Santri Meninggal, Ponpes Raudhatul Ulum Siap Bertanggung Jawab | Detik Sumsel
Detik
Pemprov
Pengasuh Ponpes Raudhatul Ulum memberikan klarifikasi kepada awak media

Santri Meninggal, Ponpes Raudhatul Ulum Siap Bertanggung Jawab

Indralaya, Detik Sumsel- Pengasuh Pondok Pesantren Raudhatul Ulum (Ponpes RU) Desa Sakatiga Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir siap bertanggung jawab atas meninggalnya salah satu santri yang kini masih dalam penindakan otopsi.

“Kami dari pihak pesantren siap menghadapi ini, kalau ada apa-apa, kita juga siap dibutuhkan pihak yang berwajib. Untuk saat ini, kita masih menunggu hasil otopsi. Yang pasti kami siap bertanggungjawab,” kata Wakil Mudir Ponpes RU, Ustadz Karim didampingi pengurus ponpes yang lain di Ponpes RU, Rabu (20/10).

Menurut Karim, santri yang berasal dari Babat Toman Musi Banyuasin ini meninggal karena sakit.

“Dari keterangan pengurus Tsanawiyah kita, anak ini sakit, karena sakit, anak ini dibawa ke Puskesmas Indralaya, karena agak serius sakitnya, dirujuk ke Rumah Sakit Tanjung Senai dan meninggal di Rumah Sakit, kemudian kita langsung beritahu keluarga korban, dan keluarga korban pun datang. Bentuk kepedulian kita, kita antar jenazahnya, sat itu ada empat orang guru yang ikut ngantar,” sambungnya.

Masih kata Karim, empat orang guru yang ikut tidak tahu kalau keluarga korban mempermasalahkan hal ini.

“Kami tidak tahu kalau hal ini dipermasalahkan keluarga korban, menurut keluarga korban ada hal-hal yang luar biasa, kami tidak tahu hal apa, kalau kami tau tidak mungkin kami antar, pasti kami urus dulu,” tandasnya. (AL)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Gubernur Akan Perbaiki Jembatan Gantung Desa Lontar

Baturaja, Detik Sumsel – Gubernur Sumatera Selatan, H Herman Deru berjanji akan segera memperbaiki jembatan …

One comment

  1. Kl dalam kasus ini bilamana sebelumnya sebelum Kematian santri, dialaskan sakit cukup serius dan dibawa ke Puskesmas ya tinggal diklarifikasi saja pihak puskesmas sakit apa sebenarnya hingga harus dirujuk ke RSUD. Selain itu, hasil keterangan dr dokter forensik disertai bukti kekerasan yg ada pada tubuh santri itu sdh nyata itu indikasi nya penganiayaan berat. Nah, dlm hal ini tidak bisa serta merta hanya menyalahkan tersangka pelaku penganiayaan semata, melainkan pengurus pontren Raudhatul Ulum harus siap mempertanggungjawabkan amanah yg diemban baik itu dgn hukum dunia maupun akhirat kelak. Di pontren, ada pengurus, bagian kesantrian, para ustadz, mudabbir dan lainnya. Ini permasalahan serius dan sangat mencoreng momentum Hari Santri Nasional. INGAT!!!!!,,,,,wali santri menitipkan anaknya untuk menuntut ilmu, pontren bukan sebuah penjara yg mengedepankan hukum rimba. JD, cukuplah kejadian ini yg terakhir, bilamana tak mampu menjaga dan menjalankan amanah lbh baik jangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *