Septiana Zuraida: Kan Lucu, Saya Lulus Tapi Non Rekomendasi | Detik Sumsel
Pemprov
Ilustrasi

Septiana Zuraida: Kan Lucu, Saya Lulus Tapi Non Rekomendasi

Palembang, Detik Sumsel – Dra Septiana Zuraida, Kepala Dinas Kearsipan Provinsi Sumatera Selatan, kecewa dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia.

Yang mana dirinya juga mempertanyakan, kenapa dirinya lulus uji kompentensi calon Widyaiswara, tetapi tidak direkomendasikan menjadi Widyaiswara.

“Kan lucu, saya lulus tapi tidak direkomendasikan oleh LAN. Coba kalian juga tanyakan BKD, BKPSDM, Sekda dan pihak LAN kenapa saya tidak direkomendasikan,”jelas wanita yang akrab disapa Anna ini,  melalui sambungan seluler, Jum’at (15/1).

Pengumuman kelulusan dirinya sebagai Widyaiswara secara resmi telah diumumkan, dan telah setelah dicari tau prihal kelulus, dirinya lulus tapi non rekomendasi.

“Yang jadi pertanyaan aku, saya lulus tapi non rekom. Alasanya apa. Seharusnya saya tidak usah di luluskan, kan lebih baik jadinya, atau batalkan saat pelantikkan, ini namanya pencemaran nama baik,”ucapnya.

“Saya menduga ada settingan dari provinsi, yang tau hanya pihak LAN sendiri, saya menduga seperti itu karena dari sumber yang saya dapat mengatakan, pertama ada surat dari provinsi untuk buat non rekomendasi, kedua ada WA dari Sumsel kepada kepala LAN, ketiga ada yang menghadap ke LAN,”jelasnya.

Dirinya juga mempertanyakan kredibilitas lembaga LAN,  yang mencetak sumber daya manusia yang handal dan profesional.

“Saya sakit, lulus tapi non rekomendasi. Harusnya tinggal buat saja tidak lulus, klu tidak senang. Dan kenapa pihak provinsi diam, toh saya tes berdasarkan surat dari Gubernur,”terangnya.

Untuk diketahui, Berdarsarkan surat Lembaga Adminstrasi Negara (LAN) Republik Indonesia nomor : 6722/K.1/JFT/.02.1 tertanggal 28 Desember 2020, Dra Septiana Zuraida tidak direkomendasikan menjadi Widyaiswara.

Ketika dikonfirmasi, Ketua Tim Penguji LAN M. Taufiq menegaskam bila, penilaian untuk ibu Septiana Zuraida sudah sesuai prosedur.

“Yang diumumkan lulus itu uji kompetensi teknis. Untuk direkomendasikan kepada gubermur ada penilaian trackrecord sikap perilaku (softcompetency). Termasuk yang jadi dasar dalam hal ini adalah laporan masyarakat,”jelasnya melalui pesan WA.

Terkait ada keterangan, yang menyebut ada perwakilan dari Pemprov Sumsel yang menemui seseorang di LAN, dirinya tidak membantah

“Lha kalau itu wajar mas. Dari pemprov Sumsel kita ada hubungan kerja diberbagai bidang. Bisa dikatakan tiap bulan ada yg datang. Tetapi, bisa saya pastikan tidak ada yang khusus datang hanya untuk membahas persoalan ibu Anna,”terangnya.

Dalam Peraturan Pemerintah nomor 11 tahun 2017 jelasnya, kompentensi widyaiswara adalah pemilikan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang dituntut oleh jabatan fungsional widyaiswara yang meliputi kompentensi pengelolaan pembelajaran, substansi, kepribadian dan sosial.

“Mohon klarifikasi juga pihak – pihak di Sumsel. Akar permasalahannya disana. Kita hanya jalankan sesuai aturan dan kami jamin tidak ada mafia atau hal yang melanggar integritas,”tegasnya.(Pen)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Ops Patuh Musi 2021, Masyarakat Diminta Patuhi Prokes 

Baturaja, Detik Sumsel – Selama dua pekan kedepan Satlantas Polres Ogan Komering Ulu (OKU) menggelar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *