Rawan Kebakaran, Damkar OI Datangi Lapas Kelas 2A Tanjung Raja Beri Pelatihan dan Simulasi | Detik Sumsel
Pemprov
Simulasi tersebut diadakan di Halaman dalam Lapas kelas II A Tanjung Raja, dimana peserta berasal dari pegawai lapas  dan petugas damkar Kabupaten Ogan Ilir

Rawan Kebakaran, Damkar OI Datangi Lapas Kelas 2A Tanjung Raja Beri Pelatihan dan Simulasi

Indralaya, Detik Sumsel- Gara-gara adanya kebakaran di Lapas Tangerang Provinsi Banten, petugas Dinas Satpolpp dan Damkar Ogan Ilir (OI) mendatangi Lapas Kelas 2A Tanjungraja untuk memberikan pelatihan dan simulasi mengantasi kebakaran ringan

Simulasi tersebut diadakan di Halaman dalam Lapas kelas II A Tanjung Raja, dimana peserta berasal dari pegawai lapas  dan petugas damkar Kabupaten Ogan Ilir, yang bertujuan sebagai bekal pengetahuan dan keahlian untuk petugas pada saat menghadapi bencana kebakaran di lemabaga pemasyarakatan.

Menanggapi hal tersebut, Ramdani Boy BCIp S.Sos MSi, Kepala Lapas kelas II A Tanjung Raja mengatakan, bahwa pihaknya meminta bantuan kepada Damkar Pemkab Ogan Ilir untuk melakukan simulasi identifikasi kebakaran yang berguna untuk bekal pengetahuan dan keahlian untuk petugas pada saat menghadapi bencana kebakaran dilapas.

“Kita meminta bantuan dari Mereka dari teman – teman Dinas Kebakaran Ogan Ilir, untuk melakukan simulasi identifikasi, dan analisa atas kondisi dalam rangka pencegahan terjadinya kebakaran dari mulai sarana dan prasarana, pendukungnya, maupun soal airnya kalau ada kebakaran, akses masuk dan semuanya dianalisis,” kata Ramdani Boy.

Kabid Damkar Dinas Satpolpp dan Damkar Ujang Bastari SH Msi, Kasi Pemeriksaan Emir Sarifudin dan Kasi Operasional Edi Suhardi mengatakan Selasa (28/9) mengatakan simulasi pencegahan kebakaran dilapas Tanjung Raja merupakan wujud kerjasama antara Lapas Tanjung Raja dengan Damkar Ogan Ilir, yang mana pihaknya memberi pemahaman tentang bagaimana menghadapi api dengan tidak panik. Selain itu, penting diketahui tentang kondisi Alat Pemadam Api Ringan (Apar) dan cara menggunakannya.

“Ya, ini sebagai wujud tindak lanjut atas permintaan lapas Tanjung Raja, Jadi Apar itu banyak macamnya. Tapi kita tidak pernah tahu apakah Apar itu masih ada isinya, masih berlaku atau apakah sudah expired. Atau malah kosong. Lebih parah lagi kita tidak tahu cara memakainya,” ujarnya.

Jika tidak memiliki Apar, ia menjelaskan bahwa untuk menjinakkan api bisa menggunakan bahan yang bisa meresap air. Pada saat melihat api, ia mengimbau untuk tetap tenang dan mencari tahu titik api berasal.” Di lapas termasuk salah satu titik rawan terjadinya kebakaran,”katanya.

Dari pantauan di lokasi, simulasi melibatkan langsung sejumlah petugas penjaga lapas. Secara bergantian mereka berusaha memadamkan api dengan Apar.(AL)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL
Lakukan Penukaran Uang

Check Also

Menuju KNH 2021, Perhumas Usung Semangat Resiliensi dan Optimisme untuk Indonesia

Jakarta, Detik Sumsel- Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (PERHUMAS) menggelar kick-Off Menuju Konvensi Nasional Humas (KNH) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *