Secercah Asa dari Pak Kurir | Detik Sumsel
Pemprov
Tahun ini usianya baru 26 tahun tapi perempuan lulusan Universitas Katolik Musi Charitas ini telah memiliki tiga cabang toko fashion miliknya tengah lebal Cilubah yang berada di Jl Jend Sudirman, kawasan Bukit Besar dan Jl. Merdeka.

Secercah Asa dari Pak Kurir

Palembang, Detik Sumsel- Bagi Sindi Novela, Owner Cilubah, PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) menjadi oase dikala dirinya baru memulai usaha. Pasalnya, berkat kehadiran jasa kurir yang genap berusia 30 tahun ini, produk fashionya bisa terbang jauh hingga kepelosok negeri.

Bahkan, meski banyak hadir jasa kurir yang hadir perempuan berhijab ini tetap JNE karena cepat dan aman.

Usia Sindi terbilang masih mudah. Tahun ini usianya baru 26 tahun tapi perempuan lulusan Universitas Katolik Musi Charitas ini telah memiliki tiga cabang toko fashion miliknya tengah lebal Cilubah yang berada di Jl Jend Sudirman, kawasan Bukit Besar dan Jl. Merdeka.

Capaian-nya itu, menurut Sindi tidak terlepas dari JNE yang menjadi kurir andalan dan pilihan. “Saya ingat betul, saat ada orderan pertama dari online untuk kirim Tanggerang, paket pertama itu via JNE,” katanya kepada Detik Sumsel.

Ia menceritakan, orderan pertama itu sangat berkesan dan memberikan semangat untuk terus berjualan. Pasalnya, Sindi yang awam dan minim pengalaman dibidang ini sempat down lantaran sudah dua minggu berjualan tidak ada yang beli.

“Dulu saya itu semua di jual mulai dari peyek hingga kue saya jual keliling agar dapat uang. Kemudian, kebetulan tante menawari jualan tas dan saya jual door to door tapi tidak ada satu pun yang laku,” katanya.

Kemudian, kata dia, dirinya melihat postingan media sosial facebook yang menjual barang-barang. Ia pun ikutan mencoba dengan memposting seluruh barang dan ada setelah menunggu hampir satu minggu ada orderan pertama yang masuk. “Setelah semua proses pembayaran dan packing, saya langsung ke JNE di belakang Bank Indonesia untuk mengirim barang pertama,” ucap dia.

Setelah itu, kata dia, dirinya semakin serius mengeluti usaha fashion yang menyasar market pelajar dan mahasiswa tersebut. Orderan dari belanja online pun terus meningkat hingga dirinya membuka toko yang berada di Jl Merdeka dan dua cabang lainnya. “Setiap kali ada pesanan saya selalu bersemangat begitupun menunggu kurir datang yang membawa barang pesanan, senangnya luar biasa karena dari saya kita tahu bahwa barang kita terjual,”

Dikatakan Sindi, dari awal buka usaha hingga 11 tahun berdiri, dirinya tetap menggunakan jasa JNE dalam mengirim pesanan konsumen. Ada begitu banyak kelebihan yang ditawarkan. Dari sisi pelayanan JNE memberikan lebih seperti waktu tempuh lebih singkat, harga kompetitif, jasa kurir ini juga lebih dekat dengan kampusnya sehingga menghemat cost. Kurir ini pula sering jemput bola baik mengambil paket langsung ke toko setiap harinya dan stafnya juga sering main kesini sekedar ngobrol bareng.

“Jadi kami kumpulin pesanan konsumen yang berbelanja online via market place atau media sosial, nanti besok pagi akan ada kurir yang datang ambil paket dan pada akhir bulan baru mereka tagih ke toko,” ucap dia.

JNE pula, kata dia, semakin memanjakan mitra dengan program diskonnya. Sindi mengaku dirinya mendapatkan diskon 10 persen, bagi dirinya itu sudah luar biasa. Pasalnya, diskon tersebut cukup membantu terutama untuk memutar modal. “Kalau transaksi Rp 3 juta, maka ada diskon Rp 300 ribu. Kan lumayan untuk tambahan gaji karyawan atau beli barang baru,” ucap dia.

Tidak hanya itu, lanjut Sindi, alasan Sindi tetap setia pada JNE karena bisa kirim barang sampai daerah pelosok dan ini belum dimiliki orang jasa kurir lain. Kadang ketika ke daerah perairan seperti Lalan Kabupaten Musi Banyuasin tidak ada. Tapi kalau JNE sampai kesana. Alasan yang paling penting karena JNE ini nyaman dan aman sebab barang selalu diterima konsumen dalam keadaan utuh.

“Sampai sekarang ini kalau kirim barang ke konsumen tidak pernah di komplen. Berbeda dengan jasa kurir lain yang mengecewakan sebab saya pernah kirim barang ke Pekanbaru pas sampai barangnya berkurang dan bungkusnya sudah rusak, kan itu merusak nama toko kami apalagi pas direview di marketplace,” papar Sindi.

Makanya, Sindi mengungkapkan, meski saat ini ada banyak jasa ekspedisi yang muncul namun dirinya tetap memilih JNE. “Saya pernah didatangi pegawai kurir yang baru baru ini muncul dan menawarkan kerja sama. Bahkan yang datang itu pakai bahasa Tiongkok dan didampingi penerjemah. Ia sanggup beri diskon diatas 10 persen, tapi saya mikir lagi sanggup kirim barang ke pelosok,” ungkapnya.

Branch Manager JNE Palembang, Muhammad Daud mengatakan untuk bertahan di dunia jasa ekspedisi harus menjaga mitra dengan pelayanan terbaik dan inovasi. “Soal harga sebenarnya sama saja, tidak ada perbedaan yang jauh. Yang penting itu mempertahankan waktu dan tanggung jawab. Alhamdulilah, kami sampai sekarang belum pernah dikomplain konsumen lantaran paketnya rusak dan ini kami tekankan kepada kurir agar komitmen,” ulasnya. (Tet)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Hidupkan Sunnah Memanah, Pesantren Tahfizh Kiai Marogan Gelar Archery Tournament

Palembang, Detik Sumsel — Pesantren Tahfidz Kiai Marogan menggelar Marogan Archery Tournament Sumatera Open Ground …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *