Sumsel Dapat Tambahan Kuota Solar 3 Juta Liter | Detik Sumsel
BNI"
Gubernur Herman Deru menerima kunjungan kerja Komisi VII DPR RI dan komite BPH Migas, (maya/detiksumsel.com)

Sumsel Dapat Tambahan Kuota Solar 3 Juta Liter

Palembang, Detik Sumsel – BPH Migas akan menambah kuota solar bersubsidi untuk Provinsi Sumatera Selatan sebanyak 3 juta liter tahun ini.

Penambahan Kouta solar ini untuk memudahkan masyarakat mendapatkan BBM bersubsidi sehingga tidak ada lagi laporan kelangkaan solar di SPBU dan menyebabkan antrean panjang.

“Alhamdulilah BPH Migas menambah kuota BBM bersubsidi jenis solar di Sumsel dan kita sambut baik rencana itu sehingga memudahkan mobilitas masyarakat beraktivitas dan bisa meningkatkan roda perekonomian,” ujar Gubernur Herman Deru usai menerima kunjungan kerja Komisi VII DPR RI dan komite BPH Migas, Jumat (07/08).

Sedangkan Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa mengatakan, Berdasarkan data dari BPH Migas kuota solar subsisis propinsi Sumatera Selatan 557.688 kilo liter dengan realisasi konsumsi 244.972 kilo liter atau 43,9 persen dari kuota yang disediakan hingga 30 Juni 2020.

Sementara itu kuota premium 256.438 kilo liter dan sudah terealisasi 131.237 kilo liter atau terealisasi 51,2 persen hingga 31 Juli. “Sementara itu kuota solar tahun lalu sebesar 554.892 KL realisasinya mencapai 584.290 KL atau sebesar 105,3 persen atau over lima persen,” katanya.

Ditambahkanya untuk mengontrol agar kuota BBM subsidi tepat sasaran dan tidak over, pemerintah daerah diminta benar-benar ikut aktif mengawasi penyaluran BBM subsidi tersebut agar tepat sasaran dan program digitalisasi SPBU yang saat ini sedang dilakukan oleh PT Pertamina (Persero) dengan kerjasama dengan PT Telkom dapat digunakan secara efektif untuk mengawasi penyaluran BBM subsidi.

Ditanbahkanya, Hingga Agustus 2020 saat ini perkembangan digitalisasi SPBU yang dilaksanakan oleh PT Pertamina Persero telah mencapai 55 persen atau sejumlah 3.030 SPBU dari target 5.518 SPBU diseluruh Indonesia.

Sedangkan untuk Propinsi Sumatera Selatan sendiri Dari target implementasi 136 IT Nozzle yang tersambung di dashboard PT Pertamina Persero baru 55 SPBU yang terealisasi 40,4 persen.

Sistem digitalisasi SPBU yang dikembangkan saat ini baru terbatas hanya untuk pencatatan volume transaksi, nilai penjualan transaksi dan pencatatan nomor polisi kendaraan yang dilakukan secara manual menggunakan electronic data capture (EDC).

Kegiatan digitalisasi yang dilakukan saat ini dalam rangka memudahkan pengawasan penyaluran BBM penugasan dan subsidi agar tepat volume dan tepat sasaran. Hal ini akan berdampak terhadap penghematan subsidi yang digelontorkan oleh Pemerintah bagi rakyat dalam rangka pemenuhan kebutuhan terhadap energi.

“Pemerintah daerah harus benar-benar mengawasi konsumsi BBM subsidi agar tepat sasaran dan tidak over,” ujar Anggota Komisi VII DPR-RI H. Yulian Gunhar. (May)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL
Lakukan Penukaran Uang

Check Also

Hadirkan Dunia Games Awards 2021, Apresiasi Capaian Prestasi Industri Game Indonesia

Palembang, Detiksumsel – Telkomsel sebagai digital ecosystem enabler terus berupaya mengakselerasi setiap aspek di ekosistem …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *