Pilkades Serentak di Lahat, Banyak Warga Tidak Mencoblos | Detik Sumsel
Detik
Suasana saat pencoblosan Pilkades Ulak Pandan, Lahat, sepi dari pemilih, foto istimewa.

Pilkades Serentak di Lahat, Banyak Warga Tidak Mencoblos

Lahat, Detik Sumsel – Pemilihan Kepala Desa yang dilaksanakan serentak di 236 desa di Kabupaten Lahat, Kamis (9/12/2021) lalu, menyisakan sejumlah cerita. Mulai dari banyaknya calon kades incumben yang gugur berjatuhan, takluknya sang suami dari sang istri paslon pasutri, hingga banyaknya masa yang enggan memilih alias golput.

Seperti di Pilkades Ulak Pandan, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat. Dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 1.999 mata pilih, saat hari pencoblosan terdata hanya 512 orang yang menggunakan hak pilihnya.

Empat Calon Kepala Desa di Desa Ulak Pandan hanya mampu merebut sebanyak 422 suara, ditambah 90 suara tidak sah. Sedangkan sisanya sebanyak 1.487 alias 75% pemilik hak pilih memilih Golput.

“Sesuai Pasal 33 dalam Perda Nomor 4 Tahun 2015, tentang Pemilihan Kepala Desa, Pilkades Ulak Pandan sudah dinyatakan batal. Karena masyarakat yang menggunakan hak pilihnya tidak mencapai 50%+1,” terang Nopran Marjani, anggota DPRD Lahat, Sabtu (11/12).

Evan Yusup selaku panitia Pilkades Ulak Pandan menyampaikan, pihaknya telah menjalankan tugas menyelenggarakan pilkades. Setiap orang mempunyai hak menentukan pilihannya, tidak bisa memaksakan kehendak masyarakat. Pihaknya akan berkirim surat ke DPRD Lahat terkait hasil Pilkades ini.

“Disisi lain kami diminta tanda tangan form 1-5 dari pihak kecamatan, yang isinya menyatakan dan mengesahkan kades terpilih dengan suara terbanyak. Sedangkan disisi lain kami didesak oleh sikap masyarakat bahwa pilkades ini batal secara hukum, kerena hanya 24 % persen masyarakat menyalurkan hak pilihnya,” ujar Evan.

Sebelumnya, Selasa (7/12) ribuan warga Desa Ulak Pandan, sempat menggeruduk sekretariat panitia pilkades, menuntut salah satu calon kades tetap bisa ikut serta dalam pemilihan. Akibat aksi tersebut panitia pilkades dan BPD sepakat untuk menunda pilkades. Namun H-1 jelang pencoblosan, panitia menyatakan pilkades tetap digelar dengan pengamanan ketat dari Polri dan TNI.

“Kita berharap persoalan ini cepat selesai. Dan kedepan kejadian serupa tidak terjadi lagi, masyarakat di Desa Ulak Pandan tetap damai juga tentram,” ujar Agus, warga Kota Lahat. (heru)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Polda – Polres Disebut Terima Aliran Dana Proyek di Muba, Ini Tanggapan Kapolda Sumsel

Palembang, Detik Sumsel — Kesaksian tersangka Herman Mayori, Kadis PUPR Muba dalam sidang yang digelar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *