Rusak Lahan Warga, Abdullah Syahab Dijadikan Tersangka | Detik Sumsel
BNI"
Abdullah Syahab tersangka pengrusakan lahan tanah tumbuh milik warga Pulo Kerto Kecamatan Gandus Palembang

Rusak Lahan Warga, Abdullah Syahab Dijadikan Tersangka

Palembang, Detik Sumsel — Abdullah Syahab (67) warga Jalan KS Tubun Dempo Dalam, Kelurahan Kepandean Baru, Kecamatan Ilir Timur I ditangkap anggota Unit II Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel dalam kasus pengrusakan lahan yang ditanami pohon karet dan jati milik warga di Jalan Mekar Sari, Lorong Komba Jaya, Kelurahan Pulokerto Kecamatan Gandus pada September 2020 lalu. Saat ini Abdullah Syahab sudah dilakukan penahanan di Polda Sumsel.

Dalam aksi pengrusakan Abdullah ikut turun langsung bersama rekannyaa Nurisan (DPO), Kms Zulfakar (DPO) dan Baharuddin (DPO) dengan menggunakan alat berat ekscavator meluluh lantahkan tanaman karet dan jati seluas 8 hektare milik Syaiful Anwar warga karena mengklaim lahan itu milik PT Bumi Sriwijaya Gandus seluas 150 hektare.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel Kompol Christoper Panjaitan didampingi Kanit II Kompol Bakhtiar mengatakan Abdullah Syahab ditangkap dalam kasus 170 KUHP bersama orang suruhan melakukan pengrusakan lahan tanam tumbuh yang ditumbuhi pohon karet dan jati bersama rekannya. Selain tanam tumbuh yang dirusak ada juga rumah yang dirusak dilahan yang beralamat di Kelurahan Pulo Kerto, Kecamatan Gandus.

“Selain mengerahkan orang Abdullah Syahab ikut turun langsung melakukan pengrusakan dengan menggunakan alat berat milik korban satu orang. Dalam laporan korban lahan yang dirusak tersangka sekitar delapan hektar,”kata Christoper kepada wartawan saat pres rilis tersangka dan barang bukti Jumat (12/11/2021).

Dikatakan Christoper di Subdit III Jatanras ada empat laporan polisi yang berkaitan dengan pengrusakan dengan terlapor Abdullah Syahab. Namun yang baru di proses satu laporan polisi. Dalam laporan pengrusakan ini Subdit III Jatanras fokus dalam kasus pengrusakan saja belum mengarah apakah tersangka merupakan mafia tanah di Sumsel.

“Motif tersangka melakukan pengrusakan tanam tumbuh karena mengklaim lahan tersebut miliknya dan sudah dihasilkan. Pengrusakan dilakukan tersangka dan kawan nya pada September 2020 lalu,”bebernya.

Dihadapan polisi, tersangka Abdullah Syahab mengklaim lokasi lahan seluas 150 hektar milik PT Bumi Sriwijaya Gandus berada di lahan milik masyarakat. Dirinya di PT Bumi Sriwijaya Gandus sebagai komisaris, sepengetahuannya lahan milik PT Bumi Sriwijaya Gandus seluas 150 hektar didalam jual beli dengan bukti surat keterangan tanah dari camat setempat tahun 1960 dan tahun 1991.

Sedangkan didalam putusan kasasi di Mahkamah Agung lahan milik PT Bumi Sriwijaya Gandus hanya 2,4 hektar. Menanggapi putusan tersebut Abdullah Syahab mengatakan putusan mahkamah Agung lahan seluas 2,4 hektar itu menerangkan sebagian dari tanah seluas 150 hektar yang terletak di Kelurahan Pulo Kerto RT 29 yang akte jual beli Adhok dengan dirinya Abdullah Syahab pribadi dan sekarang atas nama perusahaan.

“Surat tanah milik korban berbeda dengan surat kami. Surat korban lokasinya di Siring Agung Ilir Barat I. Saya tidak pernah mengintimidasi para korban justru ada orang yang mendatangi lahan kami ada korban yang dibacok laporannya sudah kami buat di Polsek Gandus,”tandasnya.(oji)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL
Lakukan Penukaran Uang

Check Also

Minta Mabes Polri Ambil Alih Dugaan Kasus Penipuan Jual Beli Tanah yang Ditangani Polda Sumsel

Palembang, Detik Sumsel — Meresa kliennya di diskriminasi saat menjalani proses hukum di Polda Sumsel. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *