Tangkal Virus Corona, Warga Buru Jamu Tradisional | Detik Sumsel
BNI"
Yanti pedagang jamu, saat melayani pembeli yang ingin menikmati jamu.
Yanti pedagang jamu, saat melayani pembeli yang ingin menikmati jamu. (Maya/detiksumsel.com)

Tangkal Virus Corona, Warga Buru Jamu Tradisional

Palembang, DetikSumsel – Virus Corona yang mulai masuk di Indonesia membuat beberapa rempah seperti Jahe dan kunyit dan rempah herbal yang diklaim bisa membantu menangkal efek virus asal negeri Tiongkok ini, naik daun dan dicari oleh banyak masyarakat.

Salah satu penjual Jamu Yanti, yang biasa berjualan jamu setiap hari di sekitar kantor Gubernur Sumsel mengaku semakin banyak yang meminum jamu sejak adanya kabar penyebaran virus Corona di tanah air.

Biasanya dalam satu hari ia bisa menghabiskan puluhan cangkir jamu, tapi sejak kemarin jumlah permintaan jamu meningkat hingga 50 persen. Dan terbanyam jamu yang diminta konsumen yakni Sapto Wedang yang berfungsi untuk menghilangkan masuk angin.

Jamu ini merupakan kombinasi temulawang, jahe dan kencur yang dijadikan satu. Jika konsumen minta ditambah sambiloto atau daun sereh juga bisa yang memiliki manfaat lebih untuk menghilangkan batuk.

“Sejak 10 tahun jadi penjual jamu memang dari dulu ramai yang minum jamu tapi sekarang lebih ramai lagi yang minta,”Ungkapnya Rabu (04/02)

Setiap hari Yanti biasa menghabiskan hingga 5 kilo gram bahan jamu yang merupakan gabungan dari kunyit, temulawak, kencur, jahe merah, sere, sambiloto dan bahan lainnya. Semua bahan ini ditumbuk halus untuk menghasilkan sari patinya yang dibuat sebagai jamu dan direbus bersama tambahan air.

Ditambahkanya minum jamu tidak selalu identik dengan pahit dan tidak enak. Puluhan tahun meracik jamu membuatnya hafal bagaimana takaran jamu yang enak dan juga berkhasiat menyehatkan tubuh.

Kalaupun jamu yang diminum diberi sari sambiloto yang memiliki rasa pahit, konsumen akan langsung diberikan air wedang jahe manis sebagai pentetral rasanya.

Selain meningkatkan daya tahan tubuh dan menyegarkan. Yanti juga memiliki ramuan jamu khusus untuk menyembuhkan kanker, ovium juga kista yang sudah terbukti khasiatnya.

“Sudah terbukti khasiatnya kunyit putih sebagai penyembuh kanker, ovium dan kista khususnya pada wanita,” klaimnya.

Jamu kunyit putih dijualnya dengan harga Rp 10 ribu per gelas atau lebih mahal dari jamu kunyit asem atau beras kencur yang hanya dibandrol Rp 5 per gelas. (May)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL
Lakukan Penukaran Uang

Check Also

Hadirkan Dunia Games Awards 2021, Apresiasi Capaian Prestasi Industri Game Indonesia

Palembang, Detiksumsel – Telkomsel sebagai digital ecosystem enabler terus berupaya mengakselerasi setiap aspek di ekosistem …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *