berdampak pada berkurangnya kunjungan mall.

“Ini tentu dampaknya pada tenant mall yang akan mengalami pengurangan pendapatan,”Ungkapnya

Dikatanya sejauh ini kondisi bisnis pusat perbelanjaan saat ini belum normal masih terjadi penurunan, bahkan sejak terjadi pandemi para penyewa tenant sudah banyak yang mengajukan keringanan. Tentu pelaku usaha ini menuruti keinginan tenant mengingat pihaknya juga mengerti kondisi ini.

Sayangnya, kesulitan kondisi ini tidak disambut baik oleh pemerintah daerah dengan memberikan keringanan pada pelaku usaha. Seperti stimulus pada pajak parkir, PBB, pajak restoran, listrik, PDAM  dan pajak dan restribusi lain.

“Sejauh in, belum ada keringanan ini padahal ini cukup membantu meringankan bebap operasional yang cukup besar, makanya kami  meminta adanya kebijakan dari pemda terkait hal ini,”katanya

Kalau kita bicara soal mall, ambil contoh OPI Mall, operasional OPI Mall secara pribadi, adanya pandemi ini membuat tingkat sewa tenant di OPI mall terjadi penurunan dratis.

“Dari sebelumnya 96 persen sekarang berkurang 92 persen. Hal itu pun dengan berbagai keringanan agar  tenant tidak keluar.”katanya

Dan dampak dari pandemi ini, sampai saat ini pihaknya juga sudah hampir 50 persen merumahkan karyawan. Jumlah itu belum termasuk tenant seperti Matahari. Mereka melakukan efisiensi dengan pengurangan karyawan.

“Kondisi ritel dan ekonomi memang saat ini sulit  dan semoga kondisi cepat kembali normal dan adanya keringanan dari pemerintah. Mengingat, kalau kondisi ritel tetap seperti ini khawatir akan semakin sulit dan berdampak lebih luas,” tutupnya (May)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Pastikan Kesiapan Jaringan Broadband dan Layanan Digital di PON XX Papua 2021

Palembang, Detik Sumsel – Telkomsel sebagai leading digital telco company dan bagian dari TelkomGroup selaku …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *