Sambut 4.606 Mahasiswa Baru, UIN Raden Fatah Gelar Kuliah Iftitah | Detik Sumsel
Pemprov

Sambut 4.606 Mahasiswa Baru, UIN Raden Fatah Gelar Kuliah Iftitah

Palembang, Detik Sumsel –  Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang menggelar Kuliah Iftitah atau kuliah perdana bagi mahasiswa baru tahun 2021. Kegiatan yang dihadiri oleh 4.606 mahasiswa baru ini dilaksanakan secara semi-daring di Gedung Academic Center dan disiarkan melalui Zoom serta Live YouTube. Senin, (16/08/2021).

Dalam sambutannya, Rektor UIN Raden Fatah Palembang Prof. Dr. Nyayu Khodijah, S. Ag., M.Si menyampaikan bahwa Kuliah Iftitah ini adalah tonggak untuk mengeratkan niat sebagai masyarakat kampus yang mengedepankan rasionalitas dalam menyelesaikan suatu problematika akhirat maupun duniawi.

“Mahasiswa harus cerdas secara intelektual, emosional, maupun spiritual. Sebagai generasi muda yang menimba ilmu di kampus ini, sangat diharapkan dapat memperkaya ilmu pengetahuan, wawasan, dan keterampilan di segala aspek bidang,” ujarnya.

Bertepatan dengan bulan yang penuh sejarah ini, Nyayu juga turut mengajak mahasiswa untuk mempertahankan dan menghiasi kemerdekaan dengan hal-hal positif untuk negara.

“Selamat menjadi mahasiswa UIN RF Palembang, besar harapan saya selaku Rektor kepada mahasiswa baru untuk benar-benar memaksimalkan waktu dan kesempatan agar setelah lulus nantinya anda bisa berkontribusi untuk bangsa dan negara,” tutupnya.

Melalui Zoom Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI Dr. (HC) Drs. A. Halim Iskandar, M.Pd turut menghadiri Kuliah Iftitah ini dan memberikan kata sambutannya.

“Pandemi Covid-19 yang mewabah ini, tidak boleh menghambat proses pendewasaan kalian, menganggu ikhtiar, dan peningkatan kualitas dan kapasitas kalian sebagai kader pilihan untuk menuju insan ulul albab,maka jangan jadikan kuliah daring sebagai penurunan intensitas belajar,” ujarnya

Ia menambahkan bahwa sebagai pemuda, mahasiswa harus sibuk memupuk dirinya dengan berbagai kemampuan agar bisa menjadi agent of change ditengah masyarakat.

“Kampus akan menjadi tidak relevan ketika hanya mengejar status secara akademis, unggul secara administratif, masyhur secara sosiologis tapi kering empati dan miskin kontribusi.”

Sebagai Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI ia berharap keseluruhan aktifitas kampus harus menyatu dengan masyarakat.

“Upaya dan kerjasama masyarakat kampus yang bersifat akademik maupun non-akademik harus berdampak pada kebangkitan dan kesejahteraan masyarakat desa karena sejatinya kampus hadir untuk desa,” pungkasnya. (Rilis)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Kepsek SMK N 3: Pembubaran Komite Sekolah Sudah Sesuai Prosedur

# Pengunduran diri empat Pengurus Bukan Tidak Transparan Keuangan Sekolah Palembang, Detik Sumsel — Kepala …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *