Tanggapi Postingan Hoax, PDI Perjuangan : Kami Proses Melalui Jalur Hukum | Detik Sumsel
Detik
Pemprov
Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR) DPC PDi Perjuangan, saat memberikan keterangam pers, terkait beeita Hoax yang disebarkan salah satu oknum anggota DPRD Provinsi Sumsel. pada Jumat (28/5).

Tanggapi Postingan Hoax, PDI Perjuangan : Kami Proses Melalui Jalur Hukum

Sekayu,  Detik Sumsel – Tindakan dugaan penyebaran postingan hoax oleh salah satu oknum anggota DPRD Sumsel sekaligus kader Partai Keadilan Sejahterah (PKS) Ahmad Toha, dinilai sangat tidak layak dan menimbulkan kemarahan dari kader-kader PDI Perjuangan.

Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Musi Banyuasin, Yakup Supriyanto menerangkan, permasalahan bermula ketika Ahmad Toha menyebut ada politikus PDI Perjuangan yang mengatakan “Jika negara ingin maju dan berkembang, Pendidikan agama islam harus di hapuskan”. Sehingga melihat cuitan dan share tersebut, salah satu kader PDI Perjuangan Andi setiawan, merasa tidak etis dan tidak terima dengan pernyataan yang menyudutkan partai (PDI Perjuangan) langsung memberi kuasa kepada Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR) untuk melaporkan Ahmad Toha ke kepolisian.

“Ya benar, kami telah mendapatkan laporan adanya penyebaran berita Hoax oleh salah satu oknum anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan, sekaligus kader PKS, Ahmad Toha dari beberapa kader. Selain itu permasalahan itu juga, sudah menjadi sehingga membuat keresahan dan kemarahan bagi kader-kader PDI Perjuangan,” tegas Yakup, mewakili Ketua DPC PDI Perjuangan Muba, Sabtu (29/5) saat dihubungi.

Menurutnya, sesuai arahan Ketua DPC PDI Perjuangan Muba, untuk dilakukan proses hukum dengan mengkuasakan BBHAR untuk mengkaji kemudian mempelajari terkait ujaran kebencian tersebut.

“Jika terdapat unsur perbuatan yang tidak sesuai dengan aturan hukum, maka silakan proses sesuai hukum yang berlaku,” bebernya.

Selain itu, pihaknya juga  menyatakan akan terus menyalurkan aspirasi dan keinginan kader dengan pola yang baik, sehingga kondusifitas tetap terjaga, dalam permasalahan dugaan penyebaran Hoax tersebut.

Sementara itu, Wakabid Hukum dan Keamanan Edie Gunawan mengungkapkan, sudah mengambil langkah dengan melaporkan pelaku penyebar hoax melalui Whastaap Grup ke Polda Sumsel sesuai dengan kuasa yang dilimpahkan kepada kami.

Edie juga menyayangkan atas tindakan yang dilakukan Ahmad Toha dengan spontan, sehingga membuat keresah publik khususnya kader PDI Perjuangan, dengan membagikan postingan yang belum pasti kebenarannya.

“TIdak sewajarnya seseorang yang terpelajar dan statusnya sebagai seorang anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan, melakukan penyebaran berita hoax seperti itu,” ujarnya. (edy)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL
Lakukan Penukaran Uang

Check Also

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia

*Pemuda-Pemudi yang Memahami serta Mematrikan Esensi dan Makna Terdalam Sumpah Pemuda dalam Kehidupan Sehari-Hari sebagai …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *