Selama 2020, BI Tarik Rp1,6 Triliun Uang Lusuh yang Beredar di Masyarakat | Detik Sumsel
Banner Iklan Diskominfo
Pemprov

Selama 2020, BI Tarik Rp1,6 Triliun Uang Lusuh yang Beredar di Masyarakat

Palembang, Detik Sumsel – Sebagaimana diamanatkan dalam Undang Undang Nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang, Bank Indonesia adalah lembaga yang berwenang untuk melakukan pengelolaan uang Rupiah yang meliputi Perencanaan, Pencetakan, Pengeluaran, Pengedaran, Pencabutan dan Penarikan, serta Pemusnahan.

Bank Indonesia yang memiliki peran dalam mengeluarkan dan mengedarkan uang, senantiasa berupaya untuk dapat memenuhi kebutuhan uang kartal di masyarakat baik dalam nominal yang cukup, jenis pecahan yang sesuai, tepat waktu, dan dalam kondisi yang layak edar (Clean Money Policy).

Kepala Kantor Bamk Indonesia Propinsi Sumatera Selatan , Hari Widodo mengatakan, melalui edukasi ini, diharapkan masyarakat dapat memahami mengenai kebijakan Bank Indonesia dalam pengelolaan uang Rupiah, dengan gerakan Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, serta sebagai upaya preventif dalam mencegah peredaran Uang Rupiah Palsu.

Implementasi kebijakan Clean Money Policy juga dilakukan oleh Bank Indonesia melalui kerja sama dengan Perbankan dan stakeholders terkait.

“Kita mengharapkan kegiatan ini bisa menunbuhkan kecintaan masyarakat terhadap rupiah karena sampai saat ini masih banyak masyarakat yang mencoret , meremas, melipat uang dengan sengaja, sehingga jarak edar uang berkurang karena masuk katagori uang lusu.”jelas Hari Widodo disela- sela kegiatan edukasi cinta, paham dan bangga Rupiah, yang dihadiri Peserta kegiatan cukup beragam, antara lain perwakilan instansi vertikal, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perbankan, Penyelenggara Jasa Pengolahan Uang Rupiah (PJPUR), media, pelaku usaha, akademisi, dan juga mahasiswa di The Zuri Hotel Sabtu, (19/06).

Baca Juga :   Kantor Pos Rekomendasikan Gunakan O-Ranger untuk Pengiriman

Dengan adanya kesadaran masyarakat secara tidak langsung ikut mendukung uang layak edar lebih lama dan bisa menekan angka uang lusu.

Hari menambahkan selama Januari hingga saat ini uang lusu yang masuk ke Bank Indonesia baik dari masyarakat maupun pihak perbankkan mencapai Rp 1,6 triliyun disumsel dari berbagai jenis pecahan uang kartal.

Ditambahkanya sebelum melakukan peracikan uang, BI terlebih dahulu melakukan pengecekan tingkat kelusuan uang dengan tingkatan 1 sampai 14.

“Kita masih merekomendasikan untuk tingkat kelusuan uang 8 sampai 14 masih bisa layak edar, tapi untuk tingkat kelusuanya 1 sampai 7, maka uang tersebut dikatakan tidak layak edar dan harus diracik,” jelas Hari.

Selain uang lusu yag juga jadi perhatian BI yakni adanya i uang palsu, berdasarkan data peresaran uang palsu di Sunatera selatan terua mengalani penurunan tipa tahunya, dari sebelumnya ditahun 2019 lalu peredaran uang palsu mencapai 3 ribu lembar, tahun 2020 turun menjadi 2.193 lembar dan ditahun 2021 sampai saat ini ada 600 lebar uang palsu yang beredar dimasyarakat.

Baca Juga :   BBM Satu Harga di Sumbagsel di Targetkan 15 Titik Lagi

Layanan tersebut juga meliputi layanan penukaran uang pecahan kecil, uang yang sudah dicabut dari peredaran serta uang rusak. “Kita mencatat selama 2020 jumlah uang Rupiah yang ditarik melalui Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan oleh perbankan di wilayah Provinsi Sumatera Selatan senilai Rp18 Triliun. Sedangkan jumlah uang Rupiah yang disetorkan ke Bank Indonesia oleh Perbankan pada tahun 2020 sebesar Rp 11,7 Triliun,” jelasnya.

​Dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi ini, Bank Indonesia juga berbagi informasi kepada masyarakat mengenai Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun RI (UPK75) yang dikeluarkan, diedarkan, dan mulai berlaku sebagai alat pembayaran yang sah tepat pada Hari Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 2020.

Bank Indonesia menyampaikan bahwa UPK 75 Tahun RI merupakan legal tender atau alat pembayaran yang sah dan dapat digunakan dalam transaksi keuangan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ia menambahkan BI mengajak masyarakat untuk senantiasa mengenali ciri-ciri keaslian Rupiah dan merawat uang Rupiah sebagai bentuk Cinta Rupiah, menjaga Rupiah yang merupakan simbol kedaulatan negara, alat pembayaran yang sah dan pemersatu bangsa sebagai bentuk Bangga Rupiah, dan mengenal fungsi Rupiah dalam konteks mendorong aktivitas perekonomian sebagai bentuk Paham Rupiah. (May)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Terus Perluas Jaringan Melalui Teknologi The New Biznet Fiber

Palembang, Detik Sumsel – Saat ini Internet telah menjadi kebutuhan utama yang harus tersedia di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *