Restorasi Lanskap Sembilang, Pulihkan Hutan Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Muba | Detik Sumsel
Detik
Kegiatan lanskap berkelanjutan menyasar tiga desa di Muba Sumsel, yakni Desa Muara Merang, Desa Telang dan Desa Pagar Besi, yang didampingi anggota G-Cinde. Di mana, program restorasi lanskap berkelanjutan, bertujuan untuk memulihkan kondisi hutan gambut yang pernah terbakar di tahun 2015 lalu.

Restorasi Lanskap Sembilang, Pulihkan Hutan Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Muba

Bayung Lencir, Detik Sumsel- Program restorasi lanskap di kawasan TN Berbak Sembilang di Musi Banyuasin (Muba) Sumatera Selatan (Sumsel), merupakan kolaborasi nyata multi stakeholder, yakni Yayasan Inisiatif Dagang Hijau (IDH), APP Sinar Mas, Gerakan Cinta Desa (G-Cinde) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muba Sumsel.

Kegiatan lanskap berkelanjutan menyasar tiga desa di Muba Sumsel, yakni Desa Muara Merang, Desa Telang dan Desa Pagar Besi, yang didampingi anggota G-Cinde. Di mana, program restorasi lanskap berkelanjutan, bertujuan untuk memulihkan kondisi hutan gambut yang pernah terbakar di tahun 2015 lalu.

Program tersebut tak hanya bermanfaat untuk mengembalikan ekosistem hutan gambut saja, namun juga berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di tiga desa di Kabupaten Muba Sumsel.

Seperti di Dusun Pancoran Desa Muara Merang Kecamatan Bayung Lencir Kabupaten Muba Sumsel. Ratusan warga terserap dalam program lanskap berkelanjutan, yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Restorasi (MPR).

Ada sekitar 30 orang warga MPR yang diberdayakan, khususnya ibu-ibu di Dusun Pancoran, untuk melakukan pembibitan di lahan Nursery-Tumbuhan Jenis Tumbuhan Lokal, yang merupakan Program Kegiatan Restorasi Ekosistem Hutan, kerjasama antara PT APP Sinar Mas (PT BPP, PT RHM, PT SHP, PT TPJ), Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial ekonomi Kebijakan & Perubahan Iklim, KLHK, IDH dan G-Cinde.

Diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) MPR di Dusun Pancoran, Gendro Haryanto, program Nursery yang sudah dilakukan sejak tahun 2020 lalu, sudah menghasilkan sekitar 1.200-an bibit tembesu angin, yang sudah dijual ke APP Sinar Mas. Masyarakat pun bisa mengantongi sekitar Rp 12 jutaan, dari hasil penjualan tersebut.

Lalu di bulan April 2021 lalu, ada sekitar 16.000-an bibit pohon untuk restorasi hutan gambut, seperti bibit Jelutung, Meranti, Pulai Pipit, Pinang, Durian dan Tumi. Ribuan bibit tersebut sudah dipesan oleh salah satu perusahaan, yang ditanam di lahan perusahaan sepanjang 9 hektare.

“Program pemberdayaan masyarakat di Dusun Pancoran Desa Muara Merang ini, sangat bermanfaat bagi kesejahteraan kepada masyarakat sekitar. Terutama untuk menambah pemasukan perekonomian kaum perempuan di sini,” ucapnya.

Menurut Bambang Abimanyu, Forest Suistanability Head PT RHM, yang merupakan mitra APP Sinar Mas, restorasi ekosistem di lanskap sembilang yang merupakan kerjasama APP Sinar Mas dan Yayasan IDH, menjadi langkah kombinasi ilmu pengetahuan dan keterlibatan masyarakat.

“Program Restorasi Lanskap Sembilang dengan sekitar 202.528 hektare, berada di TN Berbak Sembilang dan Suaka Margasatwa Dangku. Dengan adanya kolaborasi tersebut, menjadi langkah untuk perlindungan dan pengelolaan lanskap bisa secara berkelanjutan,” katanya.

Rehabilitasi kawasan hutan lindung sudah dijalankan PT RHM sejak tahun 2014, bekerjasama dengan masyarakat Dusun Pancoran Desa Muara Merang dengan membentuk Masyarakat Peduli Restorasi (ril).

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Minggu Kedua Januari, Polda Sumsel Tangkap 56 Tersangka Pemain Narkoba

Palembang, Detik Sumsel — Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel bersama Polrestabes dan Polres jajaran dalam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *