Selama Ramadan, Tempat Hiburan Malam di OKI Wajib Tutup | Detik Sumsel
Pemprov
Kabid Pengendalian Kebakaran, Syawal Harahap, M.Si,

Selama Ramadan, Tempat Hiburan Malam di OKI Wajib Tutup

Kayuagung, Detik Sumsel — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKI melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) OKI mengimbau kepada pemilik tempat hiburan malam yang beroperasi diwilayah OKI untuk menutup aktivitasnya selama bulan suci ramadan tahun ini. Upaya ini sebagai tindaklanjut dari surat imbauan yang dikeluarkan Bupati OKI.

“Mulai H-3 hingga H+3 semua cafe hingga tempat hiburan malam wajib tutup. Jika melanggar, kami tidak segan memberikan sanksi tegas bagi pemiliknya,” kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Sat Pol PP OKI, Alexander Bustomi, M.Si melalui Kabid Pengendalian Kebakaran, Syawal Harahap, M.Si, Kamis (18/4).

Dia mengklaim surat imbauan penutupan tempat hiburan tersebut telah disampaikan ke seluruh camat yang ada di OKI.

Menurut dia, penutupan cafe dan tempat hiburan malam telah sesuai dengan  Peraturan Daerah (Perda) No 5/2017 tentang penyelenggara tempat hiburan.

“Kalau tahun lalu semua cafe dan tempat hiburan tidak beroperasi, kendatipun ada satu tempat hiburan di Teluk Gelam yang masih buka, tapi setelah ditertibkan mereka bersedia menutup operasinya,”terangnya.

Dia menuturkan keberadaan tempat hiburan dan cafe berada di Kayuagung, Teluk Gelam, Pedamaran, Tugumulyo dan sekitarnya.

Dia mengaku selama Ramadan akan melakukan patroli rutin untuk memastikan apakah pemilik benar-benar mengindahkan imbauan atau tidak.

“Tentu ini dilakukan untuk menghormati umat muslim yang tengah melaksanakan ibadah puasa,” terangnya.

Selain itu, pihaknya juga mengimbau kepada pemilik rumah makan dan restoran untuk memasang tirai sebagai asas kepatutan demi menghormati orang yang berpuasa.

“Pekerjaan ini rutin dilakukan setiap tahunnya, tapi alhamdulillah mereka bersedia dan mrngindahkan semua imbauan dari kita,”imbuhnya.

Begitupun dengan suara petasan ataupun hal serupa yang akan menganggu pelaksanaan ibadah salat tarawih, sepanjang bulan suci ramadan tidak diperkenankan.

Rama, pemilik rumah makan di Kayuagung mengaku, kalau ditutup selama ramadan tidak bisa. Namun pihaknya akan memasang tirai atau menutup tempat aneka lauk pauk yang dijajakan.

“Biasanya masih ada orang yang datang makan kesini, kalau ditutup, jelas kami bisa rugi,”akunya.(Iyan)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Tak Perlu Panic Buyying, Solar Aman dan Tersediah Hingga Akhir Tahun

Palembang, Detiksumsel – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH MIGAS) mengakui memang ada …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *