Sempat Dirumahkan, Karyawan PT BPAC Bomba Grup Akhirnya Dipekerjakan Kembali | Detik Sumsel
Pemprov
Rapat mediasi antara PT BPAC, Forum Kades, Forum BPD, Polsek Merapi dan warga, yang difasilitasi Camat Merapi Selatan, foto istimewa

Sempat Dirumahkan, Karyawan PT BPAC Bomba Grup Akhirnya Dipekerjakan Kembali

Lahat, Detik Sumsel – PT Bima Putra Abadi Citranusa (BPAC) Bomba Group, akhirnya menjawab nasib sekitar 500 warga Kecamatan Merapi Selatan, Kabupaten Lahat, yang dirumahkan akibat penyetopan operasi penambangan batubara pada awal februari lalu.

Penyetopan operasi itu bentuk komitmen PT BPAC terkait hasil rapat dengan Forum Badan Permusyawarahan Desa (BPD) Merapi Selatan, Rabu (15/12/2021), yang mendesak PT BPAC menyelesaikan pengerjaan Sungai Resam atau alur Air Resam. Dengan lebar enam meter, kedalaman 3,5 meter. Dengan memasang geomembran sebagai penahan di section II sepanjang 1,4 Kilometer.

Sebelumnya, Kamis (10/2) lalu, rapat mediasi sempat difasilitasi Camat Merapi Selatan, A Hadi Wiaya, di Kantor Camat Merapi Selatan, namun berakhir gagal. Karena Forum BPD Merapi Selatan enggan menghadiri pertemuan. Akibatnya, ratusan warga di Merapi Selatan jadi semakin galau. Pihak perusahaan lantas meminta Camat Merapi Selatan, untuk melakukan pertemuan ulang, sekaligus sebagai mediator.

Sabtu (12/2) mediasi kembali digelar. Selain dihadiri Pjs KTT PT BPAC, Aria Alfiansyah, Ketua Forum Kades, Oking Rahandi, Ketua Forum BPD, Yuslan dan perwakilan Polsek Merapi. Mediasi yang dipimpin oleh Camat Merapi Selatan ini, juga dihadiri oleh puluhan warga yang bekerja di PT BPAC. Guna menyaksikan langsung pertemuan yang menentukan nasib warga tersebut.

“Rapat mediasi berjalan lancar, aman kondusif. Harapan kita, kedepan tidak lagi terjadi,” ucap A Hadi Wijaya, Minggu (13/2).

Hasilnya, perbaikan diversi alur Air Resam tetap berjalan, dengan masa perbaikan empat bulan. Berita cara kesepakatan Rabu (15/12/2021), pada poin 2,3 dan 4 tetap berlaku. Operasional penambangan PT BPAC kembali dibuka, dan karyawan kembali dipekerjakan seperti biasanya, tergantung kebutuhan dan kemampuan perusahaan. Menyepakati permintaan karyawan yang ikut mediasi terkait regulasi PKWT (Perjanjian Kontrak Waktu Tertentu), maksimal kontrak enam bulan, dengan catatan penilaian kinerja karyawan secara objektif.

“Ya, perusahaan kembali beroprasi, karyawan dipekerjakan kembali, dan perbaikan Sugai Resam tetap berjalan,” terang Oking Rahandi.

Selain itu, dalam kesepakatan Forum Kades dan Forum BPD Merapi Selatan meminta perusahaan, menyediakan sarana air bersih, berupa pembuatan sumur bor, di desa yang terkena dampak pengerjaan diversi alur Air Resam. Lalu, apabila dalam waktu pengerjaan (empat bulan) perusahan dituntut masyarakat atau pihak luar, Forum Kades dan Forum BPD akan memediasi tuntutan tersebut, tanpa menganggu aktifitas perusahaan. Terkait dampak akibat diversi Alur Resam, perusahaan akan berupaya maksimal meminimalisir dampak tersebut.

“Terkait karyawan ada juga di poin ke lima dan ke enam. Poin ke lima berisi, karyawan dipekerjakan kembali harus bekerja sesuai Peraturan Perusahaan dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. Poin ke enam, karyawan yang diperpanjang kontrak, harus melampirkan surat rekomendasi dari masing-masing kepala desa,” terang Aria Alfiansyah, melalui Humas PT BPAC, Tomi. (heru)


H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

H Tama Calon Tunggal Ketua Demokrat Ogan Ilir

Palembang, Detik Sumsel — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) bakal …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.