Polres Lahat Bongkar Sindikat Pembuatan SIM Palsu | Detik Sumsel
Pemprov
Polres Lahat Bongkar Sindikat Pembuatan SIM Palsu 

Polres Lahat Bongkar Sindikat Pembuatan SIM Palsu 

Lahat, Detik Sumsel – Satreskrim Polres Lahat kali ini berhasil membongkar sindikat pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) palsu. Pembuatan SIM palsu itu dilakukan oleh Inisial DN (28) yang mempunyai percetakan pribadi, di Kelurahan Talang Jawa Utara, Kota Lahat.

Sindikat ini terbongkar setelah Satreskrim Polres Lahat menangkap Yunisko, Damsari dan Riduan pada Selasa (21/9) sekitar pukul 12.10 WIB. Dari pengakuan ketiga tersangka, bahwa mereka mencetak kartu SIM B II (umum) di percetakan milik DN (28) di Kelurahan Talang Jawa Utara.

Kapolres Lahat, AKBP Achmad Gusti Hartono SIK mengatakan, tersangka DN melanggar pasal 266 ayat (1) KUHP. Kemudian Yunesko (35) tercatat warga Desa Lubuk Betung, Kecamatan Merapi Selatan. Damsari (52) warga Desa Tanjung Pinang, Kecamatan Merapi Barat serta Riduan Efendi (48) warga Desa Kota Raya Kecamatan Lahat terjerat pasal 480 ayat (2) KUHP.

“Satu orang atas nama Rinto masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan saat ini masih dalam pengejaran, diduga melanggar pasal 263 ayat (1) KUHP,”ungkap Achmad Gusti Hartono, Rabu (22/9).

Kapolres Lahat mengatakan, barang bukti yang diamankan berupa lima buah kartu SIM B-II umum palsu, serta lima surat keterangan dari Satlantas. Untuk modusnya tersangka (DN) berperan menyuruh tersangka Rinto (Lidik) untuk membuat SIM B II umum yang dipalsukan dan mendapat keuntungan sebesar Rp 500.000. Sementara tersangka Yunesko Bin Hairul Anhar berperan sebagai perantara dari orang yang memesan SIM B II yang dipalsukan, dengan tersangka Riduan Efendi dan Damsari.

“Modus operandi yang dilakukan terduga tersangka pemalsuan dilakukan di percetakan DGP milik (DN), dengan pelaku sebanyak lima orang. Tersangka Damsari berperan mengantarkan syarat pembuatan SIM B II yang dipalsukan kepada tersangka (DN) dan mendapat keuntungan sebesar Rp 400.000,” jelas Kapolres Lahat.

Sambungnya, sedangkan Riduan Efendi berperan sebagai perantara yang meminta syarat dan uang dari calon pengguna SIM B II umum yang dipalsukan dan mendapat keuntungan sebesar Rp 150.000. Sementara Rinto (LIDIK) berperan membuat SIM B II umum yang dipalsukan atas suruhan tersangka DN.

“Hasil pemeriksaan sementara tersangka telah dibuat SIM palsu sekitar 30 buah,”tutupnya. (heru)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL
Lakukan Penukaran Uang

Check Also

Menuju KNH 2021, Perhumas Usung Semangat Resiliensi dan Optimisme untuk Indonesia

Jakarta, Detik Sumsel- Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (PERHUMAS) menggelar kick-Off Menuju Konvensi Nasional Humas (KNH) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *