Reses Dapil, DPRD Sumsel Tampung Aspirasi Konstituen | Detik Sumsel
BNI"
Anggota DPRD Sumsel Dapil I saat berkunjung ke Dinkes Kota Palembang

Reses Dapil, DPRD Sumsel Tampung Aspirasi Konstituen

Palembang, Detik Sumsel – Anggota DPRD daerah Pemilihan (Dapil) Sumsel I Kota Palembang menggelar reses tahap II DPRD Provinsi Sumatera Selatan, 23-27 Agustus. Sejumlah persoalan didapati wakil rakyat yang terdiri dari Ketua DPRD Sumsel Hj RA Anita Noeringhati didampingi anggota DPRD Sumsel Mgs Syaiful Padli, Kartak Sas, Chairul S Matdiah, Prima Salam, Dedi Siprianto.

Saat berkunjung ke Dinas Kesehatan, Ketua DPRD Sumsel Hj RA Anita Noeringhati mengatakan, melihat kota Palembang masih masuk katagori Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat level 4. Sehingga kita ingin mendengarkan secara langsung bagaimana sebetulnya kondisi Covid-19 di kota Palembang pada khususnya.

”Kalau kita melihat dan mendengarkan paparan dari kepala dinas tadi, sebenarnya penurunan kasus Covid-19 di kota Palembang sudah sangat baik , tapi kenapa masih level 4, ternyata ada beberapa komponen yang salah satunya masih tidak sesuai standar itulah masih tetap levelnya, walaupun penurunan Covid masih sudah cukup landai dan sebagainya,” katanya.

Anggota DPRD Sumsel bersama Kepada Dinas Kesehatan Kota Palembang

Pihaknya berharap beberapa komponen yang masih kurang tersebut sehingga Palembang masih menerapkan PPKM 4 bisa segera dicapai. Untuk vaksin Covid-19 di kota Palembang walaupun masih menunggu dari pusat karena sekarang permintaan masyarakat lebih banyak demand and supplay tidak seimbang.

”Kalau di awal-awal banyak permintaan, banyak stok tapi yang di vaksin enggak ada, tapi sekarang terbalik karena sekarang kesadaran masyarakat pentingnya vaksin itu sudah tinggi sehingga inilah yang harus kita dorong,” tuturnya.

”Mengenai masalah vitamin yang dibutuhkan di kota Palembang, pihaknya akan menyampaikan ke Dinkes Sumsel. Bagaimana distribusi vitamin dari Kementrian segera direalisasikan,” ucapnya.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang dr Fauziah Mkes menambahkan, kunjungan anggota DPRD Sumsel ini untuk memantau perkembangan pandemi Covid-19 di Kota Palembang. Itu fokus yang dibahas tadi.

Reses tahap II di PT. Pertamina

Pihaknya berharap pandemi Covid-19 bisa segera ditanggulangi untuk di kota Palembang,” pungkasnya.

Sementara saat reses tahap II ke kantor PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) Sumbagsel di Plaju, Palembang menanyakan tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR dan pendistribusian bahan bakar minyak dan elpiji di daerah tersebut.

Di Pertamina, wakil rakyat diterima oleh Unit Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) II, Umar Ibnu Hasan, Sales Area Manager Sumsel-Babel Pertamina MOR II, Sadli Ario Priambodo.

Unit Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) II, Umar Ibnu Hasan menjelaskan Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina Group dalam penanggulangan Covid-19 menyangkut wilayah Sumbagsel Rp 3,7 miliar berupa alat kesehatan, sembako dan lain-lain .

“ Untuk wilayah Sumsel sendiri totalnya Rp1,3 miliar khusus untuk bantuan penanggulangan Covid-19,” katanya.

Anggota DPRD Sumsel Dapil I bersama Direksi Perumda Pasar Palembang Jaya saat reses tahap II

Tapi untuk program CSR ada juga untuk bidang pendidikan , pemberdayaan masyarakat, bidang kesehatan diluar Covid-19 dan semuanya dilakukan peraturan Menteri BUMN yang terbaru dimana tidak lagi memberikan istilahnya ikan tapi memberikan kail dan pancing yaitu berupa program dan dijalankan masing-masing BUMN wilayah operasional ring I.

“ Program ini minimal berjalan 3 sampai 5 tahun misalkan kami membentuk kelompok masyarakat kalau di Plaju di Lr Mari disana kita ada program panjang, apa sih yang disana yang bisa dimajukan, supaya mereka mandiri dan itu anggaran 2020 kemarin realisasi kita kemarin hampir Rp4 koma sekian, “ katanya.

Karena menurutnya anggaran CSR harus berupa program karena nanti yang paling besar, anggaran dengan tanpa bunga, itu program kemitraan, itu ditahun 2020 pihaknya berikan pinjaman total Rp20,9 miliar untuk industri menengah kebawah (UMKM ).

Selain itu juga Sales Area Manager Sumsel-Babel Pertamina MOR II, Sadli Ario Priambodo menjelaskan terkait distribusi BBM dan gas di Sumsel.

Sempat terjadi insiden, anggota DPRD Sumsel Kartak Sas sempat protes dengan penjelasan pihak pertamina tersebut lantaran dinilai tidak menjawab permasalahan yang ditanyakan.

Terpisah, saat berkunjung ke PD Pasar, DPRD Sumsel mengingatkan agar penataan pasar di Palembang supaya lebih baik dan berharap kehadiran pasar bisa memberikan kontribusi positif bagi Palembang dan dengan pasar penataan bagus tentunya akan memberikan kontribusi positip bagi Pemerintah Kota Palembang dengan mendapatkan retribusi.

“Kita sebagai warga Sumsel juga Palembang dan anggota DPRD Sumsel dari dapil Palembang berharap Pemkot Palembang bisa menyelesaikan permasalahan dan menghidupkan kembali pasar 16 Ilir sebagai pasar tujuan, karena saya mendengar lantai atasnya banyak yang kosong juga, kalau menjadi tempat kita berbelanja seperti di Jakarta seperti Thamrin City atau Pasar Tanah Abang sehingga kita dari luar bisa menyajikan bahwa Pasar 16 Ilir layak untuk di kunjungi karena disana berbagai produksi Sumsel ada semua,” katanya.

Sedangkan Direktur Utama Perumda Pasar Palembang Jaya, Abdul Rizal mengatakan, penyertaan modal berupa uang dari PAD kota Palembang menurutnya sampai sekarang pihaknya belum pernah menerimanya sejak berdiri dan yang ada penyertaan modal berupa bangunan.

DPRD Sumsel Dapil I lakukan pertemuan bersama PT. Pertamina

Sedangkan untuk penanganan Covid seperti di Pasar Kebon Semai sempat ditutup selama 14 hari dan dilakukan penyemprotan rutin. Sementara untuk vaksin para pedagang pihaknya kerjasama dengan dinas dan sekitar 40, 60 persen hampir secara keseluruhan divaksin, belum lagi mereka sudah di tempat tinggal mereka.

Mengenai pengelolaan Pasar 16 Ilir Palembang, yang selama ini di bawah kendali PT Gandha Tata Prima (GTP) menurutnya berdasarkan kajian awal tim yang dibentuk Pemkot Palembang sepakat GTP tidak mungkin dilanjutkan lagi.

Menurutnya masalah pasar 16 Ilir ini sudah hampir selesai dan berharap 1 bulan dan 2 bulan ini ada kabar baik dan berharap Pasar 16 Ilir tetap menjadi icon kota Palembang selain tempat berbelanja juga menjadi tempat destinasi wisata.

“Kita cari formula, salah satu untuk mempercepat adalah B to B , ini sudah rampung 80 persen tinggal masalah tanah, kalau masalah tanah selesai bisa jadi bulan depan selesai,” katanya.

Sedangkan mengenai pasar swasta lain yang ada di kota Palembang menurutnya terus dilakukan penataan baik keamanan dan kebersihannya. (Adv)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL
Lakukan Penukaran Uang

Check Also

Polda Sumsel Terima Laporan Mahasiswa Dugaan Korban Pelecehan Oknum Dosen Unsri

Palembang, Detik Sumsel — Polda Sumsel akhirnya menerima laporan mahasiswa korban dugaan pelecehan oleh oknum …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *