Rabara Roku Layangkan Surat Ke Kapolda Sumsel Minta Laporannya Ditindak Lanjuti | Detik Sumsel
BNI"
Rabara Roku busana merah didampingi kuasa hukumnya memenuhi panggilan penyidik Ditreskrimum atas laporan oknum Polwan dalam kasus pengrusakan pagar dan parit

Rabara Roku Layangkan Surat Ke Kapolda Sumsel Minta Laporannya Ditindak Lanjuti

Palembang, Detik Sumsel — Rabara Roku terlapor sekaligus pelapor kasus penganiayaan dengan terlapor seorang oknum polwan berpangkat perwira menengah (pamen) di Polda Sumsel Selasa (9/11/2021) kembali mendatangi Polda Sumsel.

Rabara Roku dan Nazarudin, warga Komplek Villa Putri Uliya, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sako, Palembang didamping kuasa hukumnya Saharuddin SH MH, Selasa (9/11) untuk memenuhi panggilan penyidik atas laporan oknum Polwan kasus pengrusakan pagar dan parit.

“Saya mendampingi klien kami ibu Rabara Roku memenuhi panggilan atas laporan oknum Polwan berpangkat pamen. Klien kami sudah dimintai keterangan sebagai terlapor dalan dugaan kasus pengrusakan pagar dan parit,” terang Saharuddin kepada wartawan.

Dikatakan Saharuddin, kliennya sebagai terlapor sangat kooperatif. “Kami hadapi. Karena mereka melaporkan pengrusakan itu yang mana? Dan mereka harus bisa membuktikan. Jadi ini bentuk kooperatif klien kami. Disini kami bukan mencari pembenaran tetapi kita adalah kebenaran,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakan Saharuddin, kliennya terlebih dahulu melaporkan oknum polwan dalam dugaan kasus penganiayaan. “Kita melaporkan oknum polwan tersebut dalam kasus penganiayaan dan kita sebagai terlapor dalam kasus pengrusakan,” ujarnya.

Dalam kasus penganiyaan, pihaknya juga sudah menyurati Kapolda Sumsel Irjen Pol Toni Harmanto dan video lengkap saat kejadian di lokasi kejadian yang melibatkan oknum polwan agar laporan kliennya bisa diatensi.

“Surat yang kita layangkan agar oknum polwan yang kami laporkan bisa dinonaktifkan. Agar proses hukumnya jelas. Kami minta dalam proses penegakkan hukum tidak ada tebang pilih. Tapi sampai saat ini belum ada jawaban dari laporan tersebut termasuk ada lanjutan dari laporan di Bid Propam,”tandasnya.

Sementara, Rabara Roku dihadapan penyidik menjelaskan, kalau dirinya memiliki sertifikat hak milik dan surat yang jelas di objek yang disengketakan.

“Saya menanyakan apa dasar mereka (penyidik) bisa menerima laporan oknum polwan ini. Karena waktu di lokasi saya tidak bisa melihat legalitas mereka,” terang Rabara.

Rabara mengatakan terlapor oknum mengakui tanah tersebut adalah tanah wakaf dan selalu berubah-ubah.

“Tapi saat kami tanyakan bukti suratnya, oknum polwan tersebut tidak bisa menunjukkan. Apalagi mereka menuduh kita telah merusak. Kita memiliki bukti video di lokasi, betapa arogannya,” beber Rabara.

Rabara menegaskan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap dirinya adalah sebagai terlapor berdasarkan laporan oknum polwan.

“Dia melaporkan saya pada tanggal 3 Oktober 2021, sorenya kita juga melaporkannya balik. Saya dilaporkan pengrusakan parit. Padahal saya memasang pagar di tanah saya yang ada sertifikatnya,” tutup Rabara.

Diketahui, Rabara Roku, warga Komplek Villa Putri Uliya, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sako, Palembang melaporkan kasus penganiayaan dengan cara dikeroyok ke SPKT Polda Sumsel.

Dilokasi kejadian Rabara Roku telah dikeroyok diduga oleh pasangan suami istri (Pasutri) oknum Polwan perwira menengah berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) bersama suaminya Minggu (3/10/2021) lalu.

Pemicunya, dikarenakan masalah sengketa tanah di kawasan perumahan Kenten Azhar, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin.(oji)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL
Lakukan Penukaran Uang

Check Also

1700 Anak Di OKU Dapat Makanan Tambahan Sehat

Baturaja, Detik Sumsel – Sebanyak 1700 anak-anak PAUD menerima makanan tambahan sehat dalam kegiatan pemberian …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *