Sejak 2015 Data Tak Update , Penyaluran Bansos di Palembang Tak Tepat Sasaran , Banyak Warga Mampu Ngaku Miskin

Iklan detik Sumsel

Palembang,DetikSumsel.com –  Penyaluran bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat miskin di Palembang dari Pemerintah pusat ke Pemerintah kota (Pemkot) banyak tak tepat sasaran.

Hal ini diungkapkan langsung Kepala Badan Pusat Statistik Sumsel Zulkipli, Rabu (28/9/2022).

Dikatakan Zulkipli, hanya ada 16 persen warga kurang mampu di Palembang yang mendapatkan penyaluran bansos dari pemerintah. Sisanya banyak warga yang mengaku miskin padahal mampu yang terdata di Dinas Sosial (Dinsos) setempat.

“ Banyak warga mampu perekonomiannya, sudah mencukupi dan tidak masuk kategori miskin, namun tidak ingin keluar dari bantuan dan inilah yang menjadi persoalan,” ujarnya.

Menurut Zulkipli, data penerimaan bansos di Palembang berdasarkan data Regsosek belum diperbarui sejak 2015 lalu dan menyebabkan masyarakat yang semestinya mendapatkan bansos dari pemerintah justru terlewat.

“Termasuk bansos untuk warga miskin di Sumsel yang disalurkan tepat sasaran hanya 27 persen. Masalah ini, karena seharusnya data update setiap 6 bulan. Tetapi dinas terkait tidak melaporkan ke BPS sehingga pendataan Regsosek harus dikonfrmasi ulang,” ungkapnya.

Karena hal tersebut, sambungnya BPS Sumsel akan melakukan pendataan awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) mulai 15 Oktober hingga  14 November 2022. Sehingga masyarakat yang benar-benar membutuhkan dapat menerima bansos.

“Dengan pendataan ekonomi dan sosial kepada warga Kota Palembang, diharapkan didapat data yang valid untuk program bantuan sosial ke masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota (Wako) Palembang Harnojoyo mengatakan, pendataan Regsosek dari BPS akan mengganti Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang tercatat di Dinsos. Selanjutnya data tersebut akan ditempel di setiap kelurahan mulai semester kedua 2023.

“Di luar data Regsosek, seluruh data perlindungan sosial akan dihapuskan. Pendataan akan terkoneksi dengan NIK. Pendataan ini akan memperbaiki siapa saja penerima bansos sehingga upaya penurunan kemiskinan terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Sementara berdasarkan data BPS Sumsel pada Maret 2021, angka kemiskinan di Palembang mencapai 12,34 persen atau sebanyak 194 ribu warga Palembang tercatat miskin dari keseluruhan jumlah penduduk.

Komentar