Sumsel Darurat Penyakit Kuku dan Mulut

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan

Palembang, Detik Sumsel — Penyakit Kuku dan Mulut (PKM) nampaknya sudah memasuki status darurat di Sumatera Selatan (Sumsel), pasalnya puluhan sapi dan kerbau di Desa Tanjung Kerang Rambutan Banyuasin banyak yang mati akibat penyakit ini.

Belakangan diketahui bahwa puluhan hewan ternak yang ada di daerah tersebut banyak yang mati dikarenakan terjangkit PKM. Hal inilah yang menjadi kepanikan bagi peternak dan warga dikarenakan dari 1.747 jiwa yang berada di Desa Tanjung Kerang menggantungkan hidupnya sebagai peternak sapi dan kerbau.

Salah satunya Hani, peternak sapi dan kerbau di Desa Tanjung Kerang Rambutan Banyuasin mengaku sudah banyak ternaknya terjangkit penyakit ini. Tak tanggung-tanggung, 50 sapi dan kerbaunya terjangkit penyakit yang disebabkan oleh virus ini.

“iya ada 50 sapi dan kerbau yang terkena PMK, sudah 3 mingguan atau 15 hari. kaki dan mulutnya luka,” ujar Hani(45) peternak kerbau dan sapi saat ditemui di kandangnya, Minggu (24/7/2022).

Ia mengungkapkan, akibat penyakit tersebut sudah ada 3 hewan ternaknya yang sudah mati. Berbagai upaya telah ia lakukan untuk mengobati ternaknya yang terjangkit penyakit ini.

“Sejauh ini kita hanya menggunakan bahan tradisional untuk memberi mereka obat pada saat terkena PKM,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tanjung Kerang, Sueda membenarkan bahwa hewan ternak milik peternak warga disana sudah banyak yang meninggal, bahkan dalam jumlah yang besar.

“Terkait penyakit PKM yang saat ini menyerang hewan ternak di desak kita sudah banyak yang mati, para peternak juga banyak mengeluh akan peristiwa ini dan diharapkan utuk pihak terkait bisa membantu untuk mengatasi ini, seperti memberi vaksin atau lainnya,” Katanya.

Ia menambahkan, langkah yang diambil oleh pihaknya adalah menyeleksi hewan-hewan yang terkena PKM dan merawatnya. Namun, permasalahan timbul ketika ada yang mati. Pihaknya hanya bisa membiarkan hewan tersebut mati dan tidak dikubur.

“Mau bagaimana lagi, kami tidak tau cara penangannya,” ujarnya.

Apalagi bila hewan sedang terkena PKM dikatakan Sueda, hewan tersebut merasa sakit kakinya dan kukunya mengelupas, termasuk mulut sapi tersebut yang terkena PKM mengeluarkan lendir dan bercak putih pada lidahnya.

Ia berharap kepada pemerintah serius menangani PKM di wilayahnya, apabila tidak maka peternak di Desa Tanjung Kerang ataupun di wilayah Rambutan Banyuasin akan kehilangan mata pencahariannya.

“Tidak hanya di kita di wilayah yang lain juga kena PKM,” tutupnya. (Haris Widodo)

Komentar