Ruang Perawatan di RSUD Kayuagung Memprihatinkan, DPRD OKI Dorong Pemkab Maksimalkan Layanan Kesehatan Dasar | Detik Sumsel
Pemprov
Para anggota DPRD OKI melihat kondisi plafon ruang IGD RSUD Kayuagung jebol, termasuk pula ruangan lain yang kondisinya memprihatinkan dan kasur tak laik pakai, Selasa (28/9/2021)

Ruang Perawatan di RSUD Kayuagung Memprihatinkan, DPRD OKI Dorong Pemkab Maksimalkan Layanan Kesehatan Dasar

Kayuagung, Detik Sumsel-Kalangan anggota legislatif Kabupaten OKI mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKI, dalam hal ini Bupati OKI H Iskandar, SE., dapat memaksimalkan pelayanan kesehatan dasar di RSUD Kayuagung.

Dorongan ini menyusul dari hasil inspeksi mendadak (sidak) wakil rakyat Komisi IV dan III DPRD OKI diketuai Budiman, didampingi Bambang Irawan, Irawansyah, Budiman, Ni Wayan Siti Sunaryase, Bobi, Joni Tarmos dan lainnya, di RSUD Kayuagung, Selasa (28/9/2021).

“Kalau dilihat secara kasat mata, sekitar 70 kondisi ruangan di RSUD Kayuagung tak layak. Mulai dari plafon jebol, dak plafon mengelupas, lantai turun, peralatan rusak, kasur tak laik, hingga masalah air bersih. Bagaimana pasien betah jika kondisinya seperti ini,” kata Ketua Komisi IV DPRD OKI Budiman.

Menurut politisi PAN OKI ini, bangunan RSUD Kayuagung ini berdiri sejak tahun 2003 silam. Sehingga sangat wajar kalau bangunan belasan tahun ini mendapat perhatian serius.

Bukan hanya pemerintah daerah, lanjut dia, pihaknya juga mendorong Gubernur Sumsel H Herman Deru maupun para wakil rakyat yang ada di provinsi maupun pusat untuk menaruh perhatiannya ke RSUD Kayuagung, demi untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

“RSUD Kayuagung ini merupakan wajah Kabupaten OKI. Bukan saja warga OKI yang hendak berobat disini, tapi dari kabupaten tetangga juga ada,” ucapnya.

Hasil sidak ini, masih kata dia, akan disampaikan ke Ketua DPRD OKI Abdiyanto untuk diambil langkah selanjutnya.

“Bagaimana pasien dan keluarga pasien betah berobat ataupun menginap disini, sementara kondisi ruang per ruang sangat memprihatinkan,” jelas Budiman seraya mendorong pemerintah untuk  memperhatikan insentif tenaga kesehatan non PNS.

Sementara itu, Direktur RS Kayuagung dr Hj Asri Wijayanti, M.Kes., didampingi Kabid Sapras RSUD Kayuagung Iskandar Fuad membenarkan kalau sebagian ruangan di RSUD Kayuagung kondisinya memprihatinkan. Seperti di ruang IGD, ruang kelas III, ruang radiologi, laboratorium, hingga peralatan.

“Kami belum bisa merincikan berapa anggaran untuk perbaikan dan pemenuhan semua fasilitas. Karena masih akan dihitung dulu agregat kebutuhannya,” katanya.

Kendati bangunan ruang per ruang merupakan bangunan lama, namun untuk kualitas SDM di RSUD Kayuagung sangat mumpuni. Seperti dokter spesialis THT ada 3 orang, dokter spesialis anak ada 3 orang, dokter spesialis penyakit dalam, bedah dan lainnya.

“Saat ini insentif tenaga kesehatan non PNS sebesar Rp600.000 per bulan. Itupun diback up dari BLUD sebesar Rp300.000 dan diback up APBD Rp300.000,” ucap Asri seraya menambahkan untuk gedung perawatan baru akan segera diserahterimakan akhir tahun ini juga.(Iyan)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL
Lakukan Penukaran Uang

Check Also

Ditangkap, Pelaku Begal Ayah dan Anak di Pagaralam Rupanya Pemuda Belasan Tahun

Pagaralam, Detik Sumsel- Tak butuh waktu lama, Team Sus Polres Pagaralam dibawah pimpinan Kasat Reskrim, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *