Spesial Tak Diborgol, Tersangka Tipu Gelap Asian Game 2018 Di Limpah Ke Kejari Palembang | Detik Sumsel
BNI"
FA alias Ayong mengenakan setelan serba hitam, bebas melenggang tanpa diborgol meskopun dikawal ketat pihak kepolisian saat dilimpahkan Kekejaksaan Negeri Palembang.(istimewa)
FA alias Ayong mengenakan setelan serba hitam, bebas melenggang tanpa diborgol meskopun dikawal ketat pihak kepolisian saat dilimpahkan Kekejaksaan Negeri Palembang.(istimewa)

Spesial Tak Diborgol, Tersangka Tipu Gelap Asian Game 2018 Di Limpah Ke Kejari Palembang 

Palembang, Detik Sumsel, – Usai ditetapkan Tersangka pada 31 Maret 2020 oleh Bareskrim Polri, Febri Alfian alias Ayong (51) yang ditangkap 28 Juni lalu atas Laporan Penipuan dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam proyek Asian Games 2018 di Palembang dengan nomer  LP/442/IV/2018 Bareskrim Polri tertanggal 3 April 2018 akhirnya dilimpahkan penyidik Bareskrim Polri berikut berkas dan barang bukti  atau tahap II ke Kejaksaan Negeri Palembang, Selasa (25/08).

Namun sangat disayangkan pantauan dilapangan terlihat spesial dan berbeda, tak seperti tahanan lainya yang wajib diborgol tangannya, tersangka Febry alias Ayong yang diketahui menaiki pesawat Batik Air Penerbangan pukul 8.30 WIB mengenakan masker serta setelan serba hitam dari topi baju hingga celana nampak bebas melenggang meskipun dalam pengawalan ketat anggota Kepolisian.

” Benar hari ini ada pelimpahan perkara Tersebut dengan satu orang TSK inisial FA Alias Ayong, tarkait penipuan pada Asian Games 2018, saat ini masih menjalani proses administrasi Tahap II untuk dilakukan Penahanan  sementara di Mapolda Sumsel,” Terang Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Palembang Agung Ary Kesuma SH MH disela Pelimpahan singkat melalui pesan Whastappnya.

Sementara sebelumnya Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono sempat menyampaikan kepada awak Media jika Total kerugian sebesar Rp 8,9 miliar dengan pelapor atas nama Lastri Sulastri selaku kuasa dari PT MRU, PT MBP, dan PT PBBS,” Kerugiannya cukup besar mencapai 8,9 Milyar,” terang Awi.

Diketahui kasus ini berawal saat Febry Alfian alias Ayong warga Jl Punai No II , IT II Palembang ini meminta kepada Dirut PT MRU untuk mengirimkan lima kapal pengangkut barang berisikan batu split atau batu belah pada akhir Januari 2017. Hal itu dimaksudkan untuk pembuatan embung di Jakabaring, Palembang, dalam rangka proyek Asian Games 18 Agustus 2018.

Dari awal korban tidak mau menerima tawaran dari Febry alias Ayong, namun karena bujukan dan janji bahwa proyek tersebut sangat aman karena uangnya berasal dari APBD atau APBN dan menjamin kelancaran pembayaran, akhirnya korban percaya dan mau membuatkan purchase order.

Masalah baru muncul setelah batu untuk pembuatan embung dalam rangka proyek Asian Games 2018 itu telah diterima dan dilakukan penagihan. Staf terkait dari FA alias Ayong menjadi sulit dihubungi dan mengaku belum menerima perintah pembayaran.

Berdasarkan hal tersebut, penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap 19 saksi dan 1 saksi terlapor yakni FA alias Ayong dan penyidik menetapkan FA alias Ayong sebagai tersangka tunggal.

Febry alias Ayong yang akan dituntut oleh Jaksa Penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Agung Republik Indonesia Azhari SH MH, Adhyaksa Dharma Yulianto SH MH, Maudin SH MH, Lusiana SH MH, dan dari Kejaksaan Negeri Palembang Ursula Dewi SH MH serta Desi Arsean SH dikenakan Pasal 379a KUHP dan Juncto Pasal 378 KUHP serta pasal 3 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dengan Ancaman hukuman pidana penjara paling lama 20 tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar.(vot)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL
Lakukan Penukaran Uang

Check Also

Selain Kurang Kolam Retensi, Antoni Yuzar : Perda Rawa Masih Mandul

Palembang, Detik Sumsel – Di kegiatan reses anggota DPRD Sumsel dapil Sumsel II yang meliputi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *