Sisi Lain Kekurangan Mesin Combine Pemanen Padi Modern | Detik Sumsel
Banner Iklan Diskominfo
Pemprov

Sisi Lain Kekurangan Mesin Combine Pemanen Padi Modern

Pati, Detik Sumsel – Panen padi dengan menggunakan mesin modern (Combine) terbukti memang lebih cepat dan menghemat biaya produksi dibanding dengan mesin perontok padi manual atau yang biasa di sebut mesin Dos. Namun disisi lain panen dengan mesin Combine, masih menyisakan batang padi atau jerami yang cukup tinggi.

Hal itu dialami semua petani Desa Tamansari yang cara panennya menggunakan alat mesin modern, tak terkecuali Bapak Sarmidi (56) warga Dukuh Kemiri, Desa Tamansari, Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati. Terlihat dirinya sedang bersama TNI anggota Satgas TMMD Reguler ke-111 Kodim 0718/Pati yang sedang bertugas di desa tersebut, Selasa (13/7/2021).

Baca Juga :   Sekda Kendal Apresiasi Karya TMMD Kodim Kendal

Serda Sukarji, dialah TNI anggota Satgas TMMD yang sedang membantu Bapak Sarmidi memotong batang padi yang masih tersisa. Menurutnya, hal ini dilakukan agar sisa batang padi tersebut tidak menggangu saat lahan ditanami tanaman jenis Palawija, seperti kacang hijau, kedelai atau yang lainnya.

“Ini saya menggunakan mesin rumput untuk memotong batang padi agar cepat, sehingga lahan bisa diolah kembali. Kalau babat dengan alat sabit tentunya memakan waktu cukup lama,” kata Sarmidi.

Lanjutnya, saya ucapkan terimakasih kepada TNI anggota Satgas TMMD yang talah membantu kerja saya hari ini. Saya pun tidak menyangka akan dibantu babak tentara.

Baca Juga :   Pengairan Lahan Pertanian Untuk Desa Ketapang Sekarang Tercukupi

“Terimakasih Pak, sudah membantu saya, semoga dengan batuan bapak ini TNI selalu dekat dengan rakyat selama. Kami warga Tamansari salut dan bangga dengan keberadaan TNI anggota Satgas TMMD selama di desa kami,” pungkasnya. (0718)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Percepatan Vaksinasi di Agustus Sampai 2 Juta Dosis Per Hari

Jakarta, Detik Sumsel- Pemerintah terus mendorong percepatan vaksinasi dengan target 1 juta penyuntikan dosis vaksin …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *