Sidang Pemalsuan Surat Tanah, Kuasa Hukum Hadirkan Dua Saksi Meringankan Terdakwa | Detik Sumsel
Pemprov
Titis Rachmawati SH MH kuasa hukum terdakwa Tjik Maimunah

Sidang Pemalsuan Surat Tanah, Kuasa Hukum Hadirkan Dua Saksi Meringankan Terdakwa

Palembang, Detik Sumsel — Titis Rachmawati SH MH Kuasa hukum Tjik Maimunah terdakwa dugaan kasus pemalsuan surat tanah menghadirkan dua saksi yang meringankan dalam sidang lanjutan yang digelar secara virtual diketuai oleh hakim Touch Simanjuntak SH MH di Pengadilan Negeri Palembang Klas 1A Khusus Sumsel, Rabu (23/6/2021).

Adapun kedua saksi yang dihadirkan adalah Rusno dan Agus Toni. Dalam kesaksiannya Rusno merupakan ketua RT 53. Dihadapan majelis hakim Rusno mengatakan sejak tahun 1990 hingga sekarang tidak mengetahui tentang adanya penggarapan yang dilakukan terdakwa Tjik Maimunah.

“Ratnajuita itu adalah warga Rt 53, dan untuk masalah tanah yang disengketa, saya tidak mengetahuinya, sampai ada panggilan dari pihak Polda Sumsel,” ujar Rusno dihadapan majelis hakim, Rabu (23/6/2021).

Dikatakan Rusno bahwa tahun 2015 Tjik Maimunah telah mangajukan SPH, kemudian selaku Ketua Rt telah memohon meminta pihak kelurahan dan kecamatan, berserta aset daerah bersama BPN agar melakukan pengecekan dan pengukuran terhadap tanah tersebut.

Sedangkan Agus Toni dalam kesaksianya menerangkan ia telah membeli tanah kepada Tjik Maimunah seluas 564 M”, dan sekarang sudah bersertifikat.

“Tanah yang saya beli sudah bersertifikat dari Tjik Maimunah. Saya tidak tahu itu tanah milik Ratna,” ujar Toni pada majelis hakim.

Menurut Agus Toni, Sekarang tanah yang menjadi objek disengketakan merupakan berada di kelurahan 16 tidak pernah diklaim kelurahan 8 ulu.

Sementara itu, Kuasa hukum terdakwa Tjik Maimunah, Titis Rachmawati SH MH mengatakan dalam sidang kali ini pihaknya menghadirkan saksi yang meringankan dari kliennya.

“Ada dua saksi meringankan yang dihadirkan ini, untuk menjawab dakwaan Jaksa Penuntut Umum yang menuduh klien kami telah membuat surat palsu. Dengan keterangan saksi tadi, sudah jelas objek tanah yang dituduhkan JPU itu berbeda lokasinya,” ujar Titis.

Titis menambahkan, jadi berdasarkan dakwaan penuntut umum bahwa objek tanah berada di wilayah Kelurahan 8 Ulu, sementara objek yang sebenarnya sampai sekarang berada di wilayah 16 Ulu.

“Objek tanah menurut penuntut umum ada di 8 Ulu, tapi sebenarnya objek tersebut dari dahulu sampai saat ini berada diwilayah 16 Ulu. Bahkan saksi Rusno selaku ketua RT tadi mengatakan dia tinggal dari tahun 1991 wilayah itu dari dahulu masuk wilayah 16 Ulu,” ujarnya.

Bahkan menurut Titis kliennya membuat surat Surat Pengakuan Hak (SPH) sudah diperiksa oleh aparat yang berwenang yakni Kelurahan, Kecamatan, BPN dan Badan Aset Provinsi Sumsel.

“Jadi sudah jelas dan terbuka, kalau jaksa penuntut umum dan pihak pelapor Ratna Juwita Nasution mengatakan klien kami adalah mafia, justru yang kami pertanyakan siapa sebenarnya yang mafia, karena dari mana dasarnya tanah di wilayah 8 Ulu akan dicaplokan ke 16. Perkara ini sudah terang benderang sesuai fakta persidangan, jadi jangan sebut dikit – dikit mafia, hati – hati kalau bicara soal mafia,” tegas Titis.

Sementara itu Razman Arief Nasution kuasa hukum pelapor Ratna Juwita Nasution, mengaku bahwa perkara yang sedang berjalan dalam proses persidangan sudah viral dan ketahui oleh pejabat – pejabat tinggi di Jakarta dan mengapresiasi atas putusan majelis hakim yang mengabulkan permohonan jaksa penuntut umum untuk menghadirkan dua saksi yang mengetahui atas perkara tersebut.

“Pertama – tama saya katakan bahwa kasus yang telah dilaporkan oleh Ibu Ratna selaku klien kami menjadi viral dan sudah diketahui oleh pejabat-pejabat tinggi di Jakarta, dan yang kedua pihaknya mengapresiasi majelis hakim yang mengabulkan permohonan jaksa penuntut umum untuk menghadirkan dua saksi penting yang mengetahui perkara tersebut,” ujar Razman.(oji)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL
Lakukan Penukaran Uang

Check Also

Embat Celengan Masjid Dihari Jumat, Indra Beraksi Saat Jamaah Sedang Sholat

Palembang, Detik Sumsel — Aksi pencurian kotak amal yang dilakukan Indra Cahya di masjid Zaidin …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *