Tak Perlu Panic Buyying, Solar Aman dan Tersediah Hingga Akhir Tahun | Detik Sumsel
BNI"

Tak Perlu Panic Buyying, Solar Aman dan Tersediah Hingga Akhir Tahun

Palembang, Detiksumsel – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH MIGAS) mengakui memang ada temuan SPBU yang antrean kendaraan mengisi solar cukup panjang dari hasil sidak yang dilakukan di sejumlah SPBU belum lama ini.

Anggota Komite BPH Migas Abdul Halim mengatakan BPH Migas selalu bekerjasama dengan stakeholder terkait distribusi BBM dari hulu sampai hilir agar tepat sasaran.

“Kita sempat lihat antrean solar
itu karena efek pemerintah menerapkan digitalisasi sehingga dampaknya mobil yang akan isi solar harus antre lebih lama karena petugas akan mendata lebih dulu plat kendaraan, jenis kendaraan dan barang apa yang diangkut sebagai laporan bahwa penyaluran solar atau BBM penugasan tepat sasaran,”Ungkapnya disela – sela sosialisasi kinerja dan penyuluhan regulasi BPH Migas di hotel Novotel Palembang, Rabu (20/10)

Ia meminta masyarakat jangan punic buying karena kuota solar cukup hingga akhir tahun.

Kouta solar di Sumbagsel 591 ribu kilo liter dan hingga 18 Oktober realisasinya 403 ribu kilo liter atau baru tersalurkan 74 persen. Artinya masih ada kuota solar yang tetap bisa disalurkan hingga akhir tahun dan cukup memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dikatakanya, sebagai upaya agar penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran itulah dilakukan digitalisasi di SPBU dan adanya kebijakan pembatasan pembelian solar agar semua dapat jatah solar.

Pembatasan itu yakni maksimal 60 liter untuk kendaraan pribadi, 80 liter untuk truk dan 200 liter untuk kendaraan roda enam.

“Selain menggandeng aparat berwajib kita minta juga agar masyarakat dan media ikut mengawal distribusi bbm bersubsidi agar tidak disalahgunakan. Jika ditemukan ada kecurangan dari SPBU dalam mendistribusikan BBM bersubsidi maka SPBU akan diberi sanksi bertahap hingga penghentian suplai ke SPBU tersebut hingga penutupan operasional sementara SPBU,” ujar anggota Komite BPH Migas lainnya Wahyudi Anas.

Sementara itu Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan stok dan penyaluran Solar Subsidi dengan penerapan sistem digitalisasi dan pemantauan secara real time melalui Pertamina Integrated Command Centre (PICC).

Konsumsi harian Solar Subsidi di Sumbagsel sejak September 2021 mengalami peningkatan sebesar 5,8% atau 288 kiko liter per hari dibandingkan rata-rata harian di periode Januari sampai Agustus 2021.

Hingga saat ini, tahun 2021 terdapat 7 SPBU di Sumbagsel telah diberikan sanksi berupa penghentian suplai, penutupan sementara, maupun sanksi seperti penggantian selisih harga jual Solar Subsidi akibat penyelewengan yang dilakukan seperti terbukti melakukan traksaksi yang tidak wajar, pengisian jeriken tanpa surat rekomendasi, dan pengisian ke kendaraan modifikasi.

Terkait dengan informasi dan layanan produk serta promo yang sednag berlangsung, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Call Center (PCC) 135.(May)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL
Lakukan Penukaran Uang

Check Also

1700 Anak Di OKU Dapat Makanan Tambahan Sehat

Baturaja, Detik Sumsel – Sebanyak 1700 anak-anak PAUD menerima makanan tambahan sehat dalam kegiatan pemberian …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *