Siap-siap Jika Realisasi PBB Rendah, Camat Bakal Kena ‘Getah’ | Detik Sumsel
Banner Iklan Diskominfo
Pemprov

Siap-siap Jika Realisasi PBB Rendah, Camat Bakal Kena ‘Getah’

Sekayu, Detik Sumsel – Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin menegaskan dirinya bakal memberi sanksi tegas, bagi camat yang wilayahnya rendah dalam realisasi Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sektor perdesaan dan perkotaan.

Hal itu disampaikan orang nomor satu di Bumi Serasan Sekate ini dalam acara Kunjungan Kerja dan Silaturahmi Bupati Muba dengan Masyarakat Kecamatan Babat Toman Dalam Rangka Bulan Bhakti PBB dan Gebyar Pajak Daeah Kabupaten Muba 2018, di Lapangan Kantor Lurah Babat Kecamatan Babat Toman, Rabu (19/9).

“Memang saat ini tahun masih berjalan, belum final, karena masih ada waktu agar seluruh camat dan segenap unsur untuk mencapai target yang telah dutetapkan,” ujar Dodi.

Dimana berdasarkan data Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Muba terdaoat tiga kecamatan yang realisasi PBB nya rendah hingga 19 September 2018 yakni Kecamatan Babat Supat dengan persentase 19,60%, Kecamatan Tungkal Jaya dengan persentase 14,06% dan Kecamatan Lais dengan persentase 8,80%.

Baca Juga :   PKL di Pasar Lematang, Ditawari Pindah ke Pasar Kangkungan

“Saya minta seluruh camat all out untuk meningkatkan realisasi PBB di wilayahnya. Jika di akhir tidak mencapai target, pasti ada punishment atau sanksinya. Apa bentuk sanksinya itu akan kita bahas, terpenting harus all out,” tegas Dodi.

Bagi kecamatan yang memperoleh realisasi terbesar akhir tahun nanti, sambung dia, dipastikan mendapat reward atau hadiah atas prestasi yang diberikan. Dimana untuk saat ini tiga besar realisasi PBB masih dipegang oleh Kecamatan Babat Toman dengan persentase 75,50%, Kecamatn Keluang dengan persentase 48,12% dan Kecamatan Sanga Desa 44,96%.

“Bagi yang realisasinya besar atau memenuhi target kita berikan reward, selain itu juga anggaran untuk kecamatannya akan diperbesar. Untuk tahun depan (2019), rewardnya berupa umroh, jadi kecamatan harus berlomba-lomba mencapai target,” jelas dia.

Baca Juga :   Sisir Warga Jatim di Jabodetabek untuk Diberi Sembako

Sementara, Plt Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Muba, Jexi Levin, mengatakan, dilaksanakannya bulan bhakti PBB dan Pajak Daerah sebagai gerakan awal dimulainya reward dan punisment terhadap kewajiban membayar pajak daerah.

“Dari pencapaian saat ini, kita harus bekerja lebih giat lagi melakukan pemungutan pendapatan asli daerah baik itu PBB, pajak daerah, maupun retribusi,” terang dia.

Lebih lanjut Jexi mengatakan, kegiatan bulan bhakti PBB dan Pajak Daerah diharapkan dapat menggugah kesadaran setiap warga agar sadar, taat, dan melunasi kewajiban perpajakan lebih awal atau tidak melampaui waktu jatuh tempo.

“Bila melebihi waktu akan dilakukan penagihan secara paksa dan diminta bagi wajib pajak untuk dapat dengan jujur menyampaikan data pajak daerah mereka,” tandas dia. (edy)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Desak Pemkot Pagaralam Harus Miliki Alat Tes Swab PCR

Pagaralam, Detik Sumsel- Terus bertambahnya kasus terkonfirmasi positif terpapar Virus Corona (Covid-19) dan kasus yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *