Ramah Lingkungan, Rumah Makan di Muba Pergunakan Pelepah Pinang | Detik Sumsel
Banner Iklan Diskominfo
Pemprov
Ramah lingkungan dan menekan penggunaan plastik, sejumlah pihak terus melakukan upaya kampanye penanggulangan sampah plastik atau penggunan bahan yang bisa didaur ulang kembali, dengan menggunakan Pelepah Daun Pinang.

Ramah Lingkungan, Rumah Makan di Muba Pergunakan Pelepah Pinang

Sekayu, Detik Sumsel – Dinilai ramah lingkungan dan menekan penggunaan plastik, sejumlah pihak terus melakukan upaya yang terus kampanye penanggulangan sampah plastik atau penggunan bahan yang bisa didaur ulang kembali, seperti yang dilaksanakan oleh Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin.

Sejalan dengan kampanye itu, ternyata di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), bukan hanya sebagai daerah penghasil minyak dan gas bumi, ternyata sudah menghasilkan kreasi pelepah pinang yang dimanfaatkan menjadi wadah makanan pengganti styrofoam dan plastik. Sehingga sejumlah Rumah Makan (RM) sudah memanfaatkannya.

Salah satunya gerai makan laut dan aneka pindang  yang berada di samping Polsek Sekayu, yang kini telah menggunakan pelepah batang pohon pinang sebagai wadah makanan pengganti styrofoam dan plastik.

“Yang jelas kalau pakai pelepah pinang lebih ramah lingkungan, dan harganya lebih murah dibandingkan plastik atau styrofoam,” ungkap Ratna, pemilik gerai makanan.

Ratna mengaku dengan menggunakan pelepah pinang cost pengeluaran kebutuhan operasional RM nya jadi lebih hemat.

“Selain lebih hemat dan ekonomis, dengan pakai pelepah pinang kita sebagai pelaku UMKM di Muba sepakat mendukung gerakan pak Bupati Dodi Reza untuk menciptakan lingkungan yang ramah lingkungan,” tuturnya.

Bupati Muba bersama Ketua TP PKK Muba Thia Yufada Dodi Reza mengapresiasi RM di Muba yang telah menggunakan pelepah pinang untuk dijadikan sebagai pengganti plastik dan styrofoam.

Baca Juga :   Pajak Hiburan Capai Angka 75%, Ini Kata Walikota Pagaralam

“Saya berharap bertahap semua RM di Muba nantinya mulai memanfaatkan pelepah pinang untuk kebutuhan penjualan makanan sebagai pengganti plastik dan styrofoam,” ujarnya.

Lanjutnya, produk hasil inovasi pengelolaan pelepah pinang menjadi wadah makanan pengganti styrofoam ini adalah sumbangan Muba untuk dunia serta bagain menjaga alam yang ramah lingkungan.

“Kalau bicara soal pemberdayaan masyarakat desa, nah seperti inilah caranya. Selain kita berkontribusi untuk menjaga alam, perekonomian masyarakat desa juga bisa meningkat dengan  inovasi seperti ini,” terangnya.

Dodi berujar ke depan Pemkab Muba akan mensupport produk ini untuk mengikuti rangkaian uji klinis hingga pengembangan produk lainnya. “Kita akan libatkan stakeholder terkait untuk dilakukan uji klinis dan mengeksplore produk lainnya yang bisa dibuat dari pelepah pinang ini,” bebernya.

Inovasi piring ini menurut  Dodi sebagai langkah konkrit pengentasan kemiskinan warga pedesaan yang ada di Muba. “Untuk itulah harus di support total. Dengan inovasi- inovasi seperti ini dapat menambah penghasilan warga Muba serta mengangkat nama daerah kita,” tukasnya.

Diketahui, hasil olahan pelepah pinang ini sebelumnya di inisiasi Warga Desa Mendis, Kecamatan Bayung Lencir, yang mana telah mengolah bahan limbah ramah lingkungan berupa pelepah pinang menjadi piring dan kotak makanan.

Baca Juga :   Targetkan PAD Lahat 2021 Meningkat

Sebelumnya, Ketua Kelompok Koperasi Mendis Maju Bersama, Supriyanto menjelaskan pelepah pinang ini dapat dijadikan pengganti wadah plastik penyimpan makanan, yang selama ini kurang ramah lingkungan seperti styrofoam.

“Sebelumnya pelepah pinang ini dibuang begitu saja, kalau pun digunakan hanya dijadikan penutup tempayan saja, tapi kini muncul kreasi baru dari warga,” katanya.

Ia mengatakan warga yang bermukim di kawasan hidrologis gambut Sungai Merang ini kini telah menjual hasil kerajinan tangan tersebut kepada para wisatawan. Bahkan belum lama ini, kata Supriyanto, mereka mendapatkan pesanan sebanyak 2.500 kotak nasi dari restoran di Jakarta.

Ia mengatakan teknologi yang diterapkan untuk pembuatan produk ini relatif sederhana karena hanya menggunakan alat mesin pres.

“Awalnya pelepah pinak dicuci, kemudian dicetak menggunakan mesin press lalu dikeringkan menggunakan pemanas elektrik maupun secara manual di bawah terik matahari,” kata dia.

Selanjutnya dilakukan pemotongan sesuai dengan ukuran yang dikehendaki. Kemudian pelepah ditaruh ditempat penyimpanan bahan baku atau bisa langsung di cetak.

“Sebelum cetak, pelepah harus dibasahi agar lebih lentur dan tidak gampang sobek, dan uniknya tidak perlu dipelitur karena bisa mengkilat secara alami,” kata dia. (edy)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Cek Nama Anda, Hasil Seleksi Administrasi Calon ASN Lahat Sudah Keluar

Lahat, Detik Sumsel – Panitia seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) Kabupaten Lahat, Senin (2/8) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *